Ramadan datang
Bersama hujan yang membasahi bumi
Kadang rintik,
Kadang mengganas bersama angin nan lalu,
Seperti kehidupan
Yang tak pernah tinggal dalam satu rupa.
Di balik jendela langit yang muram,
Kita belajar membaca tanda:
Bahwa sabar adalah jalan panjang,
Dan tawakkal ialah tongkat penyangga Bagi langkah yang kerap goyah.
Rintik-rintik itu Mengetuk kesadaran,
Mengajak jiwa menunduk,
Mengingatkan betapa kecilnya kita
Di hadapan kehendak-Nya.
Hari-hari puasa Mengajarkan sunyi yang bersuara,
Lapar yang bermakna,
Dan dahaga yang menumbuhkan doa.
Di sanalah hati ditempa,
Agar tetap istiqamah
Meski badai silih berganti.
Maka biarlah hujan turun,
Membersihkan debu dunia,
Menyuburkan ladang keikhlasan,
Hingga Ramadan tak sekadar lewat,
Tetapi tinggal
Di relung jiwa
Sebagai cahaya yang tak pernah padam.