SYAKHRUDDIN.COM – Sejarah Hari Buruh Internasional merupakan suatu hal yang perlu diketahui untuk memperingati Hari Buruh yang sebentar lagi tiba.
Hari Buruh Internasional, atau yang dikenal dengan May Day, diperingati setiap tanggal 1 Mei. Di Indonesia, Hari Buruh termasuk dalam hari libur nasional karena merupakan peringatan bersejarah bagi kaum buruh.
Adapun yang dimaksud dengan buruh adalah orang yang bekerja untuk orang lain dengan tujuan untuk mendapatkan upah, sebagaimana dilansir dilaman Berita Satu Jakarta.
Namun istilah buruh sering diartikan sebagai pekerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga. Padahal pekerja kantoran juga termasuk seorang buruh.
Kenapa Hari Buruh Internasional diperingati setiap tanggal 1 Mei? Apa latar belakang yang mendasari penetapan tanggal tersebut? Simak selengkapnya sejarah Hari Buruh Internasional di bawah ini.
Sejarah Hari Buruh Internasional ; Tanggal 1 Mei awalnya merupakan perayaan perubahan musim di negara-negara dengan empat musim.
Perayaan itu disebut dengan musim bunga, yang diperingati dengan membuat flowercrown atau hiasan bernuansa bunga lainnya.
Kemudian hal tersebut berubah ketika terjadi demonstrasi besar pada 1 Mei di abad ke-19. Demonstrasi itu dilakukan untuk menuntut pemangkasan jam kerja yang mencapai 16 jam per harinya.
Akibatnya, tragedi kematian di tempat kerja kala itu menjadi hal yang biasa.
Ketidakadilan dalam bekerja tersebut sudah berawal sejak 1860-an, yang menegaskan apabila tenaga kerja ingin mempersingkat waktu kerja maka gaji mereka harus dipotong.
Pada 1880-an, para pekerja mulai terorganisir dan cukup memiliki kekuatan untuk melakukan demonstrasi atas hak mereka.
Pemogokan pertama para buruh dilakukan terjadi pada tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Namun kala itu skalanya masih sebatas satu tempat kerja saja.
Kerusuhan Haymarket ; Demonstrasi besar pertama terjadi di Haymarket, Chicago, Amerika Serikat, dan dikenal sebagai peristiwa kerusuhan Haymarket.
Kerusuhan ini berawal dari upaya Federation of Organized Trades and Labour Unions/FOTLU (sekarang menjadi American Federation of Labour/AFL) untuk mengakhiri ketidakadilan tersebut dan mengadakan pertemuan di Chicago pada 1884.
FOTLU menyuarakan tuntutan mereka untuk mengurangi jam kerja menjadi delapan jam per hari. Tahun berikutnya, kelompok tersebut mendorong para pekerja untuk mogok dan berdemonstrasi pada tanggal 1 Mei 1886.
Ada lebih dari 300.000 pekerja yang memutuskan untuk mogok kerja. Aksi tersebut tidak hanya dilakukan dalam sehari, di hari berikutnya jumlah pekerja yang bergabung lalu ikut mogok kerja bertambah hampir 100.000 orang.
Demonstrasi tersebut berawal dengan kondusif, sampai pada tanggal 3 Mei para polisi setempat mulai bentrok dengan pekerja asal McCormick Reaper Works.
Alhasil, kejadian tidak terduga terjadi dimana ada satu orang yang melempar bom ke dalam barisan polisi dan menyebabkan kekacauan yang menewaskan setidaknya tujuh polisi dan delapan warga sipil.
Mirisnya, setelah kejadian tersebut ratusan pemimpin buruh dan partisipan ditangkap, yang mana empat diantara mereka dieksekusi dengan hukuman gantung.
Konferensi Internasional di Paris ; Pada tahun 1889, serikat buruh menyelenggarakan pertemuan kongres pertama di Paris. Kongres tersebut dikepalai oleh The International Socialist Conferences untuk memperingati peristiwa kerusuhan di Haymarket, Chicago.
Dari situlah, mulai dilakukan peringatan setiap tahunnya yang dilakukan buruh dan dijadikan dasar Hari Buruh Internasional atau International Worker Day, atau yang lebih dikenal sebagai May Day yang jatuh setiap tanggal 1 Mei setiap tahunnya (sdn/bersat)
