SYAKHRUDDIN.COM – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa Golkar dan Partai Demokrat sepakat untuk tidak menerapkan konsep “winner takes all” pada pemilihan umum (pemilu) di Indonesia.
Menurutnya, partai politik di Indonesia harus dapat bekerja sama dalam membangun Indonesia, tanpa memandang partai politik mana yang menjadi pemenang dalam pemilu.
Airlangga mengibaratkan membangun Indonesia seperti tim nasional dalam cabang olahraga yang membela nama Indonesia.
Pemain dalam tim nasional tidak hanya berasal dari tim yang menjuarai kejuaraan dalam negeri. Dalam konteks politik, Airlangga menilai bahwa sistem tersebut akan menciptakan pelaksanaan pemilu yang membahagiakan dan tidak memecah belah bangsa.
Airlangga mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi persimpangan antara sukses menjadi negara maju atau tetap berada pada middle income trap.
Persimpangan ini hanya bisa dilalui bila partai politik saling bekerja sama dalam menyusun rencana pembangunan dan instrumen hukum yang dapat meningkatkan ekonomi Indonesia.
Airlangga juga mendorong partai politik untuk menyelesaikan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) sebelum pendaftaran calon presiden dan wakil presiden mendatang.
Hal ini dilakukan agar calon presiden memiliki referensi dalam membuat program, sedangkan lapangan dan regulasi harus dibuat oleh partai politik.
Airlangga menawarkan Partai Golkar untuk bekerja sama dengan partai politik lainnya untuk membangun Indonesia.
Menurutnya, dibutuhkan seluruh instrumen dari hukum kepada Dewan Perwakilan rakyat (DPR) yang nantinya akan duduk minimal 70 persen dalam membantu pembangunan Indonesia (sdn)
