SYAKHRUDDINNEWS.COM – Hari Kamis hadir di penghujung pekan kerja, membawa pesan sederhana: perjuangan belum selesai. Kamis bukan sekadar nama sebuah hari, tetapi kesempatan untuk menuntaskan apa yang telah dimulai.
Jika Senin adalah langkah awal dan Rabu menjadi pertengahan perjalanan, maka Kamis mengingatkan kita agar jangan berhenti sebelum sampai pada tujuan. Ada lelah yang harus ditaklukkan, ada rintangan yang harus dilewati, dan ada harapan yang mesti terus diperjuangkan.
Tanggal 13 Agustus juga menyimpan sejumlah catatan penting dalam sejarah dunia. Pada 13 Agustus 1960, Republik Afrika Tengah memperoleh kemerdekaan dari Prancis.
Tanggal yang sama pada 1961 menjadi salah satu titik penting Perang Dingin, ketika Jerman Timur mulai menutup perbatasan Berlin dan memasang kawat berduri yang kemudian berkembang menjadi Tembok Berlin, memisahkan Berlin Timur dan Barat selama hampir tiga dekade.
Sejarah itu mengajarkan bahwa tembok setinggi apa pun pada akhirnya dapat runtuh, sementara semangat manusia untuk meraih kebebasan dan kehidupan yang lebih baik akan terus menemukan jalannya.
Maka, Kamis 13 Agustus 2026 mari kita isi dengan langkah yang tegap, hati yang lapang, dan semangat yang tidak mudah padam. Sebab hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang tetap bertahan ketika perjalanan terasa berat.
Jangan takut pada jalan yang terjal. Kadang, justru di sanalah kita belajar menjadi lebih kuat.
Pantun pembuka: Pagi cerah menuju pasar, Singgah sebentar membeli jamu. Pantang menyerah teruslah tegar, Semangat juang menyala di dalam kalbu.
Stres Berujung Tragedi; Perang ternyata bukan hanya soal peluru dan ledakan. Tekanan mental, kelelahan, serta hidup berbulan-bulan di ruang terbatas juga dapat menjadi musuh yang tak kalah berbahaya.
Hal itu tergambar dari kabar tentang tujuh tentara Amerika Serikat yang dilaporkan tewas setelah terlibat perkelahian di kapal induk USS Abraham Lincoln, yang menjalani masa penugasan selama 263 hari dalam operasi menghadapi Iran.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik kecanggihan kapal perang dan kekuatan militer, para prajurit tetaplah manusia yang memiliki batas fisik dan emosional.
Berbulan-bulan jauh dari keluarga, berada dalam situasi perang dan tekanan tinggi, serta kondisi kehidupan yang disebut buruk di kapal, dapat memperbesar risiko konflik di antara awak.
Perang tidak selalu menelan korban di medan tempur; terkadang, tekanan yang dipendam terlalu lama justru menemukan jalan keluarnya melalui pertikaian sesama kawan.
Sementara itu, Kegaduhan terjadi di tengah festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara, setelah beredar video tantangan menghafal Surah Ad-Dhuha dengan imbalan minuman beralkohol.
Aksi tersebut menuai kecaman karena dinilai tidak pantas dan melecehkan kesucian Al-Qur’an, hingga dilaporkan kepada kepolisian.
Manajemen Newport kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam, tokoh agama, dan masyarakat serta mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan.
Polisi juga telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat untuk menjalani proses hukum. Peristiwa ini menjadi pengingat agar kegiatan hiburan dan promosi tetap menghormati nilai agama serta sensitivitas masyarakat.
Pena Merdeka di Tengah Era Digital;Kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan musik, kibaran bendera, atau perlombaan. Ia juga dapat hadir melalui goresan pena dan kata-kata yang indah.
Semangat inilah yang dihidupkan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar melalui Sayembara Menulis Indah dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, bertema “Menumbuhkan Semangat Menulis Indah di Tengah Era Digital.”
Kegiatan yang diikuti dosen dan staf FDK UIN Alauddin Makassar ini berlangsung hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 13.30–15.00 WITA di Ruang LT Lantai 1.
Peserta cukup membawa pulpen, kertas HVS, dan papan alas menulis. Tiga pemenang memperoleh hadiah masing-masing Rp1 juta, Rp600 ribu, dan Rp400 ribu, ditambah juara hiburan.
Namun, nilai utama kegiatan ini bukan sekadar hadiah, melainkan persaudaraan, sportivitas, kejujuran, dan semangat mengisi kemerdekaan.
Kegiatan yang dikomandoi Dr. H. Arham Selo, M.Si., bersama KTU dan jajaran terkait, dengan Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri selaku penanggung jawab, menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya teknologi, tradisi menulis dengan tangan tetap memiliki ruang.
Komentar MoKa:Pena boleh sederhana, tetapi kata-kata bisa luar biasa. Kemerdekaan bukan hanya bebas berbicara, tetapi juga mampu menuangkan pikiran dengan indah, jujur, dan bermartabat.
Sementara itu, Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, DPW Partai Perindo Sulawesi Selatan mulai mematangkan persiapan melalui rapat yang dipimpin Pj. Sekretaris DPW Perindo Sulsel, Gunawan, di ruang rapat pimpinan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.
Peringatan tahun ini dirancang lebih semarak dengan melibatkan masyarakat sekitar, komunitas LLI dan KSN, komunitas disabilitas, pengurus DPW dan DPD Perindo Kota Makassar, generasi muda serta para undangan lainnya.
Semangatnya sederhana: kemerdekaan bukan sekadar dikenang, tetapi dirayakan bersama dalam suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan Senin, 17 Agustus 2026 mulai pukul 07.30 WITA, diawali upacara bendera dan dilanjutkan hiburan serta perlombaan rakyat, seperti joget balon, makan kerupuk, makan pisang, domino dan berbagai permainan lainnya.
Usai upacara, peserta akan dijamu pengurus DPW Perindo Sulsel. Untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar, panitia akan menggelar gladi pada 16 Agustus di halaman Kantor DPW Perindo Sulsel.
Ketua DPW Perindo Sulsel, Abdul Hayat Gani, telah memberikan kewenangan kepada panitia untuk mempersiapkan dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. Merah putih akan berkibar, tawa pun ikut mengudara; sebab merayakan kemerdekaan paling indah bila semua ikut bersuka cita
Sampai di sini dahulu jumpa kita dalam MoKa, Mozaik Kehidupan. Insyaallah, esok kami kembali hadir menemani Anda dengan aneka informasi, kisah, dan peristiwa yang layak untuk diketahui.
Sebelum berpisah, izinkan MoKa menitipkan sebuah pantun: Berburu ke padang datar, Dapatkan rusa belang kaki. Sampai jumpa di esok hari, Semoga sehat dan bahagia selalu di hati.