SYAKHRUDDIN.COM – Hasil inspeksi peralatan soundsistim yang dilakukan Sdr.Sariun Said,ST bersama asistennya, Abdul Hakim Al Muntaqim, Kamis 21 Maret 2024 menemukan kenyataan, bahwa lima buah speaker di lantai dasar, semua rusak karena modulnya jebol dan kertas speakernya robek karena tegangan.
Kondisi ini membuat Sariun dan asistennya menurunkan dan mengecek satu persatu, pantas saja suara sound selama ini tidak maksimal, karena modul yang jebol, katanya kepada sekretaris masjid Besar Al Abrar.
Kondisi ini lalu dilaporkan kepada Ketua Masjid Al Abrar, H.Hilal.Kadir Dg Lau dan mendapatkan respon untuk segera mengganti modul yang jebol tadi agar dapat dimanfaatkan secara maksimal pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445H yang akan jatuh pada HAri Rabu, 10 April 2024.
Sementara kelima soundsistem dilepas dari stand gantungan dan merencanakan Untuk memasang speaker cadangan bekas namun sudah pernah diperbaiki, yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila terjadi kondisi emergency.
Ironisnya setelah di cek dalam kardus penyimpanan barang, ternyata ke-6 buah speaker cadangan, sudah tidak ada ditempatnya, kemana barang-barang inventaris masjid ? inilah yang menjadi bahan pemikiran bagi pengurus untuk memaksimalkan ruang sekretariat sebagai tempat [enyimpanan, mengingat banyak barang inventaris yang seharusnya masih bisa digunakan, tetapi sudah raib dari tempatnya.
Akhirnya pengurus harus mengeluarkan lagi duit masjid Untuk membeli lima buah soundsisten yang baru, sementara kemarin baru berhasil dibeli dengan harga Rp 2,9 juta per unit, sisanya akan dilengkapi setelah yang baru terpasang.
Menurut tehnisi Sariun, kalau spul terbakar masih bisa dibelikan sebagai pengganti, tapi kalau barang cadangan sudah hilang dari tempatnya, ini menyulitkan kami untuk segera memberikan service yang cepat.
Harapan ke depan, perlu dibuatkan lemari khusus di sekretariat dan menyimpan barang-barang elektronika yang bernilai di lemari, dan kuncinya cukup tehnisi dan bendahara yang pegang sehingga mudah dikontrol, kalau di taruh di lemari besi, kelihatannya terlalu banyak personil yang keluar masuk sehingga pengawasannya sangat sulit.


