SYAKHRUDDINNEWS.COM – Senja yang teduh di Jalan Andi Tonro I No. 6, Makassar, Jumat 17 Juli 2026 menjadi saksi lahirnya sebuah komitmen baru.
Di Sekretariat Shelter Warga (SW) Kelurahan Pa’Baeng-Baeng, para pengurus berkumpul bukan sekadar menggelar rapat rutin, tetapi memperkuat ikatan pengabdian demi menghadirkan rasa aman dan perlindungan bagi warga.
Pertemuan itu juga menjadi momen penyambutan Brigpol Fitrah sebagai Bhabinkamtibmas yang baru, menggantikan Brigpol Andi Riul Syar yang mendapat amanah tugas di Kelurahan Bontoduri.
Ketua Shelter Warga, Ir. Zainuddin, menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus harapan agar sinergi yang telah terbangun selama ini dapat semakin kokoh.
“Kehadiran Bhabinkamtibmas bukan sekadar menjalankan tugas kepolisian, tetapi menjadi mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan peduli terhadap sesama,” ungkapnya.
Pertemuan yang dipandu Sekretaris Shelter Warga, H. Syakhruddin DN, juga menghasilkan kesepakatan penting, yakni pembuatan seragam bagi sekitar 40 orang pengurus, termasuk unsur pembina.
Seragam tersebut akan menjadi identitas kebersamaan yang dikenakan dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang serta agenda kemasyarakatan lainnya.
Dalam suasana penuh keakraban, Brigpol Fitrah menyampaikan komitmennya untuk terus berjalan seiring dengan langkah Shelter Warga. Bahkan, ia membuka ruang kolaborasi dengan menjadikan kantor Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) yang menjadi tanggung jawabnya sebagai kantor bersama Shelter Warga Kelurahan Pa’Baeng-Baeng.
Sebuah langkah sederhana, namun sarat makna, yang menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat akan semakin kuat bila dibangun di atas semangat kebersamaan.
Menutup pertemuan, Zainuddin berharap komitmen yang terbangun pada hari itu tidak berhenti sebagai kesepakatan di atas meja, melainkan menjadi pijakan nyata dalam setiap langkah pengabdian.
Menurutnya, sinergi antara Shelter Warga dan Bhabinkamtibmas akan semakin memperkuat upaya pendampingan masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus yang melibatkan anak serta pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Sebab, masyarakat yang kuat bukan hanya dibangun oleh aturan, tetapi juga oleh kepedulian, kebersamaan, dan kehadiran orang-orang yang memilih mengabdi dengan hati (sdn)