SYAKHRUDDIN.COM – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) emiten bidang rekreasi, resor dan properti mengangkat Thomas Lembong sebagai komisaris utama dan independen, menggantikan Rene Suhardono Canoneo.
Dilansir dilaman Beritasatu, Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali mengatakan selain Thomas yang merupakan mantan Menteri Perdagangan dan mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), perseroan juga mengangkat tiga direktur barunya, yakni Suparno, Budi Santoso, dan Wing Antariksa.
“Dengan demikian, susunan Jaya Ancol usai rapat umum pemegang saham (RUPS) adalah Komisaris Utama dan Independen Thomas Trikasih Lembong, Komisaris Trisna Muliadi dan Geisz Chalifah.
Sementara Direktur Utama Teuku Sahir Syahali, lalu Direktur Febrina Intan, Suparno, Budi Santoso, dan Wing Antariksa,” kata dia dalam paparan publik Pembangunan Jaya Ancol, Senin (30/8/21).
Soal kinerja akhir Juni 2021, rugi bersih perseroan tercatat menyusut 35% menjadi minus Rp 94,86 miliar dibandingkan Juni 2020 minus Rp 146,37 miliar. Namun pendapatan turun 17% dari Rp 254,21 miliar menjadi Rp 210,87 miliar.
Hal itu karena pengunjung di pintu gerbang utama berkurang 57% dari 2,83 juta menjadi 1,60 juta orang. “Ancol adalah industri yang paling terdampak dari sisi pandemi, dari Maret 2020 hingga sekarang mengalami penutupan berkali-kali.
Kalau dibuka pun dengan kapasitas terbatas tergantung tingkat outbreak pandemi. Namun dari pengalaman setahun ini sudah membuat Ancol survive,” kata dia.
Teuku menambahkan, untuk dapat bertahan di masa pandemi, manajemen melakukan beberapa efisiensi cashflow di antaranya penerapan strategi basic cost, di mana biaya yang dikeluarkan hanya yang benar-benar untuk keselamatan pengunjung, penjadwalan ulang semua proyek dan fokus penyelesaian proyek Symphony of The Sea (kawasan pantai timur).
“Kami selama pandemi tutup, tetapi kami menjaga semua unit produksi dari Dufan, Sea World, Atlantis, Ocean Dream, pantai dan seluruh taman kita rawat seperti halnya beroperasi normal. Kita ingin setelah nanti pembatasan dilonggarkan.
Sudah siap beroperasi. Sejak minggu lalu, kita sudah buka wahana yang bersifat olahraga untuk pantai dan resto outdoor buka pukul 06.00-20.00,” jelasnya.
Sedangkan, program-program pengembangan produk yang sempat tertunda karena pandemi, akan tetap dijalankan untuk menyiapkan produk-produk yang lebih baik di antaranya menambah segmen baru dengan pembangunan Masjid Apung.
Museum Rasulullah dan fasilitas pendukungnya di kawasan Pantai Timur Ancol, serta penataan pedestrian lanjutan (sumberberitasatu)