SYAKHRUDDINNEWS.COM – Pagi itu, Sabtu, 20 Desember 2025, halaman Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar di Samata, Gowa, tampak berbeda. Deretan mahasiswa berdiri rapi dengan wajah penuh semangat. Enam pekan pelatihan yang menguras fisik dan mental akhirnya berbuah manis. Mereka resmi dikukuhkan sebagai Pengurus Komunitas Kompi TAGANA Kessos FDK UIN Alauddin.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Syamsuddin AB, S.Ag., M.Pd. Bagi para peserta, momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen untuk hadir di tengah masyarakat saat bencana dating, baik dalam kondisi sebelum, saat, dan setelahnya.
Di hadapan peserta penutupan pelatihan, Prof. Syamsuddin menyampaikan pesan yang sarat makna. Ia menekankan bahwa ilmu dan keterampilan kebencanaan yang telah diperoleh tidak boleh berhenti pada diri sendiri. “Ilmu ini harus ditularkan kepada mahasiswa lain, agar semakin banyak yang siap dan peduli terhadap kemanusiaan,” tuturnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kehadiran TAGANA Kompi Kessos di lingkungan kampus merupakan bagian dari upaya menata dan memperkuat komunitas mahasiswa. Di tengah banyaknya organisasi dan komunitas yang bergerak membawa panji fakultas dan universitas, pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mutlak.
Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) TAGANA Kompi Kessos beranggotakan 90 mahasiswa yang terbagi dalam tiga kelas. Mereka tidak hanya dibekali teori, tetapi juga keterampilan lapangan. Kepengurusan pun telah terbentuk secara resmi dengan Faizal sebagai ketua, didampingi sekretaris dan bendahara.
Untuk menunjang kesiapsiagaan, Kompi TAGANA Kessos membentuk tiga unit kerja utama: Unit TRC/Evakuasi, Unit Pengungsian dan Tendanisasi, serta Unit Dapur Umum Lapangan. Seluruh unit ini mendapatkan pembinaan intensif dari para pelatih serta penanggung jawab mata kuliah Disabilitas, Korban Bencana, dan Pengungsi, di bawah dosen pengampu Drs.H.Syakhruddin.DN,M.Si.
Bagi para mahasiswa, pelatihan enam minggu tersebut menjadi ruang pembelajaran tentang arti kepedulian dan kerja tim. Mereka belajar bahwa menjadi relawan bukan soal seragam atau atribut, melainkan kesiapan mental untuk melayani sesama di situasi paling sulit.
Usai pelantikan, suasana berubah menjadi lebih hangat. Ucapan selamat mengalir, disusul ramah tamah sederhana menikmati kue yang disiapkan oleh Wakil Dekan III. Foto bersama pun menjadi penanda akhir kegiatan, sekaligus awal perjalanan baru Kompi TAGANA Kessos FDK UIN Alauddin.
Dari halaman kampus itulah, lahir harapan baru: mahasiswa yang tak hanya cakap di ruang kelas, tetapi juga siap turun ke lapangan, menjawab panggilan kemanusiaan ketika bencana datang tanpa aba-aba (sdn)






