SYAKHRUDDINNEWS.COM – Kamis adalah jembatan menuju akhir pekan. Ia bukan lagi langkah pertama yang penuh semangat seperti Senin, tetapi juga belum menjadi hari untuk bersantai.
Kamis mengajarkan bahwa hidup adalah tentang ketekunan. Keberhasilan bukan hanya milik mereka yang berlari kencang di awal, melainkan juga bagi mereka yang tetap istiqamah melangkah ketika perjalanan mulai terasa melelahkan.
Dalam tradisi Islam, hari Kamis juga memiliki makna tersendiri. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memperbanyak amal saleh, bahkan beliau terbiasa berpuasa pada hari Senin dan Kamis.
Ada keyakinan bahwa pada hari inilah amal manusia diperlihatkan kepada Allah SWT. Karena itu, Kamis menjadi saat yang tepat untuk memperbanyak kebaikan, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan mengoreksi diri sebelum memasuki hari Jumat yang penuh kemuliaan.
Tanggal 6 Agustus juga mengingatkan dunia pada salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah kemanusiaan. Pada 6 Agustus 1945, bom atom pertama dijatuhkan di kota Hiroshima, Jepang.
Dalam hitungan detik, puluhan ribu nyawa melayang dan kota itu luluh lantak. Tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan yang kehilangan nurani dapat berubah menjadi alat penghancur kehidupan.
Namun sejarah tidak hanya mencatat kehancuran. Hiroshima kemudian bangkit dari puing-puingnya. Kota itu menjelma menjadi simbol perdamaian dunia dan keteguhan manusia untuk memulai kembali.
Dari sana kita belajar bahwa luka sebesar apa pun dapat sembuh apabila manusia memilih harapan daripada dendam, memilih membangun daripada menghancurkan.
Maka, Kamis pagi ini mengajak kita merenung. Hidup tidak diukur dari seberapa sering kita jatuh, tetapi dari seberapa kuat kita bangkit.
Jangan biarkan kemarahan mengalahkan kasih sayang, jangan biarkan kesombongan menutupi rasa syukur. Sebab setiap hari adalah kesempatan baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik daripada hari kemarin.
MoKa percaya, kedamaian tidak selalu dimulai dari ruang-ruang perundingan para pemimpin dunia. Ia justru lahir dari rumah-rumah sederhana, dari keluarga yang saling menyayangi, dari tetangga yang saling menghormati, dan dari hati yang memilih memaafkan daripada membalas.
Selamat menjalani hari Kamis. Semoga setiap langkah hari ini bernilai ibadah, setiap pekerjaan menjadi keberkahan, dan setiap senyuman menjadi cahaya bagi orang-orang di sekitar kita.
Semoga nuansa ini tetap selaras dengan ciri khas MoKa: puitis, humanis, reflektif, dan tetap berpijak pada fakta sejarah.
Pantun Pembuka Burung camar terbang ke tanjung, Singgah sebentar di ranting jati. Kamis datang membawa renung, Menata langkah, membersihkan hati.
Kabar duka menyelimuti keluarga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Putrinya, Nadine Kaiser, kehilangan sang ayah, Daniel Kaiser, yang meninggal dunia di Zurich, Swiss, pada Senin 3 Agustus 2026.
Kabar tersebut disampaikan Susi melalui media sosialnya, menjadi pengingat bahwa di balik sorotan publik, setiap keluarga tetap merasakan luka yang sama saat ditinggalkan orang tercinta.
Kehilangan selalu menghadirkan ruang sunyi yang tak mudah diisi. Perpisahan mengajarkan bahwa kasih sayang semestinya ditunjukkan selagi masih ada kesempatan, sebab waktu tak pernah memberi tahu kapan kebersamaan akan berakhir.
Doa terbaik mengiringi almarhum Daniel Kaiser, sementara ketabahan semoga senantiasa menyertai Nadine Kaiser dan seluruh keluarga yang ditinggalkan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar menggelar kegiatan Penguatan Kerja Sama Antar Lembaga Penyedia Layanan Perlindungan Perempuan.
Melalui Pelatihan Penghapusan Kekerasan Seksual bagi Aparat Penegak Hukum dan Pendamping Berperspektif Keadilan Gender Angkatan I di Hotel Almadera Makassar, Rabu 5 Agustus 2026.
Kegiatan yang diikuti 60 peserta ini merupakan angkatan pertama dari dua gelombang pelatihan yang melibatkan aparat penegak hukum, pendamping, dan pengurus shelter warga. Kepala DP3A Kota Makassar,
dr.Ita Isdiana Anwar, M.Kes, mengungkapkan hingga akhir Juni 2026 tercatat 361 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan 127 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual.
Kondisi tersebut menjadi dasar pentingnya peningkatan pemahaman terhadap regulasi baru sekaligus penguatan sinergi antar lembaga dalam memberikan layanan yang terpadu kepada korban.
Pelatihan menghadirkan narasumber AKP Rochita Arsid, S.Psi., M.M. dari Polda Sulsel yang membahas penanganan tindak pidana kekerasan seksual dari perspektif gender dan penegakan hukum.
Serta Nur Fadillah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Universitas Muhammadiyah yang mengupas teknik wawancara korban, penanganan reaksi emosional, hingga pendekatan terhadap anak berkebutuhan khusus.
DP3A berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kompetensi peserta, memperkuat koordinasi lintas lembaga, serta membangun kolaborasi yang lebih efektif dalam mewujudkan perlindungan perempuan dan anak menuju Indonesia Emas 2045.
Sampai di sini dahulu perjumpaan kita. Terima kasih telah meluangkan waktu menemani Mozaik Kehidupan (MoKa) hari ini.
Insya Allah, esok pagi MoKa akan kembali hadir menyapa Anda dengan kisah, informasi, dan renungan yang semoga memberi makna bagi langkah-langkah kehidupan.
Karena MoKa hadir untuk Anda, menghadirkan mozaik peristiwa dengan sentuhan hati.
Pantun Penutup
Jangan ribut soal sampah, Sampah dipilih sebelum diangkut. Mari berbuat demi lingkungan indah, Agar bumi tetap sehat untuk generasi berikut.