SYAKHRUDDINNEWS.COM – Memasuki usia lanjut bukanlah pertanda bahwa seseorang harus mengurangi makna hidupnya. Sebaliknya, masa senja merupakan fase kehidupan yang patut dijalani dengan sehat, aktif, dan penuh kebahagiaan.
Kesehatan menjadi modal utama agar para lanjut usia tetap mandiri, produktif, serta dapat menikmati kebersamaan bersama keluarga dan lingkungan sosial.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan fisik seperti kekuatan otot, kelenturan sendi, keseimbangan tubuh, dan daya tahan memang cenderung menurun.
Karena itu, aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur, khususnya senam lansia, bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi kebutuhan untuk mempertahankan kualitas hidup.
Senam lansia dirancang dengan gerakan yang ringan, aman, dan disesuaikan dengan kondisi tubuh para peserta. Aktivitas ini terbukti membantu melancarkan peredaran darah, menjaga kesehatan jantung, memperkuat otot dan tulang.
Meningkatkan keseimbangan tubuh sehingga mengurangi risiko jatuh, serta menjaga kelenturan persendian. Dengan tubuh yang lebih bugar, lansia pun dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri.
Tak kalah penting, senam bersama juga menghadirkan manfaat psikologis dan sosial. Tawa yang lepas, sapaan hangat, serta kebersamaan yang terbangun di setiap pertemuan mampu mengurangi rasa kesepian, menumbuhkan semangat hidup, sekaligus mempererat tali silaturahmi di antara sesama lansia.
Oleh karena itu, senam hendaknya menjadi bagian dari gaya hidup sehat bagi setiap lanjut usia. Dilaksanakan secara rutin, minimal dua hingga tiga kali dalam sepekan, disertai pola makan bergizi, istirahat yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala,.
Senam akan membantu lansia menjalani masa tua yang lebih sehat, aktif, bahagia, dan bermartabat. Sebab, usia boleh terus bertambah, tetapi semangat untuk hidup sehat dan bermanfaat tidak boleh pernah menua.
Semangat itulah yang terus diwujudkan oleh para anggota Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sulawesi Selatan. Di bawah koordinasi Hj. Sumiati Sattar dan Amirah Sambe, LLI berkolaborasi dengan Komunitas Senam Nusantara (KSN) yang dipimpin oleh Sigit dan Irma sebagai instruktur utama.
Setiap hari Ahad, mereka menggelar senam bersama di kawasan Boulevard, tepatnya di depan Hotel Grand Asia Makassar, sebagai wadah untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan.
Tidak hanya senam, LLI Sulawesi Selatan juga mengembangkan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Program Jumat Berkah dikoordinasikan oleh Hj. Nirmawati Gani, sementara kegiatan pengajian dibina oleh Hj. Andi Yunita Dirham.
Berbagai aktivitas tersebut menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan memperkaya kehidupan spiritual para anggota. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, LLI bersama KSN juga menyiapkan beragam kegiatan dan perlombaan yang melibatkan para lansia.
Berbagai aktivitas tersebut diharapkan mampu menjaga semangat kebersamaan sekaligus membuktikan bahwa usia lanjut tetap dapat diisi dengan kegiatan yang produktif, kreatif, dan menyenangkan.
Menurut Ketua II LLI Sulawesi Selatan, Drs. H. Dirham Kambe, M.M., pihaknya juga menyiapkan fasilitas rekreasi berupa perahu yang dapat dimanfaatkan anggota untuk menikmati suasana Pantai Tanjung Bayang, Makassar.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana relaksasi bagi para lansia dan keluarga agar memperoleh kesegaran jasmani maupun ketenangan batin setelah menjalani berbagai aktivitas organisasi.
Pada akhirnya, LLI Sulawesi Selatan ingin menegaskan bahwa menjadi lansia bukan berarti berhenti berkarya. Selama tubuh terus dirawat, pikiran tetap dijaga positif, dan silaturahmi terus dipelihara.
Masa tua akan menjadi fase kehidupan yang indah, penuh makna, dan membahagiakan. Lansia sehat, lansia aktif, adalah aset berharga bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.