SYAKHRUDDINNEWS.COM –Mozaik Kehidupan Edisi Ahad, Ahad pertama di bulan September 2026 kembali menyapa kita. Matahari perlahan meninggi, sementara udara pagi membawa kesejukan yang seakan mengajak kita berhenti sejenak dari kesibukan.
Ahad bukan hanya tentang hari libur. Ia adalah kesempatan untuk menata kembali langkah, setelah enam hari sebelumnya kita bergelut dengan pekerjaan, persoalan, dan berbagai cerita kehidupan.
Bagi sebagian orang, Ahad adalah waktu berkumpul bersama keluarga. Bagi yang lain, menjadi kesempatan berolahraga, bersilaturahmi, menghadiri pengajian, atau sekadar duduk menikmati kopi sambil berbincang dengan sahabat.
Dan di Boulevard Makassar, pagi Ahad punya cerita tersendiri. Para lansia mulai berdatangan. Ada yang berjalan perlahan, ada yang membawa tongkat, ada pula yang masih tampak lincah mengikuti irama senam.
Di sana, olahraga bukan semata-mata menggerakkan tubuh. Ada tawa, tegur sapa, canda, dan perjumpaan yang membuat hati tetap muda.
Sebab bagi lansia, sehat bukan hanya perkara denyut nadi dan kelenturan persendian. Sehat juga berarti masih memiliki teman untuk berbagi cerita, masih punya ruang
Dan mensyukuri bahwa pagi ini kita masih diberi kesempatan membuka mata, menggerakkan kaki, serta menikmati karunia Tuhan.
6 September dalam Lintasan Sejarah; Tanggal 6 September ternyata menyimpan sejumlah catatan penting dalam perjalanan sejarah dunia.
Pada 6 September 1522, kapal Victoria, satu-satunya kapal yang berhasil kembali dari ekspedisi Ferdinand Magellan, tiba di Spanyol setelah mengelilingi dunia. Perjalanan panjang itu menjadi tonggak penting dalam sejarah pelayaran dunia.
Pada 6 September 1901, Presiden Amerika Serikat William McKinley ditembak ketika menghadiri Pan-American Exposition di Buffalo, New York. Ia kemudian meninggal dunia pada 14 September 1901.
Tanggal yang sama pada 1914 juga menjadi awal Pertempuran Marne Pertama dalam Perang Dunia I. Pertempuran tersebut kemudian berperan penting dalam menghentikan gerak maju pasukan Jerman menuju Paris.
Sementara itu, 6 September 1966, Perdana Menteri Afrika Selatan Hendrik Verwoerd, tokoh utama dalam penerapan politik apartheid, tewas ditikam dalam sebuah sidang parlemen di Cape Town.
Dan pada 6 September 1997, dunia menyaksikan pemakaman Putri Diana di London. Jutaan orang memenuhi jalanan, sementara miliaran lainnya mengikuti prosesi tersebut melalui siaran televisi.
Setiap tanggal menyimpan cerita. Ada kemenangan, kekalahan, keberanian, tragedi, perubahan, bahkan kepergian orang-orang yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan zaman.
Agar kita belajar bahwa kehidupan manusia selalu bergerak. Yang kuat bisa menjadi lemah, yang berjaya bisa berakhir, dan yang sederhana sekalipun dapat meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan waktu.
Maka Ahad pagi ini, ketika para lansia bergerak mengikuti irama senam di Boulevard, sesungguhnya mereka sedang menulis sejarah kecil dalam kehidupan mereka sendiri.
Sebuah pantun untuk Anda : Ahad pagi di Boulevard, Para lansia hadir berolah raga, Bukan sekadar mencari sehat, Namun bersilaturahmi menjaga bahagia.
Pagi belum benar-benar sempurna membuka matanya. Namun halaman Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar sudah mulai dipenuhi wajah-wajah baru. Mereka datang dari berbagai penjuru.
Membawa harapan yang mungkin telah lama disimpan di dada: menjadi mahasiswa, menuntut ilmu, dan suatu hari pulang dengan gelar serta pengalaman yang membanggakan.
Para mahasiswa baru itu kemudian diterima oleh para Ketua Jurusan bersama Sekretaris Jurusan dan dosen homebase masing-masing.
Sejak pagi buta, mereka telah berkumpul, lalu diarahkan memasuki ruangan yang telah ditentukan. Di sanalah perkenalan pertama berlangsung antara Maba dengan Kajur, Sekjur, para dosen, sekaligus dengan dunia akademik yang kelak menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.
Di Fakultas Dakwah dan Komunikasi terdapat delapan program studi/jurusan, dan masing-masing memiliki cara tersendiri dalam menyambut para pendatang baru.
Para pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan atau HMJ turut mengambil bagian, mengatur tempat, mengarahkan mahasiswa, hingga memastikan tidak ada wajah baru yang tersesat di antara gedung-gedung kampus.
Jurusan Manajemen Dakwah, yang menjadi salah satu program studi dengan peminat terbanyak, menempati masjid di depan fakultas.
Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (Kesos) menggunakan serambi utama. Sementara mahasiswa Bimbingan Penyiaran Islam berkumpul di Masjid Ar-Rasyid.
Sebagian lainnya memanfaatkan ruang utama Haji Amir Said, sedangkan beberapa Ketua Jurusan memilih menggunakan lantai III sebagai tempat pertemuan.
Pagi itu, kampus seolah berubah menjadi sebuah rumah besar. Rumah yang sedang menerima anggota keluarga baru.
Di tengah suasana tersebut, Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Syamsuddin, S.Ag., M.Pd., S.Sos., M.Kesos.,
Menyampaikan sebuah pesan yang patut menjadi kebanggaan para mahasiswa baru, khususnya mereka yang memilih Program Studi Kesejahteraan Sosial.
Menurutnya, keberadaan Program Studi Kesejahteraan Sosial berstatus negeri di kawasan Indonesia Timur merupakan sesuatu yang istimewa.
Sebab, selain UIN Alauddin Makassar, program studi maupun konsentrasi kesejahteraan sosial lainnya di kawasan tersebut lebih banyak berada pada perguruan tinggi swasta.
Karena itu, kepada para mahasiswa baru, kebanggaan tersebut hendaknya tidak berhenti sebagai kebanggaan semata. Ia harus berubah menjadi semangat untuk belajar, tekun membaca, rajin berdiskusi, serta membangun kepekaan sosial.
“Ananda semua patut berbangga hati. Semoga perjuangan selama tiga tahun tujuh bulan di kampus ini dapat mengantarkan kalian menjadi seorang pekerja sosial yang handal,” demikian pesan yang disampaikan.
Tiga tahun tujuh bulan mungkin terdengar panjang bagi mereka yang baru memulai. Tetapi bagi kampus, waktu itu akan berlalu seperti halaman buku yang dibalik satu demi satu.
Hari ini mereka masih disebut Maba. Besok mereka akan menjadi mahasiswa yang sibuk dengan tugas, laporan, penelitian, organisasi, praktik lapangan, dan berbagai dinamika kehidupan kampus.
Sementara itu, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar hari ini, Sabtu 5 September 2026, menganugerahkan gelar Doctor Honoris Causa kepada Perdana Menteri Timor-Leste, H.E. Kay Rala Xanana Gusmão.
Upacara kehormatan itu berlangsung di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, melalui Program Doktor Administrasi Publik FISIP Unhas.
Gelar tersebut bukan sekadar penghargaan akademik, tetapi juga pengakuan atas perjalanan panjang Xanana dalam memimpin Timor-Leste melewati masa konflik menuju pembangunan dan tata kelola pemerintahan.
Ada kisah panjang yang mengiringi pemberian gelar itu. Xanana dikenal sebagai tokoh penting perjuangan kemerdekaan Timor-Leste, kemudian menjadi Presiden pertama negaranya pada 2002, sebelum menjabat Perdana Menteri pada 2007–2015 dan kembali memimpin pemerintahan sejak 2023.
Bagi Unhas, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga tentang kepemimpinan publik, rekonsiliasi dan pembangunan sebuah bangsa.
Dari perjalanan yang pernah penuh luka, hari ini ia berdiri di kampus Indonesia bukan sebagai lawan, melainkan sebagai seorang negarawan yang dihormati. Sejarah rupanya punya cara sendiri untuk mempertemukan masa lalu dengan masa depan.
Setelah hampir dua bulan langit Luwu seolah lupa menurunkan air, akhirnya hujan kembali menyapa bumi. Tetes demi tetes membasahi tanah yang lama kering, membawa kesejukan sekaligus senyum bagi warga.
Bagi sebagian orang, hujan mungkin hanya berarti payung dan jalan yang basah. Tetapi bagi petani, hujan adalah kabar yang ditunggu-tunggu seperti tamu yang datang membawa harapan.
Sawah yang mulai kehilangan kelembapan kembali mendapatkan kehidupan, sementara para petani menatap langit dengan rasa syukur. “Ini berkah,” begitu ungkapan warga, sebab setiap tetes hujan adalah bekal bagi tanaman untuk kembali tumbuh.
Kemarau panjang memang mengajarkan manusia tentang arti sabar. Hampir dua bulan menunggu, akhirnya tanah Luwu kembali mencium aroma hujan.
Petani pun punya alasan untuk kembali menaruh harapan pada musim tanam, sebab air adalah denyut kehidupan di ladang-ladang mereka.
Semoga hujan yang turun bukan sekadar membasahi bumi, tetapi menjadi rahmat yang menghidupkan sawah, menyuburkan tanaman, dan menguatkan rezeki keluarga para petani.
Sebab ketika hujan datang setelah kemarau, yang tumbuh bukan hanya padi dan tanaman, tetapi juga harapan di hati manusia.
Krakatau Ngamuk; Malam belum sepenuhnya beranjak ketika suara dentuman tiba-tiba membelah kesunyian. Dari Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitasnya.
Erupsi yang berlangsung sejak Jumat 4 September 2026 malam hingga Sabtu dini hari itu membuat suara gemuruh dan dentuman terdengar jauh, melintasi Banten, Lampung, hingga Jawa Barat.
Bahkan, warga Bandung Raya turut merasakan getaran dan mendengar suara yang datang entah dari mana.
Gunung yang namanya telah menjadi bagian dari sejarah panjang negeri ini itu kembali mengingatkan manusia bahwa alam memiliki caranya sendiri untuk berbicara.
Dentuman yang merambat ratusan kilometer melalui atmosfer terdengar seperti ketukan dari kejauhan, sebuah pesan agar manusia tidak pernah merasa terlalu kuat di hadapan alam.
Meski demikian, Badan Geologi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi, termasuk isu tentang potensi tsunami.
Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga, sehingga masyarakat diminta menjauhi radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Sampai di sini dahulu perjumpaan kita dalam Mozaik Kehidupan (MoKa) hari ini. Terima kasih atas kesetiaan Anda yang selalu meluangkan waktu, membaca setiap kisah, berita, dan serpihan kehidupan yang kami hadirkan dari hari ke hari.
Besok, insyaallah MoKa akan kembali hadir menyapa Anda, karena bagi kami, kehadiran pembaca setia adalah alasan untuk terus menulis dan berbagi.
Terima kasih atas kebersamaannya. Selamat menikmati Ahad yang ceria, semoga hari libur membawa ketenangan, kesehatan, dan kebahagiaan bersama keluarga tercinta.
Sebuah pantun penutup: Anak Krakatau sedang siaga, Dentumannya terdengar sampai ke kota. Anak tetangga jadi korban busur panah, Semoga pelakunya segera berubah
Redaksi Moka mengucapkan selamat memasuki Hidup baru kepada ;
H.Tarmizi Tahir,LC (Putra kedua dari Bapak Muhammad Tahir dan Ibu Muniarti.B dengan pasangannya drg.Nurul Safira Maulida,Sp>Pros (Putri pertama Bapak (Alm) R.Iman Surono danIbu Faizah.B di Balai Prajurit Jenderal M.Yusuf Jalan Jenderal Sudirman No 6 Makassar, Ahad 06 Sepember 2026