SYAKHRUDDINNEWS.COM – Pembaca setia MoKa, Sabtu selalu datang dengan wajah yang sedikit berbeda. Setelah lima hari bergelut dengan pekerjaan, urusan kantor, perjalanan, rapat, tugas, dan berbagai persoalan kehidupan, Sabtu seakan memberi kesempatan kepada kita untuk menarik napas lebih panjang.
Sabtu bukan sekadar nama sebuah hari. Ia adalah jeda. Saat yang tepat untuk mengurangi kecepatan, berkumpul bersama keluarga, menyapa sahabat, merapikan rumah, menikmati secangkir kopi, atau sekadar duduk diam sembari mengenang perjalanan hidup yang telah dilalui.
Bagi sebagian orang, Sabtu adalah hari untuk beristirahat. Bagi yang lain, justru menjadi hari untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda.
Namun apa pun aktivitasnya, Sabtu mengajarkan satu hal sederhana: hidup tidak boleh hanya diisi dengan mengejar sesuatu, tetapi sesekali kita perlu berhenti untuk mensyukuri apa yang telah dimiliki.
Tanggal 5 September juga menyimpan sejumlah catatan penting dalam perjalanan sejarah dunia.
Tanggal ini juga mengingatkan dunia pada 5 September 1972, ketika tragedi terjadi dalam Olimpiade München. Serangan terhadap kontingen Israel menewaskan dua atlet dan menyebabkan sembilan lainnya disandera.
Sebuah catatan kelam bahwa pesta olahraga yang seharusnya mempertemukan manusia dalam persaudaraan pun dapat dirusak oleh kekerasan.
Masih pada tanggal yang sama, 5 September 1977, NASA meluncurkan Voyager 1, wahana antariksa yang kemudian melakukan perjalanan sangat jauh meninggalkan lingkungan Tata Surya. Sebuah pengingat bahwa keberanian manusia untuk menjelajah selalu dimulai dari sebuah langkah kecil.
Dan bagi Indonesia, tanggal 5 September 2005 meninggalkan kenangan duka ketika pesawat Mandala Airlines Flight 091 jatuh setelah lepas landas dari Bandara Polonia, Medan, menewaskan 149 orang.
Begitulah sejarah. Ada kemenangan, ada penemuan, ada diplomasi, tetapi juga ada tragedi. Semuanya tersimpan sebagai catatan agar manusia tidak hanya mengingat masa lalu, tetapi juga belajar darinya.
Sebuah pantun untuk Anda; Pergi pagi membeli ketupat, Singgah sebentar di tepi kali, Sabtu datang membawa nikmat, Saatnya rehat menata hati.
Sementara itu, Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, mengambil langkah tegas menghadapi derasnya penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan.
Mulai tahun ajaran 2026–2027, penggunaan generative AI oleh siswa kelas 2-K hingga kelas 8 di sekolah negeri New York City diberlakukan moratorium selama satu tahun.
Kebijakan ini menyentuh ratusan ribu siswa dan menjadi perhatian karena AI dinilai berpotensi membuat anak terlalu cepat memperoleh jawaban tanpa melalui proses berpikir dan belajar secara mandiri.
Bagi Mamdani, pendidikan bukan sekadar menemukan jawaban yang benar, tetapi bagaimana seorang anak belajar bertanya, mencoba, mengalami kesalahan, kemudian menemukan jalan keluarnya.
Karena itu, kebijakan tersebut bukan berarti New York memusuhi teknologi. Untuk siswa sekolah menengah atas, AI justru akan dikenalkan melalui pendidikan literasi AI yang membahas cara kerja, bias, etika, risiko serta pengaruhnya terhadap masa depan pekerjaan.
Artinya, yang hendak dibatasi bukan teknologinya, melainkan ketergantungan manusia kepada teknologi.
Kebijakan Zohran Mamdani akhirnya membuka perenungan bagi dunia pendidikan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di tengah kemajuan AI yang mampu menulis tugas, membuat makalah bahkan menjawab berbagai pertanyaan dalam hitungan detik, sekolah dan kampus menghadapi tantangan besar: bagaimana mendidik manusia agar tetap mampu berpikir ketika mesin semakin pintar?
Sebab pendidikan sejatinya bukan hanya menghasilkan anak yang pandai mendapatkan jawaban, tetapi manusia yang mampu berpikir, menimbang, mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkan jawabannya.
Dilaporkan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mulai mematangkan rencana pelaksanaan dam haji 2027 di Tanah Air.
Gagasan ini dinilai memiliki manfaat yang luas, karena daging dam dari jemaah haji Indonesia nantinya dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk untuk mendukung program perbaikan gizi dan penanganan stunting.
BAZNAS bahkan menyatakan kesiapan membentuk komite syariah apabila skema penyembelihan dam di Indonesia dinilai diperbolehkan.
Namun, rencana tersebut tidak serta-merta dilaksanakan. Kemenhaj masih akan mengkaji berbagai aspek, mulai dari hukum, syariah, kesehatan hewan, regulasi hingga fatwa, sehingga pelaksanaannya benar-benar memiliki landasan yang kuat.
Selain opsi pemotongan dam di Tanah Air, BAZNAS juga membuka peluang menerima daging dam yang telah diolah di Arab Saudi untuk dikalengkan dan kemudian didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.
Bahkan, potensinya diperkirakan mencapai 4–5 juta kaleng, yang dapat menjadi sumber pangan bagi korban bencana sekaligus mendukung program perbaikan gizi masyarakat.
Sementara itu, Pemadaman listrik kembali menjadi keluhan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas warga, mulai dari rumah tangga, pelaku usaha, hingga pelayanan publik yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
Ketika listrik padam berulang kali, kesabaran masyarakat pun ikut diuji, terlebih jika durasinya cukup lama dan terjadi tanpa kepastian waktu penyalaan kembali.
Masyarakat berharap pihak PLN segera memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab pemadaman sekaligus memastikan langkah penanganannya.
Listrik bukan lagi sekadar kebutuhan pelengkap, melainkan bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, jika pemadaman masih berlanjut, informasi yang cepat, jelas, dan akurat sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak hanya menunggu dalam gelap, tetapi juga mengetahui kapan terang akan kembali menyala.
Dampak pemadaman listrik yang kembali terjadi di Kota Makassar membawa kisah pilu. Sebuah rumah kos dua lantai di kawasan Rappocini dilaporkan hangus terbakar setelah penghuni menggunakan lilin sebagai penerangan saat listrik padam.
Api yang diduga bermula dari lilin dengan cepat membesar dan melahap bangunan, mengubah tempat tinggal yang semula penuh aktivitas menjadi puing-puing dalam waktu singkat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa lilin bukan sekadar penerang dalam kegelapan, tetapi juga menyimpan potensi bahaya kebakaran jika ditinggalkan tanpa pengawasan.
Di tengah pemadaman listrik yang masih berlangsung, masyarakat diimbau lebih berhati-hati memilih sumber penerangan alternatif.
Jangan sampai ketika listrik padam dan lilin dinyalakan untuk mencari terang, justru api membesar dan membawa petaka. Terang memang kita butuhkan, tetapi keselamatan jauh lebih utama.
Dilaporkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sekitar 150 siswa dan guru dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale.
Dilaporkan mengalami keluhan kesehatan dan harus mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit. Para korban mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit perut hingga diare.
Menu MBG yang sebelumnya disantap antara lain nasi, ayam, perkedel dan sayuran. Pemerintah Kabupaten Tana Toraja masih melakukan penyelidikan dan belum memastikan bahwa MBG menjadi penyebabnya.
Sampel makanan dan muntahan korban telah dikirim ke BPOM Makassar untuk pemeriksaan, sehingga penyebab pasti baru dapat diketahui setelah hasil laboratorium keluar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa makanan bergizi bukan hanya harus memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga wajib terjamin kebersihan, keamanan, penyimpanan dan proses pengolahannya.
MBG adalah program penting bagi anak-anak sekolah, namun keamanan pangan harus menjadi prioritas utama agar niat memberi gizi tidak justru berujung pada keresahan dan korban.
Sementara itu, Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, kembali bergulir. Dalam perkembangan terbaru, pihak kepolisian menjadwalkan pemeriksaan terhadap Andi Tenri pada Selasa mendatang.
Sementara itu, korban dugaan penganiayaan direkomendasikan menjalani tes psikologi sebagai bagian dari proses pendalaman perkara.
Pemeriksaan psikologis tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi psikologis korban sekaligus menjadi bagian dari proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Perkara ini tentu menjadi perhatian publik, terlebih karena menyangkut seorang pejabat legislatif di Kabupaten Bone.
Namun, dalam situasi seperti ini, semua pihak perlu menahan diri dan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional.
Setiap keterangan, bukti, serta hasil pemeriksaan akan menjadi bagian penting dalam mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Prinsip praduga tak bersalah tetap harus dijunjung,
Sementara korban juga berhak memperoleh perlindungan dan pendampingan selama proses hukum berlangsung.
Dengan demikian, penyelesaian perkara tidak berhenti pada sorotan publik, tetapi benar-benar berujung pada keadilan berdasarkan fakta dan hukum.
Pembaca MoKa yang terhormat, sampai di sini dahulu jumpa kita hari ini. Besok, insyaallah, kami akan kembali menyapa Anda dengan aneka informasi yang layak diketahui.
Semoga PLN berbaik hati, tidak terlalu lama membuat listrik padam, sebab ketika lampu mati, bukan hanya rumah yang gelap, tetapi produksi kami pun ikut terganggu. Maklumlah, MoKa juga butuh listrik untuk tetap hadir menyapa pembaca.
Dan ternyata, soal “periksa” hari ini cukup menarik perhatian. Ketua DPRD Bone bakal diperiksa, Bupati Gowa pun dikabarkan akan menjalani pemeriksaan.
Begitulah kehidupan, ada waktunya seseorang memeriksa, ada pula waktunya seseorang diperiksa. Yang penting, ketika diperiksa, datanglah dengan tenang; ketika memeriksa, lakukan dengan jujur.
Sebab jabatan boleh tinggi, tetapi di hadapan hukum, semua tetap memiliki kedudukan yang sama.
Pantun penutup: Ketua DPRD Bone bakal diperiksa, Bupati Gowa pun menjalani pemeriksaan. Kalau hidup ingin selalu terjaga, Jangan takut diperiksa, bila benar dalam perbuatan.