SYAKHRUDDINNEWS.COM – Pagi di Boulevard Makassar selalu punya cerita. Ketika sebagian warga masih menikmati hangatnya tempat tidur, sekelompok lanjut usia khususnya yang tergabung di LLI Sulsel mulai berdatangan.
Langkah mereka mungkin tak lagi secepat ketika muda, rambut pun mulai memutih, tetapi semangat untuk bergerak justru belum kehilangan tenaga.
Mereka datang bukan sekadar untuk berolahraga. Ada tawa yang dipertemukan, ada sahabat lama yang kembali disapa, ada cerita keluarga yang dibagikan, dan ada kegembiraan sederhana karena masih diberi kesempatan menikmati pagi bersama.
Di tengah barisan itu, Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Sulawesi Selatan hadir sebagai ruang kebersamaan. Olahraga menjadi pintu masuk untuk menjaga kebugaran, tetapi persaudaraanlah yang membuat mereka terus datang.
Sebab bagi lansia, sehat bukan hanya tentang tubuh yang kuat, melainkan juga hati yang tenteram dan perasaan bahwa dirinya masih dibutuhkan.
Gerakan mungkin sederhana. Mengangkat tangan, melangkahkan kaki, memutar bahu, menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Namun di balik gerakan itu tersimpan pesan yang dalam: usia boleh bertambah, tetapi semangat hidup jangan ikut menua.
Boulevard kemudian bukan sekadar tempat berolahraga. Ia menjadi saksi bahwa kehidupan setelah usia senja masih menyimpan banyak warna.
Ada yang datang dengan tongkat, ada yang berjalan perlahan, ada pula yang masih lincah mengikuti irama. Semua memiliki satu kesamaan: ingin tetap sehat, tetap bergembira, dan tetap bersama dengan Komunitas Senam Nusantara (KSN) binaan Sigit dan Irma.
Bagi para lansia, setiap pagi yang dilewati dengan tubuh yang bergerak adalah sebuah kemenangan kecil. Bukan lagi soal siapa yang paling cepat, paling kuat, atau paling lama bertahan.
Yang penting adalah hadir, bergerak sesuai kemampuan, tersenyum, berbagai kue, berfose dengan gaya khasnya lalu pulang membawa perasaan bahagia.
Kehadirannya dikoordinir Ketua I LLI Sulsel, Hj.Nirmawati Gani, didukung dua pengurus inti lainnya, Sumiaty Sattar dan Amirah Sambe.
Selain itu, kehadiran Ratna dengan kacamata hitamnya, Ocha sang penyanyi bersama Nurhaeda, serta Hj. Darvawaty Gani semakin membuat suasana makin heboh.
Karena menjadi tua adalah kepastian, tetapi menjadi tua dengan tetap aktif, sehat, dan bersahabat adalah pilihan.
Dan mungkin, itulah pelajaran yang paling indah dari para lansia LLI di Boulevard: hidup tidak berhenti ketika usia bertambah. Hidup justru menjadi semakin berharga ketika setiap pagi masih bisa kita sambut dengan langkah, senyum, dan rasa syukur (sdn)