SYAKHRUDDINNEWS.COM – Pelaksanaan sholat subuh di hari ke-10 Ramadan 1447 H di Masjid Besar Al-Abrar berlangsung penuh kekhusyukan. Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari justru berhenti tepat saat sholat subuh dimulai, seolah menjadi pertanda turunnya rahmat dan keberkahan di pagi yang mulia itu.
Bertindak sebagai penceramah subuh, Prof. Dr. H. Firdaus Muhammad, M.A., tampil anggun mengenakan jas putih dengan selempang hijau.
Dalam tauziahnya, beliau mengangkat tema penting tentang silaturahmi, sebuah amalan sederhana namun memiliki dampak luar biasa dalam kehidupan seorang muslim.
Beliau mengawali dengan mengingatkan tentang kasih sayang Allah yang tercermin melalui sosok seorang ibu. Allah menganugerahkan rahim kepada perempuan, sehingga di sanalah tumbuh kasih sayang yang tak terbatas. Jika ingin menyaksikan betapa besarnya cinta Allah kepada hamba-Nya, maka lihatlah bagaimana tulusnya cinta seorang ibu kepada anaknya.
Prof. Firdaus menegaskan bahwa menyambung silaturahmi tidak selalu harus dengan pertemuan langsung. Di era modern, fasilitas telepon, pesan singkat, dan media sosial seperti WhatsApp dapat menjadi sarana efektif untuk tetap menjaga hubungan, terutama dengan keluarga dan sahabat yang berjauhan. Semua itu tetap bernilai sebagai silaturahmi di sisi Allah.
Beliau kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.
Salah satu cara terbaik untuk merawat silaturahmi adalah dengan memakmurkan masjid. Sebab di masjid, persaudaraan terjalin, ukhuwah tumbuh, dan keberkahan pun mengalir.
Rezeki, lanjut beliau, tidak semata-mata bermakna harta berlimpah. Rezeki juga dapat berupa kesehatan, ilmu pengetahuan, ketenangan batin, keluarga harmonis, serta kelapangan hidup.
Banyak orang yang sibuk bekerja dari pagi hingga larut malam, mengejar materi tanpa henti, hingga melalaikan keluarga, sahabat, bahkan ibadah. Meski hartanya berlimpah, kebahagiaan sejati justru terasa jauh dari genggaman.
Beliau menyinggung pernyataan tokoh dunia, Elon Musk, yang mengakui bahwa kekayaan melimpah tidak selalu berbanding lurus dengan kebahagiaan. Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa ketenangan hati tidak dapat dibeli dengan materi.
Sebagai penutup, Prof. Firdaus mengajak jamaah untuk menenangkan hati dengan membaca Al-Qur’an, sebab saat membacanya, sejatinya kita sedang berdialog langsung dengan Allah SWT.
Di samping itu, beliau berpesan agar senantiasa mencari rezeki yang halalan thayyiban, bersih sumbernya dan membawa keberkahan dalam kehidupan.
Usai ceramah, Prof. Dr. H. Firdaus Muhammad, M.A. menyempatkan diri berfoto bersama pengurus Masjid Besar Al-Abrar Makassar, mengabadikan momen kebersamaan di subuh yang penuh makna (sdn)