SYAKHRUDDIN.COM – Pertemuan rekan-rekan Tagana bersama Panglima Tagana Indonesia berikut ini rangkuman perbincangan dengan Panglima Tagana Indonesia (Andi Hanindito) bersama Anggota Tim 9 yang berlangsung melalui “Zoom Meeting” pada Hari Kamis,1 Juni 2023 Pukul 19.30 Wita
Berikut Intisari pertemuan ;
- Penyampaian perkembangan Tagana di Kota Medan disampaikan oleh Eka Medan terkait dengan ;
- Yayasan Tagana Center Medan
- Pola penangan korban bencana di lokasi wisata
- Tagana sebagai calon ASN
- Yasin Muhammad dari Yogyakarta seputar :
- Tagana dan permasalahannya di Kota Sleman
- Upaya yang telah dilakukan
- Kerjasama dengan berbagai pihak
- Perubahan paradigma di era otoda
- Mendengar – belajar dan bersilaturahmi
- Raden Sahi Gorontalo seputar :
- Pengembangan Yayasan yang dibina
- Pembinaan Tagana secara berjenjang ke level kecamatan
- Upaya yang dilakukan bekerjasama dengan NGO
- Syakhruddin Makassar seputar
- Pembinaan Tagana berbasis kampus
- Tagana dan lanjut usia
- Café Tagana
- Upaya yang telah dan akan dilakukan
Setelah mendengarkan perkembangan dan kemajuan dari masing-masing provinsi, selanjutnya Panglima Tagana Indonesia memberikan apresiasi serta menyampaikan Pokok-pokok pemikiran untuk menjadi bahan diskusi dalam pertemuan mendatang:
Adapun pokok-pokok fikiran sebagai berikut ;
- Forum meeting online perlu terus dilanjutkan untuk mendengarkan permasalahan dan kemajuan yang dialami di provinsi masing-masing, pertemuan mendatang supaya lebih banyak lagi yang ikut, terutama Anggota Tim 9.
- Tagana bukan ORMAS – tetapi RELAWAN KEMANUSIAAN, karenanya, dia harus memiliki “Forum Komunikasi”
- Penanganan bencana yang ditangani Tagana bergeser dari tanggap darurat kepada “Kesiapsiagaan” karena itu, kurangi arah pergerakan ke “Tanggap Darurat” tetapi perkuat “Pengurangan Resiko Bencana”
- Hasil koordinasi dan konsultasi dengan Kemenkum HAM sebelum pensiun, diputuskan ”HAK PATEN TAGANA “ atas Nama “Andi Hanindito – dan karya monumental itu telah diimplementasikan dalam bentuk nilai kerelawanan.
- Panglima bersama Perintis 60 Orang, merupakan kekuatan Inti Nasional
- Mencermati dinamika penganggaran dewasa ini, dimana dengan dihapuskannya “Dana Dekonstransi dan Perbantuan” membuat daerah tak lagi melakukan pelatihan Tagana.
- Ke depan diharapkan Dana Dekonstrasi dan perbantuan kembali akan digiatkan oleh Pemerintah yang baru hasil Pemilu 2024.
- Sebuah penelitian menunjukkan pada tahun 2018 terdapat 83% Tagana tidak memiliki lapangan pekerjaan (Pengangguran), perjalanan berikutnya – memasuki jenjang keluarga – memiliki anak – butuh perumahan – dan oleh sebab itu “Tagana Harus Ada.
- Mencermati perkembangan dewasa ini, khususnya memsuki Generasi Z maka semua kegiatan “Berbasis Sistim”
- Sebagai solusi dalam setiap pelatihan, dilaksanakan melalui daring sebanyak 4 kali dan 1 kali Luring
- Untuk mendapatkan penganggaran dalam berkegiatan maka setiap anggota Tagana harus memiliki usaha (UMKM) dengan basis “NEW TAGANA”
- Perintis Tagana merupakan MPR – nya Tagana Indonesia
- Tagana bila perlu menjadi rekanan bagi Kementerian / Dinas Sosial di daerah
- Kata Kunci :
- Tagana dulu – kini dan mendatang ditegaskan lakukan yang terbaik dan ikuti arah angin bertiup
- Untuk kegiatan sehari-hari Panglima berkantor ruang Bethel Indonesia
- Indonesia belum memiliki “Diplomat Penanggulangan Bencana”
- Panglima akan membentuk Indonesia Disaster Manajemen Agency
- Catatan lepas ini, mungkin masih saja ada yang perlu disempurnakan atau Penulis lupa mencatatnya, mohon bantuan para Perintis untuk melengkapinya demi kepentingan kita bersama.
Makassar, 1 Juni 2023
Sekretaris Tim 9 Tagana Indonesia,
SYAKHRUDDIN.DN
