SYAKHRUDDINNEWS.COM – Pembaca setia Mozaik Kehidupan, pagi ini kita kembali bersua di tepian waktu yang berjalan pelan Senin, 23 Maret 2026. Esok hari, Selasa 24 Maret, sebuah penanda usia kembali ditorehkan: ulang tahun ke-22 Taruna Siaga Bencana, yang kita kenal sebagai TAGANA Indonesia.
Usia yang tak lagi muda, namun justru matang oleh tempaan peristiwa, luka, dan pengabdian yang tak pernah memilih panggung. Ada getar yang sulit dijelaskan setiap kali tanggal ini mendekat. Ingatan seakan ditarik kembali ke sebuah titik muladi Lembang, Jawa Barat.
Ketika gagasan itu ditandatangani menjadi gerakan. Di sana, di bawah komando Andi Hanindito, langkah pertama ditapaki dengan keyakinan sederhana: hadir untuk sesama, terutama pada saat paling rapuh yang bernama bencana.
Penulis menjadi bagian dari mozaik kecil itu, satu di antara 60 perintis dari 33 provinsi, yang datang dengan latar berbeda, namun disatukan oleh semangat yang sama.Waktu bergerak tanpa kompromi. Satu per satu para perintis menepi dari garis depan, memasuki masa purnatugas. Namun pengabdian tak pernah benar-benar usai, ia hanya berganti rupa.
Dari rahim TAGANA, lahirlah LANSIGANA “Lanjut Usia Siaga Bencana” sebuah ikhtiar menjaga nyala semangat, meski usia telah menua. Sebab sejatinya, menjadi relawan bukan semata tentang kuatnya raga, melainkan keteguhan jiwa untuk tetap peduli.
Setiap peringatan ulang tahun TAGANA selalu menyisakan ruang sunyi yang terisi oleh kenangan: peluh di medan bencana, genggaman tangan di tengah duka, serta doa-doa lirih yang melangit di sela tugas kemanusiaan.
Ada haru yang tak sepenuhnya mampu dirangkai kata, karena ia hidup dalam ingatan dan rasa. Di usia ke-22 ini, TAGANA bukan sekadar organisasi. Ia telah menjadi rumah bagi nilai-nilai kemanusiaan, tempat empati ditempa, dan pengabdian menemukan makna paling tulus.
Bagi para perintis, meski langkah tak lagi secepat dahulu, hati tetap berlari, menyertai jejak pengabdian yang kini diteruskan generasi baru. Selamat ulang tahun ke-22 TAGANA Indonesia. Teruslah menjadi cahaya di tengah gelap, menjadi tangan yang terulur saat dunia terasa runtuh.
Sebab selama masih ada duka di negeri ini, selama itu pula pengabdianmu akan selalu menemukan jalannya, dalam semangat yang tak pernah padam: Pantang Tugas Tidak Tuntas.
Deru rudal dari Iran yang tak kunjung reda, meluncur ke negara-negara Teluk sekutu Amerika Serikat dan menghantam fasilitas energi strategis, menjadi ujian serius bagi dominasi militer Washington dan sekutunya, Israel.
Di tengah ambisi Donald Trump untuk meredam konflik yang telah berkobar hampir tiga pekan sejak serangan gabungan 28 Februari lalu, realitas justru menunjukkan jalan damai yang terjal. Teheran dengan kekuatan rudal balistiknya yang disebut terbesar di Timur Tengahmenjadikan setiap upaya penghentian konflik seolah berpacu dengan bayang-bayang kekuatan yang sulit dilumpuhkan.
Di balik layar ponsel dan ruang-ruang sunyi pergaulan, sebagian anak SMA perlahan terseret arus ideologi teror dan kekerasan melalui jalur yang kerap tak disadari. Ia bermula dari rasa ingin tahu, pencarian jati diri, hingga kebutuhan akan pengakuan.
Konten radikal yang dibungkus narasi heroisme dan ketidakadilan menyusup lewat media sosial dan forum tertutup, lalu diperkuat algoritma yang terus menyajikan hal serupa. Dalam kondisi psikologis yang masih labil, dunia dipandang secara hitam-putih, dan kekerasan seakan menemukan pembenarannya.
Minimnya literasi digital serta renggangnya dialog dalam keluarga dan sekolah menjadi celah, hingga sebagian remaja bergeser dari penonton menjadi simpatisanbahkan berpotensi menjadi pelaku. Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan bahwa status tahanan rumah terhadap Yaqut Cholil Qoumas bersifat sementara, bukan permanen, di tengah proses hukum yang terus berjalan.
Sejak Kamis malam 19 Maret 2026 mantan Menteri Agama itu menjalani penahanan di kediamannya setelah sebelumnya berada di Rumah Tahanan Negara KPK cabang Gedung Merah Putih. Perubahan status ini menjadi bagian dari dinamika penanganan perkara, dengan pengawasan yang tetap ketat oleh lembaga antirasuah.
Suasana tenang di Samarinda mendadak berubah mencekam ketika warga Jalan Batung Klanduk, Kelurahan Sempaja Utara, digegerkan oleh penemuan potongan tubuh manusia di dalam karung, Sabtu siang 21 Maret 2026.
Berawal dari rasa penasaran anak-anak yang bermain di sekitar lokasi, karung mencurigakan itu akhirnya dibuka dan menghadirkan pemandangan mengerikantubuh dalam kondisi termutilasi, diduga korban pembunuhan.
Kepanikan pun tak terelakkan, sementara aparat bergerak cepat mengusut tabir kejahatan yang mengguncang ketenangan lingkungan tersebut.
Di Kabupaten Barru, tepatnya di Kelurahan Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, sejumlah warga Muhammadiyah dilaporkan belum dapat melaksanakan salat berjamaah di lokasi yang telah direncanakan.
Kendala penggunaan tempat memaksa pelaksanaan ibadah tertunda, memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat. Namun di balik itu, tetap tumbuh ikhtiar mencari alternatif, sembari berharap hadirnya solusi yang arif yang menjunjung tinggi toleransi dan kebebasan beribadah.
Sementara itu, sebanyak 150 warga binaan di Lapas Kelas IIB Maros menerima remisi khusus Idulfitri 2026. Penyerahan dilakukan usai Salat Id yang juga dihadiri mantan Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin.
Suasana haru menyelimuti lapas, ketika pengurangan masa hukuman itu menjadi secercah harapan, awal untuk kembali menata hidup dengan lebih baik di tengah masyarakat.
Pantun Penutup: Pergi ke ladang memetik kapas, Singgah sebentar di tepi telaga. Hidup ini hanyalah sekejap napas, Berbuat baiklah selagi bisa.
Sampai di sini perjumpaan kita hari ini. Insya Allah, esok kita kembali hadir menyapa Anda dengan kisah-kisah kehidupan yang lain—yang dekat, yang hangat, dan yang bermakna. Karena kami percaya, Mozaik Kehidupan bukan sekadar bacaan, melainkan bagian dari perjalanan hidup Anda.
ONE COMMAND
ONE RULE
ONE CORP
ARE YOU READY ? YES… YES… YES…