Fajar kembali mengetuk jendela usia,
Membawa angka yang tak sekadar hitungan.
Enam puluh tujuh tahun telah kau rajut
Dengan benang kesabaran, air mata, doa,
Dan cinta yang tak pernah usai.
Engkau telah menempuh perjalanan panjang
Di bumi yang bernama kehidupan.
Menjadi anak, menjadi istri, menjadi ibu,
Lalu menjadi nenek
Yang menghadirkan teduh
Bagi tiga anak dan empat cucu
Yang kini menjadi pelangi di langit hatimu.
Waktu memang meninggalkan jejak.
Tubuh tak lagi sekuat dulu.
Di ruang hemodialisis,
Berjam-jam kau berdamai
Dengan selang mesin dan harapan.
Namun tak pernah kulihat
Semangatmu menyerah.
Justru di sana aku menyaksikan
Betapa kuatnya seorang perempuan
Yang menggenggam hidup
Dengan keyakinan kepada Allah.
Senyum anak-anakmu
Adalah obat yang tak tertulis.
Tawa cucu-cucumu
Adalah embun
Yang menyegarkan jiwa.
Setiap pelukan mereka menjadi alasan
Untuk terus melangkah,
Meski jalan kadang terasa terjal.
Terima kasih
Kepada para dokter
Yang merawat dengan ilmu.
Terima kasih
Kepada para perawat
Yang melayani dengan hati.
Di tangan-tangan yang bersahabat itu,
Engkau menemukan harapan
Bahwa kasih sayang juga dapat hadir
Melalui profesi yang mulia.
Dan izinkan aku,
Pendamping yang berjalan bersamamu,
Mengucapkan sesuatu
Yang mungkin tak pernah cukup
Diwakili kata-kata.
Terima kasih
Karena telah menjadi teman hidup,
Sahabat dalam setiap musim,
Penjaga rumah,
Penyejuk hati, dan ibu terbaik
Bagi anak-anak kita.
Dalam suka
Kita pernah tertawa bersama.
Dalam duka kita saling menguatkan.
Kini, di penghujung senja usia,
Izinkan aku tetap menggenggam tanganmu,
Menemanimu
Hingga Allah menuliskan akhir kisah
Yang paling indah bagi kita.
Selamat Milad ke-67, Hj. Nurlia Dg Puji.
Semoga setiap detak jantungmu
Senantiasa dipenuhi keberkahan.
Semoga setiap doa
Menjadi cahaya.
Semoga setiap langkah
Bernilai ibadah.
Dan semoga Allah SWT
Mengangkat setiap rasa sakitmu
Menjadi penghapus dosa,
Menambah kemuliaan,
Serta menghadiahkan kesehatan,
ketenangan,
Dan umur yang penuh manfaat.
Dirgahayu Milad ke-67, Salamaki…
Semoga cinta kita tetap bertumbuh,
Hingga kelak dipertemukan kembali
Di taman surga-Nya,
Tanpa lagi air mata,
Tanpa lagi rasa sakit,
Hanya kebahagiaan yang abadi.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
