Kondisi permukiman dan tebing pascalongsor di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (10/1/2021). Tanah longsor yang diduga terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi pada Sabtu (9/1) sore tersebut mengakibatkan 12 orang korban meninggal dua dan belasan orang diperkirakan masih tertimbun serta 14 bangunan rusak berat. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj.
SYAKHRUDDIN.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor mengakibatkan longsor di tebingan jalan Pancawati, Ciherang, Kabupaten Bogor. Material longsor menimpa 3 mobil yang tengah melaju di jalan tersebut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.
Dilansir dilaman Beritasatu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Aris Nurjatmiko mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 14.10 WIB.
Ketika itu, tembok penahan tanah di pinggir Jalan Cikereteg-Pancawati sepanjang 15 meter dengan tinggi 3 meter ambrol.
”Material longsor menimpa tiga unit mobil yang sedang melaju dari arah Pancawati,” kata Aris, Minggu 7 November 2021.
Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian ini. Hanya saja, material longsor dari tembok tersebut membuat ketiga mobil mengalami kerusakan.
“Korban jiwa atau luka nihil,” jelas Aris.
Diduga, longsor tersebut disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bogor sejak siang tadi.
Saat ini, material longsor belum dapat dibersihkan karena membutuhkan alat berat. Sebagian badan jalan belum bisa digunakan, lantaran masih tertutup material longsor.
”Belum perbaikan kemungkinan memerlukan alat berat untuk evakuasi material longsoran karena berupa bongkahan tembok dan batu. Kendaraan masih bisa melintas di jalur sebelahnya,” kata Aris (syakh/beritasatu)
