SYAKHRUDDINNEWS.COM – Pembaca Mozaik Kehidupan, akhirnya kita tiba dengan selamat di tepian waktu di penghujung Ramadan 1447 Hijriah. Takbir mulai menggema, menandai hadirnya 1 Syawal 1447 H yang telah lebih dahulu disambut oleh sebagian umat, sementara yang lain menanti esok hari, Sabtu 21 Maret 2026.
Perbedaan itu hadir sebagai dinamika keyakinan, namun tidak mengurangi makna kemenangan yang kita rayakan bersama. Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… walillāhil hamd.
Dari perbedaan itulah, kita belajar tentang keluasan makna persatuan. Di tengah ragam penetapan hari raya, kita tetap terikat dalam satu simpul ukhuwah. Negeri ini telah lama terlatih merawat keberagaman, menjadikannya kekuatan, bukan sekat pemisah.
Sebab sejatinya, kita menuju tujuan yang sama, menggapai ridha Ilahi, meski melalui cara pandang yang berbeda dalam menatap langit. Maka, di hari yang fitri ini, marilah kita rajut kembali tali silaturahmi, saling memaafkan dengan hati yang lapang.
Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kemenangan ini menjernihkan jiwa, menguatkan persaudaraan, dan menuntun langkah kita menuju hari-hari yang lebih penuh makna.
Sementara itu, dari belahan dunia lain, Komite Pengamatan Bulan Sabit Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Qatar mengumumkan bahwa Kamis, 19 Maret 2026, ditetapkan sebagai hari ke-30 sekaligus penutup Ramadan.
Dengan demikian, umat Islam di negara tersebut menyempurnakan ibadah puasanya selama tiga puluh hari penuh, dan merayakan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026, sebuah penegasan bahwa perbedaan waktu hanyalah variasi, bukan pemisah makna kemenangan.
Namun, di tengah gema takbir yang membahagiakan, kabar duka datang menyapa dengan lirih. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah salah seorang jamaah Masjid Besar Al-Abrar, H. Asgaf Alwy (68).
Almarhum wafat usai menunaikan sholat lail di Masjid Babul Muttaqien, Jalan Dg Tata Raya Makassar, tempat beliau mengabdikan diri sebagai pengurus.
Setahun terakhir, beliau ikut berjamaah di Masjid Besar Al-Abrar terutama kalau ada pengajian, sebuah ruang ibadah yang menyimpan jejak kenangan sejak masa kecilnya. Sehari sebelum kepergiannya, almarhum masih sempat hadir buka puasa dan sholat subuh, seakan menjadi penutup indah perjalanan hidupnya di dunia fana.
Memasuki hari ke-29 Ramadan, selepas sholat lail, beliau pulang untuk sahur dan bersiap kembali ke masjid, namun takdir Allah berkata lain, maut datang menjemput menjelang subuh.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, serta jejak dakwah yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Selamat jalan, H.Asgaf Alwy, semoga Allah menempatkanmu di surga-Nya yang terbaik.
Dari ruang duka, perhatian publik beralih pada peristiwa yang mengguncang rasa keadilan. Langit penegakan hukum kembali diuji oleh kabar yang mengusik nurani.
Di Mabes TNI, Cilangkap, Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Yusri Nuryanto, menyampaikan bahwa terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus diduga berasal dari internal militer.
Pernyataan ini bukan sekadar membuka tabir kasus, tetapi juga menggugah kesadaran tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas di tubuh institusi negara.
Publik menanti langkah tegas bukan hanya untuk mengungkap fakta, tetapi juga memastikan keadilan benar-benar berpihak pada korban. Sebab di tengah derasnya arus informasi, hukum harus tetap berdiri tegak, tanpa pandang bulu, tanpa bayang-bayang kekuasaan.
Di sisi lain, dinamika mudik Lebaran kembali menghadirkan kisah yang mengundang senyum sekaligus haru. Seorang perempuan pemudik tertinggal oleh keluarganya di Rest Area KM 130 Tol Cipali usai menunaikan salat subuh.
Ketika kembali ke area parkir, kendaraan yang ditumpanginya telah melaju tanpa jejak, menyisakan kepanikan yang seketika menyergap.
Namun di tengah kegelisahan itu, hadir tangan-tangan kepedulian. Petugas Satlantas Polres Indramayu dengan sigap mengantarnya menyusul keluarga, bahkan menggunakan kendaraan dinas.
Kisah ini pun viral di media sosial, menjadi potret kecil dari hiruk-pikuk perjalanan mudik, di mana lelah, lengah, dan harap saling berkelindan, namun kemanusiaan tetap menemukan jalannya.
Tak jauh dari hiruk-pikuk itu, denyut ekonomi dan jejaring saudagar Bugis-Makassar bersiap bergaung. Perhelatan akbar Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXV Tahun 2026 dipastikan berlangsung semarak dengan kehadiran sejumlah pengusaha nasional, termasuk Budi Harta Winata.
CEO PT Artha Mas Andalan sekaligus Ketua BPD KKSS Bekasi itu dijadwalkan hadir bersama ratusan saudagar lainnya dalam kegiatan yang akan digelar di Hotel Claro Makassar pada 25–26 Maret 2026.
Kehadirannya menjadi magnet tersendiri, merepresentasikan tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh,” sejalan dengan perjalanan hidupnya yang inspiratif.
Di tengah riuhnya ruang publik yang kian sarat kepentingan, para seniman tetap berdiri sebagai penjaga nurani. Mereka bukan sekadar penghibur, melainkan suara alternatif ketika kekuasaan mulai kehilangan arah.
Melalui kanvas, puisi, musik, hingga panggung teater, mereka merawat ingatan kolektif sekaligus menyampaikan kritik yang kerap lebih tajam daripada pidato politik.
Dalam setiap goresan dan bait, terselip kegelisahan atas ketidakadilan dan kebungkaman yang dipaksakan. Seni pun menjelma menjadi medium perlawanan yang elegan namun menggugah, mengingatkan kita bahwa ketika suara rakyat dibungkam, seni akan selalu menemukan jalannya untuk berbicara.
Perbedaan dalam penetapan hari raya sejatinya berakar dari persoalan yang lebih mendasar, yakni belum terwujudnya kalender Hijriah global yang tunggal. Hingga kini, umat Islam masih dihadapkan pada dua pendekatan utama: rukyat dan hisab, keduanya memiliki landasan fikih serta legitimasi historis yang sama kuat.
Perbedaan ini tidak semata teknis, melainkan menyentuh dimensi keyakinan dan otoritas keagamaan. Di sisi lain, faktor geografis, kriteria visibilitas hilal, hingga aspek politik dan kedaulatan negara turut memperumit upaya penyatuan tersebut.
Meski Organisasi Kerja Sama Islam terus mendorong dialog dan standardisasi, kesepakatan global masih menjadi pekerjaan panjang. Padahal, secara ilmiah, kemajuan astronomi telah membuka jalan, tinggal menunggu kesediaan umat untuk melangkah dalam kesepahaman yang lebih luas.
Sampai di sini jejak kita hari ini. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga setiap langkah kita selepas Ramadan menjadi lebih jernih, lebih arif, dan lebih bermakna.
Sami-sami … !
Kami sekeluarga juga mohon maaf
Lahir dan batin 🙏