Dahulu engkau, panutan yang membanggakan,
Tegap berdiri di barisan depan,
Kami ikuti jejak dan titahmu,
Dengan hormat yang tulus tanpa paksaan.
Namun waktu berjalan tanpa kompromi,
Dan sikapmu pun perlahan berganti,
Purnatugas bukan akhir dari segalanya,
Tapi egomu menjelma jadi mahkota baru yang kau junjung tinggi.
Masih teringat saat engkau jadi atasan,
Kami belajar, bekerja, dan berjalan bersama,
Kini, kita sejajar dalam langkah dan ruang,
Namun engkau tetap menatap dari singgasana lama.
Biarlah kami menepi, menjauh tanpa benci,
Menempuh jalur sepi, membangun kembali,
Dari sisa-sisa kekuatan masa silam,
Yang dulu pernah kau nyalakan, kini kami rawat dalam diam.
Selamat tinggal, orang yang pernah kukagumi,
Maafkan kami memilih jalan sendiri,
Bukan karena badai dari luar yang menantang,
Tapi karena karaktermu yang tak pernah berubah,
Terima kasih, untuk waktu yang pernah kau beri,
Untuk setiap kegiatan yang kau dampingi,
Kini kami melangkah tanpa saling menyakiti,
Menjaga damai, meski tak lagi berbagi mimpi.
Makassar, 10 Mei 2025
by.syakhruddintagana
