Subuh pertama, 1 Januari 2026
Langit masih pucat, azan mengalun pelan,
Menyapa jiwa-jiwa yang memilih datang dalam sunyi.
Pesertanya tak banyak, barangkali semalam
Waktu dihabiskan pada sorak dan kembang api,
Pada hitung mundur dan pelukan perayaan.
Namun pagi ini mengajarkan satu hal:
Kesetiaan tak selalu ramai,
Ia justru tumbuh dalam sepi.
Di sajadah yang sederhana,
Kita membuka lembaran baru,
Bukan dengan gegap gempita,
Melainkan dengan niat yang ditata kembali.
Mari isi hari-hari ke depan dengan kerja yang jujur,
Doa yang tak putusdan pengabdian yang tulus
Meski tak selalu dipuji, meski sering luput dicatat manusia.
Usia terus bertambah, waktu tak pernah bernegosiasi.
Kita pun perlahan belajar menua, bukan sekadar pada tubuh,
Tetapi pada kebijaksanaan dan kepasrahan.
Sebab pada akhirnya, setiap langkah adalah perjalanan pulang,
Setiap detik adalah pengingat bahwa suatu saat
Akan tiba panggilan itu.
Kini saatnya kembali menata niat, menjernihkan hati,
Berjalan lebih tenang menyongsong hari-hari
Yang dititipkan Tuhan di tahun 2026.
Salam Takzim : Syakhruddin Tagana
