SYAKHRUDDINNEWS.COM – Pembaca setia Mozaik Kehidupan yang kami banggakan, hari-hari di penghujung Ramadan selalu membawa suasana yang khas. Irama kehidupan terasa sedikit melambat, seolah memberi ruang bagi manusia untuk menata kembali langkahnya.
Libur panjang mulai terasa, keluarga-keluarga merencanakan perjalanan pulang ke kampung halaman, sementara rindu terhadap orang tua dan tanah kelahiran perlahan menguat. Namun di tengah segala rencana itu, Ramadan tetap mengingatkan kita pada kewajiban yang tak boleh terlupa:
Menunaikan zakat fitrah, memperbanyak infak dan sedekah, agar perjalanan menuju hari kemenangan tidak hanya dipenuhi agenda duniawi, tetapi juga keberkahan yang menenteramkan hati.
Tanda-tanda arus mudik pun mulai terlihat nyata. Di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, pergerakan penumpang meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Koper-koper bergulir di lantai terminal, wajah-wajah lelah bercampur harap, sementara pelukan perpisahan dan janji untuk segera bertemu kembali menjadi pemandangan yang berulang.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan tujuh masjid yang menjadi lokasi rest area dalam perjalanan mudik, diantaranya Masjid Bontonompo di Gowa, Masjid Dato Ditiro Bulukumba termasuk Masjid Raya di Masamba, selain sarana rest area berbasis masjid, mereka juga disiapkan paket untuk perjalanan pulang ke kampung halaman.
Di sudut kota yang lain, pasar tradisional dan pusat perbelanjaan mulai dipadati pengunjung. Diskon kebutuhan lebaran menjadi daya tarik tersendiri, menghadirkan hiruk-pikuk yang kontras dengan beberapa masjid yang mulai terasa lebih lengang dibandingkan awal Ramadan.
Begitulah potret kehidupan menjelang Idulfitri: antara langkah menuju rumah ibadah dan langkah menuju pusat perbelanjaan, antara keheningan doa dan riuhnya transaksi.
Semoga kita tetap mampu menjaga keseimbangan, menempatkan ibadah sebagai pusat dari segala kesibukan, sehingga Ramadan tidak sekadar berlalu sebagai tradisi tahunan, melainkan benar-benar meninggalkan jejak kebaikan di dalam hati.
Sebuah pantun pembuka berbunyi :
Tak kunjunga bangun turu Na gunciri gulingku Kualleanna Tallanga Na towalia
Makna bebas jika dikaitkan dengan perjuangan pulang kampung:
Aku belum juga bisa bangun dari tidur, Gulingku terus kuputar-putar karena gelisah, Yang kupikirkan hanyalah satu: Keinginan untuk kembali ke kampung halaman.
Di panggung dunia, situasi geopolitik juga terus bergerak dinamis. Iran diketahui memiliki salah satu persediaan rudal balistik terbesar di kawasan Timur Tengah. Sejumlah penilaian intelijen Barat menyebutkan bahwa sebelum konflik besar beberapa tahun terakhir, negara itu diperkirakan memiliki sekitar tiga ribu rudal balistik berbagai jenis.
Meski sebagian fasilitas peluncur mengalami kerusakan akibat serangan militer, para analis menilai Iran masih memiliki sekitar dua ribu rudal yang tetap operasional. Persenjataan itu meliputi berbagai tipe seperti Sejjil, Ghadr, Emad, Shahab-3, hingga Khorramshahr yang dirancang menjangkau target hingga dua ribu kilometer, menjadikan kekuatan rudal sebagai salah satu pilar utama strategi pertahanan negara tersebut.
Di kawasan Timur Tengah lainnya, fenomena alam juga menarik perhatian dunia. Badai pasir dahsyat menyelimuti Jalur Gaza, mengubah langit menjadi oranye pekat dan menurunkan jarak pandang secara drastis.
Angin kencang membawa butiran pasir tebal yang berputar di udara, menutup jalan, bangunan, dan permukiman warga sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Fenomena dengan intensitas seperti ini disebut baru kembali terjadi setelah lebih dari lima tahun terakhir, menjadikannya salah satu badai pasir paling mencolok yang pernah melanda wilayah pesisir yang padat penduduk tersebut.
Di tengah berbagai krisis kemanusiaan global, wibawa Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali dipertanyakan. Dewan Keamanan yang seharusnya menjadi penjaga perdamaian dunia dinilai semakin sering terjebak dalam tarik-menarik kepentingan politik negara-negara besar yang memiliki hak veto.
Akibatnya, berbagai konflik bersenjata dan tragedi kemanusiaan berlangsung berlarut-larut tanpa keputusan yang kuat, memunculkan kritik luas dari masyarakat internasional yang menilai lembaga tersebut perlu direformasi agar mampu kembali menjalankan mandatnya menjaga keamanan dan keadilan global.
Sementara itu, langkah politik tegas datang dari Eropa. Pemerintah Spanyol memutuskan menghentikan hubungan diplomatik dengan Israel di tengah meningkatnya kritik internasional terhadap situasi kemanusiaan di kawasan konflik Timur Tengah.
Keputusan Madrid dipandang sebagai bentuk protes politik terhadap kebijakan militer Israel yang dinilai menimbulkan penderitaan besar bagi warga sipil. Langkah ini memicu perhatian luas di panggung diplomasi global dan berpotensi memperdalam perdebatan di antara negara-negara Eropa mengenai sikap terhadap konflik yang terus berkepanjangan.
Di dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Permintaan tersebut disampaikan sebagai penegasan bahwa negara harus hadir melindungi para pembela hak asasi manusia serta memastikan tidak ada ruang bagi kekerasan dan intimidasi terhadap aktivis sipil.
Presiden menekankan agar proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan cepat sehingga pelaku serta motif di balik serangan tersebut dapat segera terungkap.
Isu lain yang juga ramai diperbincangkan adalah pembatasan kegiatan takbiran menjelang Idulfitri di Bali. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukanlah larangan bagi umat Islam untuk mengumandangkan takbir, melainkan upaya menjaga ketertiban dan menghormati kondisi sosial budaya setempat.
Masyarakat tetap diperbolehkan melaksanakan takbiran di masjid atau mushala secara tertib, sementara kegiatan takbiran keliling di jalan raya diimbau untuk tidak dilakukan guna menghindari kemacetan dan potensi gangguan keamanan.
Dari sektor pemerintahan, pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara juga tengah menyiapkan proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2026. Rekrutmen ini dirancang untuk menjaring talenta muda yang kompeten, berintegritas, dan memiliki komitmen pengabdian kepada negara, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan teknis, serta transformasi digital pemerintahan.
Proses seleksi diproyeksikan tetap berlangsung secara terbuka dan berbasis sistem digital, sehingga setiap warga negara yang memenuhi syarat memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Di tengah proses penguatan aparatur negara itu, muncul pula kekhawatiran mengenai nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di berbagai daerah yang disebut terancam diberhentikan akibat keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan bahwa kebutuhan pembiayaan bagi tenaga P3K sebenarnya telah diperhitungkan dalam perencanaan anggaran nasional.
Pemerintah pusat meminta pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankan kebijakan pengangkatan P3K sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar lainnya.
Sajak Penutup
Ramadan berjalan menuju senja, Langkah manusia mulai bersiap pulang. Namun sebelum perjalanan menjadi panjang, Ingatlah Ada zakat yang menunggu ditunaikan, Ada sedekah yang menanti dilapangkan.
Terima kasih atas kebersamaan selama ini. Mozaik Kehidupan selalu hadir di ruang Anda sebagai persembahan sedekah literasi dari Sang Penulis. Tetap semangat pagi.
Mantap….