SYAKHRUDDINNEWS.COM – “Di Pagi yang Setia, Kita Belajar Bertahan”
Pembaca setia Mozaik Kehidupan yang penulis muliakan, Alhamdulillah. Kita kembali dipertemukan dengan pagi.
Pagi yang setia, yang tak pernah absen mengetuk jendela harapan. Mentari meniti perlahan, embun masih menggantung di ujung dedaunan, dan secangkir kopi mengepul lirih di sudut meja. Di sanalah hidup kembali berdenyut, sederhana, namun penuh makna.
Senin datang membawa janji. Setelah jeda akhir pekan, kita menata ulang niat, merapikan langkah, dan meneguhkan harap. Mozaik Kehidupan hadir sebagai teman sunyi.
Menyapa tanpa suara, menemani tanpa tuntutan. Ia menjadi saksi bahwa menulis, bagi seorang purnabakti, bukan sekadar kebiasaan, melainkan cara bertahan agar jiwa tetap hidup, agar hari-hari tak larut dalam kehampaan.
Purnabakti bukanlah akhir perjalanan. Ia adalah gerbang menuju makna baru. Di rumah yang senyap, pagi, siang, dan sore sering terasa serupa. Maka, waktu mesti diisi: dengan renungan, dengan karya, dengan doa.
Agar ingatan tetap jernih, agar raga tak lekas rapuh, dan agar jiwa terhindar dari tiga S: stres, stroke, dan stop. Menulis menjadi ikhtiar kecil untuk tetap waras di tengah sunyi.
Namun hidup tak selalu ramah. Dari Jambi, kabar duka mengetuk nurani bangsa. Dua anggota polisi dipecat tidak dengan hormat akibat kejahatan yang mencederai kemanusiaan.
Di balik palu sidang yang diketuk, ada mimpi seorang gadis yang remuk sebelum tumbuh. Ada luka yang menganga. Ada kepercayaan publik yang koyak.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit: kekuasaan tanpa nurani hanya melahirkan kehancuran. Semoga keadilan benar-benar berpihak kepada korban.
Di sela kabar muram, cahaya datang dari Jakarta. Presiden Prabowo Subianto mewakafkan sebidang lahan strategis di kawasan Bundaran HI untuk pusat lembaga-lembaga Islam.
Di jantung kota yang gemerlap, kelak berdiri ruang sujud kolektif, tempat musyawarah dan ikhtiar umat. Sebuah tanda bahwa di tengah hiruk-pikuk dunia, nilai-nilai spiritual tetap harus dijaga.
Kabar lain datang dari Lampung. Provinsi ini dipercaya menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional dan Porwanas 2027. Sebuah kehormatan, sekaligus tanggung jawab besar, yang menegaskan peran pers sebagai penjernih informasi dan penjaga nurani publik.
Sementara di Majene, seorang remaja menjadi korban pengeroyokan saat hanya hendak membeli makanan. Di Selayar, angin kencang merobohkan pohon kapuk yang menimpa rumah warga.
Tak ada korban jiwa, namun peristiwa-peristiwa kecil ini mengingatkan kita betapa rapuhnya manusia di hadapan kekerasan dan alam.
Dan di Makassar, sepasang anak manusia mengikat janji dalam pernikahan. Di tengah hujan dan keterbatasan, cinta tetap menemukan jalannya. Seolah semesta ingin berbisik: di antara luka dan duka, selalu ada bahagia yang tumbuh diam-diam, selamat menempuh hidup baru, Dedy dan Habibah.
Sebagai pengurus Masjid Besar Al-Abrar, Penulis menerima sebuah buku yang terasa lebih dari sekadar bacaan: Manajemen Pengelolaan Dana Masjid. Karya dua insan penuh dedikasi, Drs. Syarifuddin Lantjo, B.Sc., M.Si., Akt., AAAI dan Adistian, S.Pd.I., M.Si, dengan kata pengantar dari Lahamuddin K., S.Ag Daeng Gassing, serta sambutan H. Moh. Syarief, S.STP., M.Si, Kepala Bagian Kesra Kota Makassar.
Buku ini seperti lentera di lorong pengabdian. Di dalamnya tersaji panduan lengkap tentang tipologi masjid, prinsip pengelolaan dana, sistem pencatatan, akuntansi, laporan mingguan hingga tahunan, sampai pengawasan. Sebuah ikhtiar ilmiah yang membumi, layak dimiliki setiap pengelola masjid agar amanah jamaah terjaga dan keberkahan terus mengalir.
Di halaman-halamannya, kita belajar bahwa masjid bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan pusat denyut sosial, ekonomi, dan spiritual umat. Sebuah amanah besar, yang harus dipelihara dengan kejujuran dan ketulusan.
Pembaca setia, Beginilah hidup, sebuah mozaik. Ia merangkai gelap dan terang dalam satu bingkai. Dari kabar duka, kita belajar empati. Dari bahagia, kita belajar syukur. Dari harapan, kita belajar bertahan dan selanjutnya istigfar di masjid tempat kita mendulang bekal akherat.
Selamat menjemput hari. Semoga setiap langkah kita hari ini menjadi jejak kebaikan yang kelak kita syukuri.


MaasyaaALLAH serba serbi kehidupan tertulis apik di mozaik kehidupan. Mengingatkan kita tentang bagaimana memberi makna positif pada setiap hembusan nafas kita.