Mozaik Kehidupan Edisi Selasa 10 Februari 2026
SYAKHRUDDINNEWS.COM – Di Antara Detik, Doa, dan Denyut Kehidupan !!!
Selamat pagi, Pembaca Setia Mozaik Kehidupan, Selasa datang tanpa gaduh. Ia mengetuk pintu hari perlahan, hampir tak terdengar. Namun begitu ia masuk, waktu kembali berlari, menjemput takdir manusia satu demi satu.
Jam berputar tanpa jeda, musim berganti tanpa pamit, dan hidup mengalir membawa kabar: tentang luka dan tawa, kehilangan dan harapan, tentang jatuh dan bangkit yang tak pernah usai. Di sela arus yang tak kenal henti itu, Mozaik Kehidupan hadir sebagai ruang teduh.
Tempat kita menepi, menarik napas, dan menengok ke dalam diri. Sebab menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan upaya merawat makna, agar hidup tak sekadar lewat, melainkan benar-benar berbekas.
Di setiap kalimat, terselip doa, agar hari-hari senja tetap bercahaya.
Di tengah gemuruh era digital, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengingatkan bahaya brain rot, otak yang lelah dan tumpul akibat banjir informasi tak berkualitas.
Dari mimbar Hari Pers Nasional di Serang, ia menegaskan: teknologi membuka peluang, namun juga menyimpan risiko besar jika tak disertai kejernihan nalar.
Di sinilah peran jurnalis diuji, bukan menambah kebisingan, melainkan menjadi penjernih, menghadirkan berita yang terverifikasi, beretika, dan mencerahkan. Sebab di tengah riuh dunia, kebenaran tetap harus dipelihara dengan kebijaksanaan.
Kriiiing… Nada dering memecah sunyi siang. “Saya Niar, Kanda…”
Esok, Niar akan menjejakkan langkah ke Kantor Kelurahan Pa’Baeng-Baeng, menyiapkan ruang dialog bagi reses anggota DPRD Kota Makassar di Jalan Andi Tonro IV.
Sebuah langkah kecil, namun sarat arti: membuka telinga kebijakan agar sudi mendengar suara lorong, bisik dapur, dan harap rumah-rumah sederhana.
Di sanalah demokrasi menemukan denyut sejatinya, saat wakil rakyat menyimak, dan rakyat berbicara dengan jujur.
Dari penjuru negeri, kabar baik turut bersemi. Lima desa dinobatkan sebagai penerima Apresiasi Desa Budaya 2025 oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon:
Cibaliung di Banten, Duarato di NTT, Suak Timah di Aceh, Tanjung Isuy di Kalimantan Timur, dan Tebat Patah di Jambi.
Mereka bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan menghidupkannya. Di desa-desa itu, budaya menjelma napas sosial, kekuatan ekologis, sekaligus penggerak ekonomi. Dari ruang-ruang yang bersahaja, lahir keteguhan menjaga jati diri bangsa.
Namun hidup tak selalu ramah;
Di Sukabumi, seorang bocah perempuan berusia enam tahun, SH, terkapar kritis setelah tertembak senapan angin milik ayah tirinya. Sebuah kelalaian kecil menjelma tragedi besar. Dentuman yang semestinya tak pernah ada, merobek tawa masa kanak-kanak.
Kita kembali diingatkan: kehati-hatian adalah bentuk cinta paling nyata. Sebab satu detik alpa, dapat mengubah arah hidup selamanya.
Dari luka, kabar duka menyusul; Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, Duta Besar RI untuk Filipina, berpulang pada Minggu malam, 8 Februari 2026, di RSPAD Gatot Subroto.
Putra Pahlawan Revolusi, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, itu menutup perjalanan panjangnya dalam usia 78 tahun.
Ia telah menanam jejak pengabdian—di militer, parlemen, Lemhannas, hingga dunia diplomasi. Kepergiannya mengingatkan kita: setinggi apa pun jabatan, pada akhirnya semua bermuara pada satu keheningan abadi—bersimpuh di hadapan Sang Khalik.
Dari sunyi duka, denyut kota kembali berdetak; Di tepi Pantai Bosowa, langit Makassar membentang biru. Wali Kota Munafri Arifuddin bersua dengan para Ketua RT dan RW se-Kota Makassar. Silaturahmi ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikrar pelayanan.
“RT dan RW adalah denyut nadi pemerintahan,” ucap Appi lirih, namun tegas. Di tangan merekalah kehidupan warga disentuh paling awal, dari gang sempit hingga jalan protokol. Kebersihan dan pelayanan dipancang sebagai dua poros utama pengabdian.
Tak boleh ada keluhan yang menggantung, apalagi terabaikan.
Di panggung politik, semangat petarung turut bergema; Ketua Umum Partai Perindo, Angela Tanoesoedibjo, menaruh keyakinan besar pada kepengurusan Perindo Sulsel.
Ia memuji sosok Hayat Gani sebagai figur eksekutor, bukan sekadar perancang, melainkan pelaksana.
Baginya, politik bukan semata gagasan, melainkan keberanian menuntaskan perjuangan.
Dari Makassar, ia menyalakan obor optimisme kader muda untuk berani menantang arus demi perubahan.
Di ruang publik, suara kecewa pun menggema; Chiki Fawzi mengaku dicopot dari jajaran petugas haji 2026 melalui jalur influencer. Putri Ikang Fawzi itu merasa telah mengikuti seluruh tahapan yang ditetapkan panitia.
Namun pencoretan namanya memantik tanya, terlebih ketika ia menduga ada upaya melindungi pihak tertentu.
Polemik ini kembali mengajarkan kita: bahwa keadilan prosedural tak boleh sekadar jargon, melainkan harus hadir nyata.
Sementara itu, pemerintah menyiapkan skema work from anywhere (WFA) menjelang Nyepi dan Lebaran. Kebijakan ini, kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, diharapkan meredam kepadatan arus mudik sekaligus menjaga denyut ekonomi.
Diskon transportasi dan stimulus sosial kembali digelontorkan. Negara berikhtiar menghadirkan kelonggaran, agar masyarakat dapat merayakan hari raya dengan lebih lapang.
Di tengah hiruk-pikuk kabar, sebotol kecap manis mengajak kita menepi sejenak; Penyedap rasa khas Indonesia ini adalah jejak perjumpaan budaya Tionghoa dan Jawa.
Dari guci-guci tua hingga manisnya gula jawa, kecap manis menjadi simbol asimilasi yang damai.
Ia mengajarkan: perbedaan bukan alasan berjarak, melainkan pintu lahirnya kekayaan rasa. Seperti hidup yang kian bermakna saat berani memeluk keragaman.
Begitulah hidup tersusun; dari doa dan duka, dari kerja dan cinta, dari tragedi dan prestasi.
Semuanya berpadu di satu kanvas besar bernama Mozaik Kehidupan. Semoga setiap kisah hari ini menjadi cermin, agar kita melangkah lebih arif, lebih lembut, dan lebih bertanggung jawab.
Salam Santun, Syakhruddin Tagana
About the Author
syakhruddin
Administrator
Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Indonesia) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat

