SYAKHRUDDINNEWS.COM – Ahad kembali menyapa dengan ketenangan yang menyejukkan. Setelah enam hari bergelut dengan rutinitas, hari ini menjadi ruang untuk beristirahat, mempererat tali silaturahmi, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sekaligus menata kembali hati dan langkah menuju pekan yang baru.
Ahad mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak semata diukur dari seberapa jauh kita mengejar dunia, melainkan dari kemampuan meluangkan waktu bagi keluarga, sahabat, dan sesama, serta memperkaya jiwa dengan amal kebajikan. Sebab, hidup bukan hanya tentang berlari, tetapi juga tentang berhenti sejenak untuk bersyukur.
Tanggal 5 Juli juga menyimpan jejak penting dalam perjalanan sejarah dunia. Pada 5 Juli 1687, ilmuwan besar Sir Isaac Newton menerbitkan Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica, karya monumental yang melahirkan hukum gerak dan gravitasi universal serta mengubah arah perkembangan ilmu pengetahuan modern. Sementara pada 5 Juli 1946, dunia mode mencatat lahirnya bikini yang pertama kali diperkenalkan oleh perancang Prancis, Louis Réard. Di Indonesia, tanggal ini menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, pengabdian, dan karya anak negeri.
Pantun Pembuka Mentari pagi bersinar ceria, Burung berkicau di dahan randu. Selamat datang Ahad yang mulia, Mari berbuat baik sepanjang waktu.
Iran Mengantar Kepergian Pemimpin Tertinggi ;Iran menggelar prosesi pemakaman kenegaraan bagi Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, melalui rangkaian upacara yang berlangsung selama enam hari dan diperkirakan dihadiri jutaan pelayat dari berbagai penjuru negeri. Jenazah disemayamkan di Masjid Agung Mosalla, Teheran, sebelum diarak menuju sejumlah kota suci dan akhirnya dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya. Pemerintah Iran menjadikan prosesi ini sebagai simbol persatuan nasional di tengah dinamika politik dan keamanan yang masih bergejolak.
Suasana duka berpadu dengan gelora nasionalisme. Ribuan warga memadati jalan-jalan Teheran sambil mengibarkan bendera Iran, membawa foto-foto Khamenei, serta meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika Serikat dan anti-Israel. Kehadiran para pejabat tinggi negara, petinggi militer, ulama, hingga delegasi dari sejumlah negara sahabat memperlihatkan arti penting peristiwa ini bagi Republik Islam Iran.
Di balik kekhidmatan prosesi tersebut, terselip pesan politik yang kuat. Pemerintah Iran ingin menunjukkan bahwa negara tetap berdiri tegak meski kehilangan pemimpin tertingginya. Pengamanan diperketat di sepanjang jalur prosesi hingga pemakaman terakhir di Mashhad, seiring tingginya tensi kawasan dan kekhawatiran terhadap potensi ancaman keamanan.
Parade Jamu Gendong, Warisan Leluhur Menyapa Kota; Ratusan perempuan berkebaya dengan bakul berisi aneka jamu tradisional memadati kawasan ibu kota dalam Parade Jamu Gendong, salah satu agenda utama Acaraki Jamu Festival. Dengan langkah anggun, mereka membawa beras kencur, kunyit asam, temulawak, dan beragam racikan herbal Nusantara, menghadirkan kembali sosok “Mbok Jamu” yang begitu akrab dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Parade ini bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan ajakan untuk kembali mencintai jamu sebagai warisan kesehatan bangsa yang telah diakui dunia. Festival tersebut memadukan tradisi dengan kreativitas generasi muda melalui parade budaya, kompetisi jamu mixologist, pertunjukan seni, hingga karnaval Nusantara.
Di tengah derasnya arus globalisasi, Parade Jamu Gendong menjadi pengingat bahwa warisan leluhur tidak pernah kehilangan tempat. Tradisi dapat berjalan berdampingan dengan inovasi, menghadirkan identitas bangsa yang tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Puisi Tak Pernah Mati; Puisi tidak pernah benar-benar mati. Sejak manusia masih mengandalkan tradisi lisan, puisi telah menjadi wadah untuk menyimpan ingatan, menyampaikan petuah, mengabadikan sejarah, hingga menuturkan cinta dan duka. Sebelum tulisan dikenal luas, bait-bait puisi diwariskan dari generasi ke generasi sebagai penjaga nilai dan kebijaksanaan.
Zaman boleh berganti, medium terus berubah. Dari ruang-ruang adat, puisi berpindah ke lembaran buku, panggung pertunjukan, lagu, film, media sosial, hingga platform digital. Wadahnya berbeda, tetapi jiwanya tetap sama: menjadi bahasa yang mampu menyentuh nurani dan merekam denyut kehidupan manusia.
Karena itulah, puisi selalu bertahan menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan budaya. Selama manusia masih memiliki rasa, harapan, kegelisahan, dan mimpi, puisi akan tetap hidup. Ia bukan sekadar rangkaian kata, melainkan saksi setia perjalanan peradaban.
Masjid yang Menebarkan Kepedulian; Fajar baru saja merekah ketika lantunan ayat suci dan doa-doa mengalun di Masjid Besar Al-Abrar Makassar, Jalan Sultan Alauddin Nomor 82. Di tengah kekhusyukan pengajian ba’da Subuh, hadir pula wajah lain dari rumah ibadah, yakni kepedulian terhadap sesama.
Pengurus Masjid Besar Al-Abrar menyalurkan bantuan beras kepada 31 warga kurang mampu yang bermukim di sekitar masjid, serta 11 anak yang sedang menempuh pendidikan di pesantren maupun sekolah swasta.
Bantuan diserahkan oleh Bendahara Masjid, H. Purnomo Dg. Bani, disaksikan Ketua Masjid H. Hilal Kadir, Sekretaris H. Syakhruddin, serta Ketua Baznas Kota Makassar, H. Ashar Tamanggong Dg. Sila.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pengajian Subuh dan layanan sarapan pagi gratis bagi seluruh jamaah tersebut menjadi bukti bahwa masjid bukan sekadar tempat bersujud kepada Allah SWT, melainkan juga rumah yang menghadirkan kasih sayang, kepedulian, dan harapan bagi masyarakat di sekitarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas Kota Makassar juga menyampaikan kabar gembira. Pada Ahad, 12 Juli 2026, Baznas bersama Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) akan melaksanakan penyembelihan 94 ekor sapi dan enam ekor kambing yang berasal dari dam haji. Kegiatan itu dikelola oleh H. Guntur Mas’ud selaku Ketua Forum KBIH dan diharapkan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat.
De’Bosara Hadir Menjaga Cita Rasa Tradisional; Ucapan selamat kami sampaikan kepada Hj. Nuraeni Rauf, anggota Lembaga Lanjut Usia Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, atas dibukanya unit baru De’Bosara Tradisional Cake & Bakery di Jalan Bakti, Makassar.
Grand Opening yang berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, dihadiri para mitra kerja, sahabat, serta jajaran Pengurus LLI Sulsel. Semoga kehadiran De’Bosara menjadi bagian dari upaya melestarikan cita rasa kuliner tradisional sekaligus membuka ruang tumbuh bagi ekonomi masyarakat.
Sampai di sini dahulu kebersamaan kita dalam Mozaik Kehidupan hari ini. Terima kasih telah meluangkan waktu menyusuri beragam kisah, inspirasi, dan peristiwa yang mewarnai perjalanan kehidupan.
Selamat menikmati Ahad yang indah. Semoga kesehatan, kebahagiaan, keberkahan, serta kehangatan keluarga senantiasa menyertai setiap langkah Anda.
Teruslah bersama Mozaik Kehidupan. Kami akan kembali hadir dengan informasi, inspirasi, dan hikmah yang layak untuk diketahui, karena setiap kisah menjadi lebih bermakna ketika dibagikan bersama Anda, Kami hadir karena Anda.
Pantun Penutup Grand Opening De’Bosara, Ayo kita belanja ke sana. Selamat menikmati Ahad penuh ceria, Semoga bahagia menyertai kita semua.