SYAKHRUDDINNEWS.COM – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, drg Ita Isdiana Anwar, M.Kes, membuktikan komitmennya saat menerima kunjungan panitia pelaksana Tudang Sipulung 2025 di ruang kerjanya, Rabu 13 Agustus 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Kadis Ita menegaskan pentingnya efisiensi komunikasi.
“Saya mau cukup satu grup saja, jangan terlalu banyak. Terlalu banyak grup itu bikin pusing, apalagi HP juga bisa lambat aksesnya,” ujarnya.
Malam harinya, kebijakan itu langsung diwujudkan. Tiga grup shelter utama — Shelter Warga Kelurahan dengan admin Hana, grup DP3A, resmi digabung menjadi satu wadah besar bernama “Shelter Warga Sapa Mulia 2025”.
Penggabungan ini ibarat “tsunami” di dunia maya, karena seluruh riwayat grup lama dihapus dan semua anggotanya dipusatkan ke satu grup baru. Sebanyak 103 shelter warga kini tergabung di bawah kendali langsung Kadis DP3A, dengan dukungan Makmur dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Kabid PP sebagai admin grup.
Langkah ini dinilai strategis karena:
Memudahkan pemantauan kinerja pengurus shelter di berbagai kawasan.
Mengurangi komentar tidak produktif yang bisa menghambat perkembangan program shelter warga.
Mengintegrasikan tiga potensi besar: jajaran DP3A Kota Makassar, UPTD melalui TRC, dan para pengurus shelter warga di 103 kelurahan di Kota Makassar.
Dengan sistem terpusat ini, setiap kegiatan akan terpantau langsung oleh Kadis DP3A dan jajarannya. Karenanya, para anggota diimbau bijak dalam berinteraksi di grup.
“Grup era bentukan tahun 2000” yang semula terpisah pun kini ikut dalam satu komando Sapa Mulia 2025, menandai era baru koordinasi shelter warga di Kota Makassar (sdn)
