Subuh merekah di langit sembilan Juni,
Hening menyelimuti pagi yang suci.
Masih dalam pelukan libur Idul Adha,
Sebagian insan merantau di daerah.
Kota belum sepenuhnya terjaga,
Sunyi menyisakan gema takbir yang lama.
Namun waktu tak pernah menunggu,
Esok aktivitas kembali menyatu.
Di tanah suci, jamaah bersiap pulang,
Membawa gelar mulia, haji mabrur nan tenang.
Doa-doa terselip di setiap langkah,
Agar bekal hidup terus bertambah.
Hari berganti, masa berlalu,
Seperti angin, tak pernah beku.
Mari bekali jiwa yang fana ini,
Untuk kampung akhirat yang abadi menanti.
Makassar, 9 Juni 2025
syakhruddin tagana
