SYAKHRUDDINNEWS.COM – Berangkat dari sebuah ide kecil untuk membangun tempat cuci mobil di Jalan Andi Tonro I, Kawasan ORT 002 ORW 07, Kelurahan Pa’Baeng-Baeng, Kota Makassar, gagasan ini berkembang menjadi “Sekolah Lapang Shelter Warga Kelurahan Pa’Baeng-Baeng.”
Inisiatif ini bermula ketika sebuah rumah pondokan yang lama tak berpenghuni dan kondisinya sudah reyot, akhirnya direnovasi oleh sang pemilik ide, Syawal Agus Sentosa Bin Syakhruddin. Ia memutuskan untuk merombak bangunan tua tersebut menjadi tempat pencucian mobil.
Analisis Syawal menunjukkan bahwa mobil-mobil dari jurusan Palopo – Makassar (PP) sering menginap di rumah kost milik Ketua ORT 002 ORW 07, yang sebelumnya berlokasi di Jalan Abdul Kadir, Makassar.
Mobil-mobil ini, setelah menempuh perjalanan panjang, membutuhkan layanan cuci dan perawatan. Ketika para sopir beristirahat dan menikmati sarapan atau minuman, kendaraan mereka dapat dibersihkan hingga tampak seperti baru.
Dengan kebutuhan ini, Syawal melihat potensi bisnis serta peluang untuk berkontribusi kepada masyarakat setempat.
Pada pertengahan bulan Oktober 2024, bangunan tua tersebut dibongkar dan dibangun kembali dengan rangka besi untuk dijadikan tempat pencucian mobil sekaligus “Sekolah Lapang” bagi anak-anak lorong yang menganggur.
Sejalan dengan ide ini, H. Syakhruddin DN, ayahanda dari Syawal Agussentosa, bersama pengurus Shelter Warga Kelurahan Pa’Baeng-Baeng, menyepakati pembangunan “Sekolah Lapang Shelter Warga Kelurahan Pa’Baeng-Baeng.” Tujuannya adalah memberikan lapangan kerja dan keterampilan kepada anak-anak di lorong wisata.
Berbagai keterampilan yang diajarkan meliputi:
Teknik mencuci AC.
Teknik mencuci mobil dan motor dengan bersih.
Teknik mengelas dan permesinan.
Keterampilan menjadi teknisi kelistrikan.
Menciptakan Warkop Lorong dengan nuansa tradisional.
Program ini diorganisir oleh anak-anak lorong dengan semangat belajar mandiri dan menciptakan lapangan kerja. Shelter Warga berperan sebagai payung untuk mengembangkan berbagai usaha berbasis lorong, selain itu dukungan dari rekan-rekan Syawal Agus Sentosa yang tergabung dalam grup alumni Pramuka SMK 24 Makassar di bawah koordinasi Kang Deden.
Inisiatif ini juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar yang bertujuan menjadikan lorong wisata sebagai sarana menggali potensi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi pengangguran dengan cara menciptakan peluang usaha baru (sdn)




