SYAKHRUDDIN.COM – Pada hari Minggu, 21 April 2024, seiring dengan peringatan HUT Kartini, kami mengakhiri Puasa Syawal selama enam hari, dengan perjalanan ke Permandian Bantimurung di Kabupaten Maros.
Persiapan perjalanan dan perlengkapan sudah kami siapkan di dalam kendaraan yang dikemudikan oleh Tri Puspita Sari.
Ketika kami melintasi Kawasan Pa’Baeng-Baeng, kami teringat ada beberapa barang yang tertinggal, seperti “Panci Putih” dan handphone milik Popo, yang akhirnya ditemukan dalam tas di bagasi mobil.
Pukul 10.00 Wita, kami meninggalkan rumah menuju Kawasan Wisata Bantimurung dan tiba di lokasi pada pukul 11.30 WITA. Di pintu masuk, cucu kami singgah ke penjual topi dan membeli dua buah topi untuk adiknya Shanum dan si kecil Queen, yang semakin cerewet dan keinginannya harus selalu dipenuhi.
Kami menggunakan jasa gerobak yang ditawarkan oleh dua anak paruh baya dengan membayar Rp30 ribu, untuk mengangkut barang dari mobil ke kawasan permandian. Di pintu masuk, kami memperlihatkan lima buah tiket masuk dengan harga Rp35 ribu per orang.
Di dalam kawasan permandian, kami menyewa dua buah lapak dengan harga Rp50 ribu sekali pakai, satu untuk memasak dan satu lagi untuk menyimpan pakaian dan istirahat. Tri Puspita segera memasak sementara Lisnawaty menyiapkan komponen pendukung dan cucu kami menikmati astor kesukaannya.
Tidak lama kemudian, kami menikmati santap siang bersama di Kawasan Wisata Bantimurung Kabupaten Maros. Setelah makan siang, saya menuju Masjid At-Taubah untuk menunaikan sholat dhuhur berjamaah.
Sementara cucu bermain di kolam anak-anak bersama orang tua dan bibinya. Kakek dan neneknya berbaring di atas lapak sambil menikmati lagu-lagu nostalgia.
Ketika cuaca mulai tidak bersahabat sekitar pukul 14.00 WITA dan hujan mulai turun, kami segera mengamankan barang-barang ke dalam mobil sementara anggota keluarga lainnya mencari tempat berlindung di bangunan yang ada di kawasan wisata.
Kami bertiga kemudian bergerak menuju mobil yang parkir di sektor depan. Setelah sampai di mobil, kami mengamankan diri dan meninggalkan lokasi.
Ironisnya, cuaca di jalur keluar menuju Makassar tidak hujan, sehingga kami kembali ke rumah melalui jalur tol reformasi dan tiba di Jalan Andi Tonro I Makassar menjelang waktu sholat ashar.
Banyak kenangan dan pengalaman yang kami dapatkan di perjalanan ini, yang memberikan kami energi baru untuk melangkah ke hari-hari berikutnya (sdn)
Dokumentasi Kegiatan :




