SYAKHRUDDIN.COM – Ribuan jemaah haji dari Indonesia terus berdatangan di Arab Saudi. Pada gelombang pertama keberangkatan ini, jemaah haji akan tiba di Kota Madinah melalui Bandara Internasional Amir Mohammed bin Abdul Aziz (AMAA).
Proses keberangkatan jemaah haji Indonesia ke tanah suci telah dimulai sejak Rabu, 24 Mei 2023. Pada hari pertama tersebut, sebanyak 6.383 jemaah haji yang terbagi dalam 16 kelompok terbang (kloter) tiba dengan selamat di Madinah.
Pada hari kedua, terdapat 15 kloter dengan jumlah 5.858 jemaah haji yang tiba di Bandara AMAA Madinah. Ribuan jemaah haji tersebut kemudian diantarkan ke sejumlah hotel di sekitar Masjid Nabawi menggunakan bus.
Pada hari ketiga, yaitu Jumat, 26 Mei 2023, dijadwalkan ada 14 kloter jemaah haji yang akan mendarat di Bandara AMAA Madinah. Dalam 14 penerbangan tersebut, total ada 5.490 jemaah haji yang akan tiba di Tanah Suci.
Sementara itu, sebanyak 395 jemaah haji asal Kota Bandung dan Sukabumi mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada Kamis, 8 Juni 2023, sekitar pukul 02.50 waktu Arab Saudi. Mereka tergabung dalam kelompok terbang (38) embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS 38).
Salah satu di antara jemaah ini adalah seorang warga Bandung bernama Iis. Ia menceritakan kepada MCH Daker Madinah bahwa pesawat yang ditumpanginya baru terbang jam 10 malam, yang sebelumnya dijadwalkan pada pukul 17.30 WIB.
Namun, Iis tidak mempermasalahkannya. Baginya, dapat sampai di Tanah Suci merupakan suatu kenikmatan luar biasa.
“Alhamdulillah bisa sampai ke Tanah Suci, saya hanya ingin fokus ibadah haji yang mungkin hanya bisa dilakukan sekali seumur hidup,” katanya setelah melakukan sujud syukur di Bandara AMAA Madinah.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh jemaah lainnya, yaitu Syamsul Azwar (66 tahun). Ia mengaku tidak masalah dengan keterlambatan penerbangan pesawatnya.
“Kloter sebelumnya, JKS 37, juga mengalami keterlambatan. Jadi tidak terlalu mengganggu dan berpengaruh. Selama menunggu, kita telah diberikan makanan yang cukup,” jelasnya.
Kepala Daerah Kerja Madinah, Zaenal Muttaqin, menyatakan bahwa jumlah kloter jemaah haji gelombang pertama yang tiba di Madinah adalah 260 dengan total 99.805 jemaah.
Berdasarkan data Siskohat hingga Rabu, 7 Juni 2023 pukul 20.30 Waktu Arab Saudi (WAS), terdapat 152 jemaah haji Indonesia yang dirawat di Madinah. Jumlah keseluruhan jemaah yang meninggal sebanyak 26 orang.
“Mereka dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sebanyak 96 jemaah dan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah sebanyak 56 orang,” kata Zaenal.
Secara bertahap, jemaah haji di Madinah juga sudah mulai diberangkatkan ke Makkah sejak 1 Juni 2023. Proses ini akan berlangsung hingga 16 Juni 2023.
Bagi jemaah yang sakit, mereka akan diberikan toleransi waktu selama 1-2 hari. “Jika mereka sudah siap dan mampu, maka mereka akan bergabung dengan jemaah kloter lain yang juga akan diberangkatkan ke Makkah,” tambahnya.
Namun, jika mereka belum sembuh, jemaah tetap akan dievakuasi ke Makkah bersama dengan tim kesehatan menggunakan mobil ambulans.
“Kami memastikan bahwa pada tanggal 16 Juni 2023, seluruh jemaah akan diberangkatkan ke Makkah. Untuk jemaah yang sakit, nanti akan ditangani oleh pihak KKHI Daerah Kerja Makkah atau Rumah Sakit di Makkah,” tegas Zaenal (sdn)
