SYAKHRUDDIN.COM – Pada materi ke-13 bertopik : Tips menghadapi Gempa Bumi (Banjir, tanah longsor, kebakaran, dll) perkembangan stuktur sosial masyarakat dan sebab akibat terjadinya konflik sosial, metode penyelesaian konflik, sifat bentuk-Bentuk mobilitas Sosial ’
1. Cara Menghadapi Bencana Alam Gempa Bumi
a. Keluar dari Gedung dan Menuju Titik Kumpul
Kalau sedang berada di dalam gedung, kita harus keluar dan menuju titik kumpul di area terbuka.
Jangan menggunakan lift dan keluarlah secara tertib mengikuti petunjuk arah atau petugas. Usahakan tetap tenang agar tidak menimbulkan kepanikan massal.
b. Berlindung di Bawah Meja
Kalau tidak sempat keluar atau kesulitan menemukan jalan keluar. Berlindunglah di bawah meja agar tidak terkena reruntuhannya.
c. Mencari Tempat yang Lebih Tinggi
Jika gempa terjadi saat kita ada di pantai, temukanlah tempat yang lebih tinggi dan jauhi area pantai. Sebab, bisa saja berisiko ada gemap susulan atau tsunami yang berbahaya.
2. Cara Menghadapi Bencana Tanah Longsoran. Tidak membuat kolam atau sawah di atas lereng
Hal ini dimaksudkan agar menghindari daya hidrostatika yang dapat menjadi pemicu gerakan tanah dan menyebabkan longsor.
b. Tidak membangun rumah di daerah tebing.
Bagi masyarakat yang saat ini memiliki rencana membangun rumah, perhatikan lokasi pembangunan rumah tersebut, agar tidak berada di daerah tebih, sehingga meningkatkan potensi terkena longsor.
c. Tidak menebang pohon di sekitar lereng.
Pohon memiliki peran yang cukup penting untuk meminimalisir potensi longsor, karena semakin banyak pohon, maka semakin kuat dan stabil tanah yang ditanami. Hal ini terjadi akibat adanya akar-akar pohon yang menyebar dan saling bersinggungan.
Dengan mengetahui tips terhindar dari bencana longsor diatas, diharapkan dapat menginformasikan kepada masyarakat mengenai apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan meminimalisir potensi bencana longsor.
Tetap terapkan perilaku hidup sehat, dan bersegera dalam melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit penyerta musim hujan, agar bisa segera mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat.
3. Cara Menghadapi Bencana Alam Banjir
a. Membawa Surat Penting dan Benda Penting Saja
Ketika air terlihat meninggi, segeralah cari dan bawa surat penting besarta benda penting lainnya.
Pastikan kita hanya membawa yang terpenting dan segera menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.
b. Matikan Listrik dan Barang Elektronik
Segera matikan listrik dan barang elektronik agar tidak membahayakan. Sebab, arus listrik yang terkena air bisa menyebabkan korsleting listrik.
4. Cara Menghadapi Bencana Alam Gunung Meletus
a. Mengikuti Peringatan Dini
Gunung berapi yang akan meletus biasanya bisa diamati tanda-tandanya, mulai dari keluarnya asap tebal hingga suara bergemuruh.
Oleh karena itu, kita harus mengikuti arahan pemerintah untuk mengungsi jika tanda-tanda akan meletusnya semakin jelas.
b. Mempersipakan Logistik
Pastikan di tempat pengungsian sudah ada kebutuhan dasar yang penting. Air, bahan makanan, dan tempat tidur sudah disiapkan untuk menghadapi gunung meletus
c. Membawa Benda Berharga
Pastikan bawa benda berharga yang penting, seperti surat-surat penting dan benda yang tidak boleh ditinggalkan.
5. Cara Menghadapi Bencana Kebakaran
a. Cabut alat elektronik yang tidak digunakan
Listrik berlebih yang mengalir melalui alat elektronik di rumah bisa menjadi potensi terjadinya kebakaran. Barang-barang seperti komputer, TV, sistem permainan, dan banyak lagi lainnya menggunakan listrik meski sedang tidak menyala. Itu artinya, alat-alat ini masih bisa mengalami konsleting atau bisa menjadi terlalu panas dan menyebabkan kebakaran. Listrik yang mengalir ke alat-alat ini akan memberi mereka sumber api.
b. Jangan tinggalkan api tanpa pengawasan
Jika kamu memasak, menyalakan lilin, atau menggunakan api jenis lain atau panas yang berlebih.
Kamu harus selalu mengawasinya setiap saat. Jika kamu mulai memasak apa pun, sebaiknya jangan tinggalkan kompor
c. Jauhkan benda yang mudah terbakar dari panas
Barang yang mudah terbakar seperti kain, kertas, dan bahkan rambut harus selalu dijauhkan dari panas atau api yang berlebihan. Jagalah agar rambut dan pakaian tidak mengganggu saat kamu menyalakan api di perapian
Perkembangan Struktur Sosial Masyarakat Dan Sebab Akibat Terjadinya Konflik Sosial
Pengertian perkembangan sosial adalah sebuah proses interaksi yang dibangun oleh seseorang dengan orang lain.
Perkembangan sosial ini berupa jalinan interaksi anak dengan orang lain, mulai dari orang tua, saudara, teman bermain, hingga masyarakat secara luas. Perkembangan sosial adalah proses belajar mengenal normal dan peraturan dalam sebuah komunitas.
Manusia akan selalu hidup dalam kelompok, sehingga perkembangan sosial adalah mutlak bagi setiap orang untuk di pelajari, beradaptasi dan menyesuaikan diri.
Perkembangan emosional adalah luapan perasaan ketiak anak berinteraksi dengan orang lain. Dengan demikian dapat dipahami bahwa perkembangan sosial emosional tidak dapat dipisahkan.
Dengan kata lain membahas perkembangan sosial harus melibatkan emosional.
Secara definitif, konflik sosial adalah salah satu proses sosial yang terjadi antara dua orang atau lebih untuk menghancurkan dan mengungguli pihak lain, sebagaimana dikutip dari buku Badai Pasti Berlalu (2018) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sebab konflik sosial itu beragam, seperti perbedaan individu yang terdiri dari perbedaan perasaan dan pendapat, misalnya, ada juga perbedaan kepentingan, baik ekonomi, sosial, politik, dan lain sebagainya
Secara umum, konflik sosial punya dampak positif dan negatif bagi suatu masyarakat. Jika dampak itu positif, akan membawa pengaruh baik bagi komunitas atau masyarakat bersangkutan, demikian juga sebaliknya.
Namun, sepositif apa pun dampak konflik sosial tersebut, tentu saja akan dirasakan emosi negatif, cekcok, dan selisih yang kadang kala berpengaruh buruk pada pihak lain.
Dampak positif dan negatif ini tak bisa dipandang secara hitam putih, melainkan harus dilihat proporsional.
Sebagai contoh, dampak positif dapat dirasakan di suatu komunitas terbatas, sedangkan di komunitas lain akan berdampak negatif.
Bisa juga, dampak negatifnya kadang kala lebih besar daripada dampak positifnya atau sebaliknya.
Pertama, dampak positif konflik sosial adalah sebagai berikut
– Umumnya, konflik dapat membantu mengembalikan norma-norma lama untuk ditelaah dan menciptakan norma-norma baru.
– Konflik sering kali menjadi cara untuk mengurangi ketergantungan antar-individu dan kelompok.
– Lazimnya, konflik meningkatkan solidaritas dan ikatan sosial sesama anggota kelompok yang sedang mengalami konflik
. – Konflik memunculkan rasa kompromi apabila pihak yang berkonflik berada dalam kekuatan yang seimbang.
Di sini, pihak-pihak berkonflik harus melepaskan ego masing-masing dan menoleransi pihak lain.
Kedua, dampak negatif konflik dapat berujung pada perpecahan, disintegrasi, kekerasan, perselisihan, permusuhan, hingga jatuhnya korban jiwa.
Metode Penyelesaian Konflik
1. Mediasi
Jadi, mediasi merupakan cara penyelesaian konflik yang melibatkan bantuan pihak ketiga (bersifat netral) sebagai penengah (kasih anjuran).
2. Arbitrase
Pengendalian konflik dengan cara arbitrase berarti menyelesaikan konflik dengan bantuan pihak ketiga (bersifat netral) yang bertindak sebagai pemberi keputusan. Keputusan-keputusan yang dibuat disertai dengan perjanjian tertulis dari pihak yang berkonflik.
3. Adjudikasi
Adjudikasi merupakan cara penyelesaian konflik melalui jalur pengadilan (sidang).
4, Kompromi
Upaya penyelesaian konflik sosial selanjutnya adalah dengan cara kompromi. Kompromi adalah bentuk penyelesaian konflik dengan adanya upaya masing-masing pihak untuk mengurangi tuntutan.
5. Konsiliasi
Konsiliasi adalah bentuk penyelesaian konflik dengan adanya upaya mempertemukan pihak yang berkonflik.
6. Koersi
Koersi merupakan bentuk akomodasi dengan menggunakan ancaman, baik fisik maupun psikologis agar pihak lain bertindak sesuai yang diharapkan.
Sifat Bentuk- Bentuk Mobilitas Sosial
Mobilitas vertikal
Mobilitas sosial vertikal merupakan perpindahan dari suatu kedudukan ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat. Perpindahan tersebut bisa menjadi ke tingkat yang lebih tinggi (social climbing), maupun sebaliknya ke tingkat lebih rendah.
a. Sosial climbing
Mobilitas ini terjadi ditandai dengan naiknya status seseorang ke kedudukan yang lebih tinggi lagi atau terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi, daripada lapisan sosial sebelumnya
b. Sosial Singking
Social sinking adalah proses penurunan status atau kedudukan seseorang, dari atas ke bawah. Adapun alasan dari adanya sosial sinking adalah masa pensiun, turun jabatan, maupun dipecat, berhalangan melaksanakan tugas, memasuki masa pensiun,turun jabatan atapun dipecat
Mobilitas Horisontal
Mobilitas sosial horisontal merupakan perpindahan status dalam lapisan yang sama. Pada mobilitas ini, tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang (sdn)
