SYAKHRUDDIN.COM – Ismatul Khaerat, yang akrab disapa Isma, lahir di Bantaeng pada tanggal 10 Agustus 2000. Dia merupakan anak pertama dari pasangan Liliansyah, S.Si dan Sulhati, S.Sos.
Isma memulai pendidikannya di TK Aisyah Katabung pada tahun 2004-2005, kemudian melanjutkan ke Sekolah Dasar Negeri Inpres Bungeng dari tahun 2006 hingga 2012, dan SMP Negeri I Tompobulu dari tahun 2013 hingga 2015.
Setelah lulus dari SMA Favorit melalui jalur undangan di SMA Negeri I Bantaeng pada tahun 2016-2018, Isma terus berjuang untuk menyelesaikan pendidikannya.
Sebagai seorang aktivis di Organisasi OSIS, awalnya Isma bercita-cita menjadi anggota TNI-AL, tetapi ia tidak berhasil lulus, karena mengalami gangguan kesehatan saat menjalani ujian akhir.
Isma kemudian memutuskan untuk mengubah jalan hidupnya, menjadi calon bidan dan melanjutkan kuliah di Akademi Pelita Ibu di Kendari pada tahun 2018.
Tempat ini juga merupakan tempat bertugasnya ayahnya sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, sebelum menyelesaikan pendidikan tersebut, Isma pindah ke Universitas Islam Makassar (UIM).
Selama dua semester di UIM, semangat dan tekadnya untuk menjadi pekerja sosial semakin tumbuh setelah melihat kondisi di Bantaeng dan mendapat dorongan dari ibunya yang bekerja sebagai Sekretaris Desa Pattaneteang di Kabupaten Bantaeng.
Isma kemudian mendaftar dan diterima di Jurusan Kesejahteraan Sosial (Kessos) di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Samata Gowa.
Dalam waktu 3 tahun 8 bulan, Isma berhasil menyelesaikan pendidikannya dan menulis skripsi dengan judul “Strategi Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bantaeng”.
Skripsinya mendapat dukungan dari dari Penyelenggara YESS di Kabupaten Bantaeng, sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi alam yang mumpuni.
Selama menjadi mahasiswa, Isma aktif berorganisasi dan juga mengembangkan usaha ekonomis produktif (UEP), seperti kolagen harfiana, facemask petai, masker komedo, dan parfum harfiana.
Ia bahkan menjadi Direktur Asisten Brand lokal Harfiana dengan sistem pemasaran yang melibatkan rekrutmen member, untuk mencapai target penjualan dan saling memberdayakan.
Ilmu yang diperoleh Isma di kampus terkemuka, langsung ia terapkan untuk menggali potensi diri dan membantu orang lain. Terutama dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19, Isma berhasil melewati tantangan tersebut dengan sukses.
Selain aktif dalam organisasi kampus seperti Organda, Isma juga mengembangkan diri sebagai anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kompi UIN Alauddin Makassar.
Saat melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Isma menjadi satu-satunya koordinator perempuan yang berhasil menggerakkan potensi masyarakat di sana dan mendapatkan apresiasi dari warga setempat.
Isma dikenal sangat agresif dalam berbagai kegiatan, baik saat kuliah maupun dalam usaha pemasaran multilevel berbasis relasi sosial.
Untuk menyelesaikan kuliahnya, Isma menulis skripsi tentang “Strategi Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bantaeng”.
Pada saat sidang munaqasyah yang dihadiri oleh tim penguji terdiri dari DR.H.Muh.Ilham, M.Pd sebagai penguji I, Prof DR.Mustari Mustafa, M.Pd sebagai penguji II, Dr.Irwan Misbach, SE, M.Si sebagai pembimbing I, Dr.Syam’un, M.Pd, MM sebagai pembimbing II, dan Drs H.Syakhruddin, DN, M.Si sebagai pimpinan sidang.
Isma dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude pada Hari Kamis, 25 Mei 2023. Setelah menyelesaikan pendidikan di Jurusan Kessos pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, selama tiga tahun delapan bulan, Isma berhak menyandang gelar sarjana sosial.
Selamat kepada Ismatul Khaerat atas prestasi yang telah dicapai! Selanjutnya, Isma berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 Kessos, dan bertekad untuk kembali ke Kampus Samata, sebagai tenaga pendidik di bidang profesi pekerjaan sosial (sdn)



