Kita begitu khusyuk kemarin,
Di masjid membaca ayat suci Al-Quran.
Namun hari ini, masjid mulai sepi dan kalian ke mana?
Masihkah ada Ramadan di dalam dadamu?
Aku, kamu, kita semua,
Hari ini sibuk mencari nafkah.
Kembali meresapi kehidupan kota, menendang desa,
Menyinyiri jiwa yang kalah, dan menepi dari doa.
Kita terpisah dari kemanusiaan.
Puisi :
Sahabatku yang baik hati,
Terdapat rintihan doa yang menggigil,
Di dalam senyapnya masjid dan tanah lapang,
Bersama kenangan yang sungsang,
Berkawin dengan jiwa yang labil.
Di masa kini, kita akan menyaksikan
Akrobat politik dari para pemimpin negeri ini.
Mereka tidak segan menarikan
Tari kepalsuan yang mengecoh para pemilih.
Namun, masih ada waktu untuk kembali,
Kembali keharibaan yang hakiki,
Menyingkirkan kemunafikan,
Dan berkiprah pada kesatuan yang utuh,
Sehingga Ramadan tetap ada di dalam dadamu.
Makassar (Jumat, 28 April 2023)
Ini adalah pesan bijak untuk sahabatku, di mana pun engkau berada.
