Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, blogger syakhruddin.com kembali hadir dalam kolom “Serba Serbi Kehidupan (SSK)” sebagai sarana untuk memberikan informasi terbaru, dari lingkup mancanegara dan nasional. Semua informasi tersebut disajikan untuk Anda, sembari menikmati secangkir kopi pada hari Senin, 27 Februari 2023.
SYAKHRUDDIN.COM – Seorang pria di Sulawesi Selatan bernama Haerul, telah mengaku sebagai anggota Brimob Polda Sulawesi Selatan, selama lima tahun terakhir, namun kedoknya terbongkar, setelah kedua istrinya saling berebut status sebagai ibu Bhayangkari.
Salah satu istri Haerul, Marniati, datang ke Polda Sulsel dengan membawa kartu tanda anggota (KTA) Polri milik suaminya dan memeriksanya bersama petugas.
Hasilnya menunjukkan, bahwa tidak ada nama Haerul dalam daftar anggota Polri di Polda Sulsel.
Marniati juga menyatakan, bahwa tidak ada upacara pernikahan selayaknya yang dilakukan seperti pedang pora ketika dia menikah dengan Haerul.
Berikutnya tentang pesawat Lion Air yang hendak terbang dari Kupang ke Surabaya mengalami pembatalan karena pintu darurat pesawat dibuka oleh seorang penumpang saat akan lepas landas dari Bandara El Tari Kupang pada Minggu pagi, 26 Februari 2023.
Menurut Devi Budihandayani, Humas Bandara El Tari Kupang, “Betul, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 697 batal terbang karena dibukanya pintu emergency exit.“
Setelah batal terbang, semua penumpang diminta untuk turun dari pesawat, sehingga menimbulkan kepanikan di antara mereka.
Devi menjelaskan bahwa penyelidikan yang dilakukan oleh maskapai menemukan bahwa pintu darurat itu dibuka oleh seorang penumpang karena handphone miliknya mengeluarkan asap saat pesawat hendak lepas landas.
Selanjutnya mengenai poligami yang masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Meskipun dibolehkan menurut agama, poligami masih ditentang terutama oleh kaum perempuan.
Namun, hal sebaliknya justru dilakukan oleh tiga perempuan ini. Mereka ikhlas hidup bersama perempuan lain yang menjadi istri suami mereka. Menariknya, ketiga perempuan itu yang bekerja mencari nafkah.
Seorang pria bernama Nick Davis dengan terang mengatakan tidak memiliki pekerjaan. Ketiga istrinya yang keluar rumah mencari nafkah. “Saya tidak memiliki pekerjaan, karena raja tidak banyak gerak. Sementara ratu memiliki semua kekuatannya,” ujarnya, dilansir dari New York Post.
Nick bertemu dengan istri pertamanya, April, di Universitas sekitar 15 tahun lalu. Setelah itu mereka memutuskan untuk menikah.
Berselang lima tahun pernikahannya, Nick kembali bertemu dengan seorang perempuan bernama Jennifer yang kini berstatus sebagai istri kedua.
Meskipun terdengar tidak biasa, April yang berusia 38 tahun mengatakan dia senang memiliki lebih banyak perempuan dalam hubungan untuk memenuhi “kebutuhan” Nick. “Senang bisa membantu suami saya,” ujarnya.
“Nick banyak yang harus ditangani. Anggap saja… dalam banyak hal. Nick banyak yang harus ditangani di tempat tidur,” katanya pada program TLC “Seeking Sister Wife”.
“Seeking Sister Wife” dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai “Mencari Istri Saudara Perempuan”.
Istilah ini merujuk pada acara televisi realitas yang mengikuti kehidupan beberapa keluarga yang sedang mencari dan mempertimbangkan untuk menambahkan istri saudara perempuan ke dalam keluarga mereka sebagai anggota baru.
Sementara itu di Turki, Seorang kakek berusia 74 tahun asal Turki, Mehmet Cakirhan, memutuskan untuk tidak berangkat umrah dan lebih memilih menyumbangkan tabungan umrahnya sebesar USD 1.350 atau sekitar Rp20 juta untuk para korban gempa.
Keputusannya ini dikutip dari laman Turkey Posts English pada Kamis, 16 Februari 2023.
Cakirhan berasal dari lingkungan pedesaan Yüreğil di distrik Sındırgı Balıkesir. Ketika ditanya mengenai alasan membatalkan umrahnya, Cakirhan tidak bisa menahan air matanya saat mengingat kembali apa yang terjadi saat gempa.
Dia mengatakan kepada wartawan bahwa hatinya membawa dia untuk membantu korban gempa.
Putra Cakirhan, Halil Ibrahim Cakirhan, mengungkapkan rasa bangganya terhadap ayahnya. Sementara itu, Presiden Bulan Sabit Merah Cabang Sindirgi, Talat Karakaya, berterima kasih pada Cakirhan dan berharap agar Allah senantiasa menyayanginya.
Karakaya juga berdoa agar Cakirhan dapat melaksanakan umrah terbaik suatu saat nanti.
Sementara itu bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di kawasan rawan gempa dan tsunami diharapkan mengetahui cara untuk mengurangi dampak bencana tersebut.
Beberapa individu telah berusaha untuk memberdayakan komunitas mereka agar siap siaga. Namun, masih ada sebagian orang yang enggan terlibat.
Abah Lala, pendiri Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) di Desa Panggarangan, Lebak, Banten, masih mengingat kejadian empat tahun yang lalu.
Warga desa tersebut mengolok-oloknya saat ia mendirikan tenda posko kesiapsiagaan fenomena La Nina. “Ada saja yang iseng, ‘Pak, memang tsunaminya jadi?’ Kenyinyiran-kenyinyiran itu banyak sekali,” ujarnya.
Di Padang, Sumatra Barat, Patra Rina Dewi tergerak untuk menjadi seorang relawan pascatsunami Aceh. Patra, yang biasa dipanggil Uni, tertawa saat menceritakan pengalamannya pada tahun 2005.
Saat itu, ia dihardik warga yang marah karena mengampanyekan bahaya tsunami dari pintu ke pintu.
“Kita sampai dikejar sama parang, sama masyarakat, hehehe… [Mereka bilang] ‘Apa kalian? Memang bidang ilmu kalian apa? Sok-sok jadi Tuhan…’” tuturnya, meniru ucapan warga.
Kini ia memahami mengapa warga enggan menerima edukasi pada saat itu.
Selain masih trauma dengan pemberitaan tsunami Aceh yang memilukan, mereka juga tidak percaya pada Patra dan rekan-rekannya yang tiba-tiba muncul dan bicara tentang gempa dan tsunami padahal mereka tidak memiliki latar belakang pendidikan mengenai hal itu.
Itulah sebabnya ia kemudian mendirikan Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI) pada pertengahan 2005.
Esensi dari edukasi mitigasi bencana adalah gerakan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan partisipasi masyarakat dalam memahami potensi rawan bencana alam seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang, rob, tsunami, erupsi gunung berapi, kekeringan, kebakaran hutan, dan sejenisnya. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat tumbuh menjadi lebih siap dan mampu bertindak dalam menghadapi bencana alam, serta dapat mengurangi risiko dan dampak buruk yang terjadi akibat bencana tersebut.
Selanjutnya, mari kita membuka lembaran sejarah, apa peristiwa yang terjadi tgl 27 Pebruari di masa lalu.
Pada tanggal 27 Februari 1933, terjadi kebakaran Reichstag di Berlin, Jerman, yang kemudian digunakan oleh rezim Nazi untuk memperkuat kekuasaannya.
Pada tanggal 27 Februari 1951, Perang Korea mencapai puncaknya ketika pasukan Amerika Serikat dan Korea Selatan berhasil merebut kembali kota Seoul yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan Korea Utara.
Pada tanggal 27 Februari 1991, pasukan koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat memulai serangan darat pertama selama Perang Teluk kedua di Kuwait.
Pada tanggal 27 Februari 2010, terjadi gempa bumi besar di Chile dengan kekuatan 8,8 skala Richter, yang menyebabkan kerusakan dan kematian yang signifikan.
Namun, perlu diingat bahwa tanggal 27 Februari memiliki banyak peristiwa penting dalam sejarah dunia dan akan terus berubah seiring berjalannya waktu.
Adapun beberapa peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 27 di dunia:
Pada tanggal 27 Januari 1945, pasukan Soviet membebaskan kamp konsentrasi Auschwitz di Polandia.
Pada tanggal 27 Juli 1953, terjadi gencatan senjata antara Korea Utara dan Selatan setelah Perang Korea.
Pada tanggal 27 September 1964, Perdana Menteri Australia Harold Holt memenangkan pemilihan umum.
Pada tanggal 27 Mei 1999, pasukan NATO mengambil alih pengendalian Kosovo setelah perang melawan Serbia.
Pada tanggal 27 Juli 2003, sebuah serangan bom mobil terjadi di markas PBB di Baghdad, Irak, menewaskan 22 orang, termasuk perwakilan PBB Sergio Vieira de Mello.
Selanjutnya Penulis mengucapkan selamat kepada Pengurus yang tergabung dalam Organisasi Laung Kuning Banjar Kabupaten Paser di Tanah Grogot, semoga senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Mahaesa, sukses dalam perjuangan untuk mencapai cita-cita yang dilandasi semangat ” Waja Sampai Keputing”
Baik, sampai disini dahulu jumpa kita di blog syakhruddin.com, selamat beraktifitas di penghujung Bulan Februari 2023 yang waktunya hanya 28 hari, semoga para nitizen senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat disisi keluarga yang tercinta.
Seandainya merasa terhibur dengan suguhan informasi ini, sudilah mengisi komentar di kolom yang tersedia atau memberi tanda LIKE, sebagai upaya meningkatkan semangat juang dalam menulis secara rutin setiap hari, salamaki !!!
Penulis syakhruddin. DN (Penulis yang suka berbagi)







Salut banget kepada kakek Mehmed Cakirhan darj Turki yg ydk jadi berangkat umroh dan lebih memilih menyumbangkan biaya umrohnya kepada korban gemba.
Semoga ALLAH SWT melimpahkan reskinya sehingga kakek bisa berangkat umroh. Aamiin YRA.