SYAKHRUDDINNEWS.COM – Di sudut kanan lokasi kegiatan, tampak duduk dengan tenang Koordinator Olahraga LLI Sulawesi Selatan, Hj. Sumiaty Sattar. Tidak seperti biasanya, kali ini ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk memperhatikan aktivitas rekan-rekannya. Rupanya, ada musibah yang sedang dialaminya dan cukup mengusik ketenangan pikirannya.
Kepada Penulis, Hj. Sumiaty Sattar menceritakan bahwa rekening bank yang selama ini digunakan untuk menerima gaji pensiun dan kiriman uang dari anaknya telah dibobol oleh pihak yang diduga merupakan pelaku penipuan daring atau yang dikenal dengan istilah pasobis.
Akibat kejadian tersebut, uang pensiun bulan ini yang seharusnya menjadi penopang kebutuhan hidupnya, dilaporkan ludes dari rekening.
Dengan nada prihatin, ia menyampaikan pesan kepada rekan-rekannya, khususnya sesama pensiunan, agar lebih berhati-hati ketika memasuki tanggal-tanggal awal bulan, saat gaji pensiun dan kiriman keluarga mulai masuk ke rekening.
“Rekan-rekan sesama pensiunan, hati-hati pada tanggal baru. Pasobis selalu beraksi,” demikian pesannya singkat.
Kisah yang dialami Hj. Sumiaty menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kejahatan perbankan melalui modus penipuan digital dapat menyasar siapa saja, termasuk para pensiunan dan lanjut usia yang mungkin belum sepenuhnya memahami berbagai modus kejahatan siber.
Karena itu, jangan pernah memberikan PIN, OTP, kata sandi, ataupun mengklik tautan mencurigakan yang dikirim melalui pesan singkat maupun WhatsApp.
Jika menemukan transaksi yang tidak dikenal, segera hubungi bank melalui saluran resmi untuk meminta pemblokiran rekening dan mengajukan pengaduan.
Ada pelajaran penting dari Boulevard pagi itu. Di tengah gerakan senam untuk menjaga kesehatan tubuh, terselip pesan untuk menjaga keamanan hasil jerih payah selama puluhan tahun bekerja.
Sebab, kesehatan jasmani perlu dirawat, tetapi keamanan keuangan masa pensiun juga tidak boleh diabaikan.
Semoga musibah yang dialami Hj. Sumiaty Sattar segera mendapatkan penyelesaian dan hak keuangannya dapat ditelusuri kembali.
Di tengah semarak kegiatan senam sehat di kawasan Boulevard, ada pula aktivitas sosial yang menarik perhatian pengguna jalan.
Sekretaris Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sulawesi Selatan turut bergabung setelah sebelumnya mengikuti kegiatan gerak jalan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta membagikan sekuntum bunga kepada setiap pengguna jalan yang melintas. Aksi sederhana ini menjadi simbol kepedulian, penghormatan, dan ajakan untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih damai tanpa kekerasan.
Sambil membentangkan spanduk berukuran lebar bertuliskan “STOP KEKERASAN”, para peserta menyampaikan pesan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran anggota tim lainnya yang membawa berbagai pamflet dengan gaya dan desain khas dari 102 Shelter Warga yang tersebar di seluruh wilayah Kota Makassar.
Setiap pamflet menjadi media kampanye sekaligus identitas gerakan perlindungan perempuan dan anak yang tumbuh dari lingkungan masyarakat.
Kegiatan yang diinisiasi DP3A Kota Makassar ini memperoleh dukungan penuh dari warga Shelter. Di bawah koordinasi Nurhana, para anggota Shelter Warga menunjukkan partisipasi aktif dengan mengambil bagian dalam kegiatan edukasi dan kampanye sosial tersebut.
Keterlibatan warga Shelter memperlihatkan bahwa gerakan perlindungan perempuan dan anak tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi di ruang pertemuan.
Pesan-pesan pencegahan perlu dibawa langsung ke ruang publik, disampaikan kepada pengguna jalan, dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ada sekuntum bunga yang dibagikan, ada spanduk yang dibentangkan, dan ada ratusan wajah relawan yang menyuarakan pesan kemanusiaan.
Stop kekerasan bukan sekadar slogan. Ia adalah ajakan untuk membangun keluarga yang aman, lingkungan yang ramah, serta masyarakat yang menghargai martabat setiap manusia.
Usai seluruh rangkaian kegiatan, para peserta menyempatkan diri untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan atas kebersamaan yang terjalin pada Ahad pagi itu.
Senyum dan wajah penuh keceriaan tampak menghiasi suasana. Masing-masing peserta seolah ingin mengabadikan momen yang bukan hanya menghadirkan kebugaran, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan kepedulian sosial.
Setelah sesi dokumentasi selesai, para peserta kemudian berpamitan dan kembali ke rumah masing-masing dengan membawa perasaan bahagia.
Ada pengalaman berharga yang dibawa pulang, ada persahabatan yang semakin erat, serta ada pesan kemanusiaan yang terus hidup dalam ingatan.
Boulevard pagi itu menjadi saksi bahwa kebersamaan, kesehatan, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan. Sampai berjumpa pada kegiatan berikutnya, dengan semangat yang tetap terjaga. Sehat badannya, bahagia hatinya, kuat persaudaraannya (sdn)