SYAKHRUDDINNEWS.COM- Sabtu kembali menyapa kehidupan. Setelah melewati hari-hari yang penuh kesibukan, tibalah saatnya kita mengambil jeda sejenak, menata pikiran, menyegarkan tubuh, serta mengevaluasi perjalanan hidup.
Sabtu bukan sekadar penanda akhir pekan, melainkan kesempatan untuk mempererat silaturahmi, berkumpul bersama keluarga, membantu sesama, dan menyelesaikan pekerjaan yang tertunda.
Setiap hari sesungguhnya memiliki nilai apabila diisi dengan amal kebajikan. Sebab, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali, sementara waktu yang masih tersisa merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Dalam perspektif Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan manusia tentang pentingnya waktu melalui Surah Al-‘Ashr ayat 1–3. Allah bersumpah demi masa, bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman,
mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Pesan ini sangat relevan bagi kita pada hari Sabtu: jangan biarkan waktu berlalu tanpa makna.
Gunakan kesempatan untuk beribadah, bekerja, belajar, dan menebarkan manfaat bagi orang lain.
Ada satu hal menarik, Al-Qur’an juga menyebut peristiwa hari Sabat atau Sabtu dalam kisah kaum Bani Israil. Kisah tersebut menjadi pelajaran tentang ketaatan terhadap perintah Allah dan larangan melanggar ketentuan-Nya.
Kisah ini mengingatkan bahwa keberkahan hidup tidak hanya ditentukan oleh banyaknya waktu, tetapi juga oleh ketaatan dan kejujuran dalam menjalani kehidupan.
Sahabat MoKa yang budiman,Tidak ada hari yang sia-sia apabila kita mampu menjadikannya ladang amal. Sabtu dapat menjadi momentum untuk mengunjungi saudara, menyapa tetangga, membantu mereka yang membutuhkan, serta memberikan perhatian kepada orang tua dan kaum lanjut usia.
Sebagai manusia yang terus bertambah usia, kita semakin menyadari bahwa kekayaan bukan semata-mata harta benda, melainkan kesehatan, keluarga yang menyayangi, sahabat yang setia, dan kesempatan untuk terus berbuat baik.
Mari kita jadikan Sabtu, 7 November 2026, sebagai hari untuk memperbanyak syukur, memperkuat persaudaraan, dan menebarkan pesan kemanusiaan.
Pantun Penutup Pergi ke Takalar membeli ikan,
Ikan dibawa bersama kelapa.
Selagi hidup berikan kebaikan,
Semoga menjadi bekal di akhirat kelak.
Ketika peta kekuasaan berubah, diplomasi dunia pun mencari arah; Perpolitikan internasional kembali menghadirkan kejutan. Partai Republik yang menjadi kendaraan politik Presiden Amerika Serikat Donald Trump kehilangan mayoritas dalam pemilu sela, sementara Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menghadapi kegagalan mempertahankan kekuasaan.
Peristiwa ini menjadi ujian politik bagi dua pemimpin yang selama ini berada dalam satu barisan menghadapi Iran. Kekalahan elektoral tersebut bukan sekadar persoalan angka kursi parlemen, tetapi juga menjadi cerminan perubahan sikap dan aspirasi masyarakat terhadap kebijakan pemerintahan, termasuk konflik dan dampak ekonomi yang ditimbulkannya.
Di tengah perubahan tersebut, Iran justru memperkuat hubungan strategis dengan Rusia. Sekretaris Keamanan Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menemui Presiden Vladimir Putin di Kremlin pada 5 November 2026, sekaligus membawa pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Pembicaraan mencakup keamanan kawasan pascaperang, kerja sama pertahanan, hingga pembangunan jaringan pipa gas. Dunia kini menyaksikan bahwa peta geopolitik tidak pernah berhenti bergerak.
Kekuasaan dapat berubah melalui pemilu, tetapi kepentingan negara terus berjalan melalui diplomasi. Pesan MoKa: kemenangan politik bukan jaminan perdamaian, dan kekuatan militer bukan satu-satunya jalan menuju penyelesaian konflik. Semoga akal sehat dan diplomasi lebih dikedepankan demi keselamatan umat manusia.
Peta politik Israel kembali mengalami perubahan setelah koalisi partai-partai Arab, Joint List, secara resmi merekomendasikan Gadi Eisenkot sebagai calon Perdana Menteri Israel berikutnya.
Dukungan yang disampaikan kepada Presiden Isaac Herzog pada Kamis 5 November 2026 itu menambah kekuatan Eisenkot menjadi 67 rekomendasi anggota parlemen, melampaui ambang mayoritas 61 kursi di Knesset.
Langkah politik ini menjadi bagian dari upaya mencegah Benjamin Netanyahu dan koalisi pemerintahannya kembali berkuasa.
Namun, dukungan mayoritas tersebut belum otomatis mengantarkan Eisenkot ke kursi perdana menteri. Ia masih harus membangun kesepakatan koalisi dan memperoleh kepercayaan parlemen.
Peristiwa ini memperlihatkan bahwa suara kelompok minoritas dapat memainkan peranan penting dalam menentukan arah kepemimpinan sebuah negara.
Dalam demokrasi, kekuatan politik bukan semata-mata ditentukan oleh siapa yang paling besar, tetapi juga oleh kemampuan membangun komunikasi, kesepakatan, dan kepercayaan. Kini, keputusan berada di tangan Presiden Herzog dan proses politik selanjutnya.
Antara Adab dan Sadap: Integritas Institusi Kampus dan Hukum;Ketika hukum kehilangan sentuhan adab dan kampus terjebak dalam budaya diam, kita patut bertanya: ke mana arah karakter bangsa?
Tema Antara Adab dan Sadap mengingatkan bahwa persoalan penyadapan bukan sekadar urusan teknis penegakan hukum, tetapi juga menyangkut etika, privasi, kejujuran, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Hukum harus ditegakkan berdasarkan aturan, bukan kekuasaan, sementara kampus harus tetap menjadi ruang kebebasan berpikir dan keberanian menyuarakan kebenaran.
Al-Qur’an melalui QS. Al-Hujurat ayat 6 mengajarkan pentingnya tabayyun atau memeriksa kebenaran informasi. Sementara QS. An-Nisa ayat 135 mengingatkan agar keadilan ditegakkan sekalipun terhadap diri sendiri.
Kedua pesan ini menjadi landasan moral bahwa tidak boleh ada pembenaran terhadap tindakan yang mengabaikan etika dan keadilan.
Kampus tidak boleh membungkam kritik, aparat tidak boleh mengabaikan prosedur, dan masyarakat harus tetap menjunjung tinggi kebenaran.
Pada akhirnya, integritas bukan sekadar gelar akademik, jabatan, atau kewenangan hukum. Integritas adalah keberanian untuk jujur, bersikap adil, dan mempertahankan prinsip meskipun berhadapan dengan kepentingan besar.
Jangan sampai kita terlalu sibuk mengawasi orang lain, tetapi lupa mengawasi diri sendiri. Sebab, bangsa yang bermartabat bukan hanya bangsa yang cerdas secara intelektual, melainkan juga luhur dalam adab dan perilaku.
44444
Menjelang usia ke-419 tahun, Kota Makassar terus menyemarakkan hari jadinya melalui berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Salah satu kegiatan menarik adalah Makassar Memancing Fishing Exhibition yang dijadwalkan berlangsung pada 7–8 November. Kegiatan ini bukan sekadar ajang menyalurkan hobi memancing, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, hiburan, dan kebersamaan warga. Berbagai aktivitas tersebut mencerminkan wajah Makassar sebagai kota yang dinamis, terbuka, dan kaya dengan potensi kreativitas masyarakatnya.
Usia 419 tahun merupakan perjalanan panjang sebuah kota yang menyimpan sejarah, budaya, dan dinamika pembangunan. Momentum hari jadi ini hendaknya tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan acara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa memiliki terhadap kota, menjaga kebersihan lingkungan, merawat warisan budaya, serta membangun kepedulian sosial. Makassar bukan hanya tentang gedung dan jalan yang semakin berkembang, melainkan juga tentang warganya yang terus bergerak bersama mewujudkan kota yang nyaman, maju, dan membanggakan.
55555
Festival Perempuan dan Anak Makassar 2026 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-419 Kota Makassar.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar ini dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 8 November 2026, mulai pukul 06.00 WITA, bertempat di kawasan Car Free Day Jalan Boulevard Makassar.
Mengusung tema “Menyalakan Harapan, Merawat Masa Depan”, festival ini menjadi ruang publik untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya perlindungan perempuan dan anak serta mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan inklusif.
Berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif akan mewarnai festival tersebut. Mulai dari edukasi penghentian kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pojok Konseling, Long March, Booth UMKM, Kampanye Berani Speak Up, hingga Orasi Ilmiah tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.
Kehadiran berbagai kegiatan ini memperlihatkan bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, lembaga sosial, dan seluruh elemen warga Kota Makassar.
Festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial memperingati hari jadi kota, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mencegah kekerasan, membangun keberanian untuk melaporkan tindakan diskriminatif dan kekerasan, serta memberikan ruang bagi perempuan dan anak untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh hak-haknya.
Sebab, kemajuan sebuah kota tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana kota tersebut mampu memberikan perlindungan, rasa aman, dan masa depan yang lebih baik bagi perempuan dan
Kehadiran Shelter Warga dalam rangkaian kegiatan ini sangat strategis. Shelter Warga merupakan salah satu ujung tombak perlindungan berbasis masyarakat yang dekat dengan keluarga dan lingkungan permukiman.
Nurhada dari DP3A Kota Makassar menegaskan, festival ini membawa pesan bahwa melindungi perempuan dan anak bukan sekadar program pemerintah, melainkan tanggung jawab kemanusiaan kita bersama, ujarnya.
66666
Merawat Semangat Perjuangan, Melanjutkan Pengabdian : Tanggal 10 November kembali mengingatkan bangsa Indonesia pada peristiwa heroik Pertempuran Surabaya tahun 1945.
Ketika itu, rakyat bersama para pejuang mempertaruhkan jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan. Dengan semangat pantang menyerah, mereka membuktikan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan, pengorbanan, dan persatuan seluruh anak bangsa.
Hari Pahlawan bukan sekadar mengenang nama-nama besar yang tercatat dalam sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali nilai keberanian, keikhlasan, solidaritas, dan kecintaan kepada tanah air.
Kementerian Sosial Republik Indonesia menetapkan tema peringatan Hari Pahlawan 10 November 2026, yakni
“Pahlawanku Teladanku: Melangkah Bersama, Melanjutkan Perjuangan.” Peringatan tahunan ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum untuk meneladani keberanian, pengorbanan, dan semangat patriotisme para pejuang bangsa dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan.
Melalui identitas visual dan logo resmi yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis untuk berbagai media publikasi, pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, agar tidak berhenti pada penghormatan terhadap jasa pahlawan, tetapi meneruskan perjuangan melalui karya nyata, persatuan, kepedulian sosial, dan pengabdian demi Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.
Setiap warga negara memiliki kesempatan menjadi pahlawan melalui profesi dan pengabdiannya masing-masing. Guru berjuang mencerdaskan generasi, tenaga sosial mendampingi masyarakat rentan, relawan Tagana hadir membantu korban bencana, sementara para lanjut usia tetap dapat memberikan keteladanan melalui pengalaman hidupnya.
Sebab, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang pandai menghormati pahlawannya, melainkan bangsa yang mampu melanjutkan nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Pantun Penutup Bunga melati harum mewangi, Tumbuh bersemi di tepi halaman. Jangan berhenti mengenang pahlawan negeri, Lanjutkan perjuangan dengan pengabdian.
Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2026.
xxx
Sampai di sini perjumpaan kita. Insyaallah, esok MoKa kembali hadir menyapa Anda melalui gawai dalam genggaman. Di tengah kesibukan memeriahkan HUT Kota Makassar ke-419, Festival Perempuan dan Anak Kota Makassar yang digagas DP3A Kota Makassar, serta persiapan menyambut Hari Pahlawan 2026, masih banyak peristiwa dan kisah kehidupan yang layak diabadikan dalam lembaran beranda MoKa.
Sebab, setiap peristiwa memiliki cerita, setiap langkah menyimpan makna, dan setiap hari selalu menghadirkan bahan untuk dituliskan.