SYAKHRUDDINNEWS.COM – Minggu pagi, suasana Boulevard kembali diwarnai aktivitas penuh semangat. Komunitas Senam Nusantara (KSN), di bawah bimbingan instruktur senam Irma dan Sigit, berkolaborasi dengan Keluarga Besar Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sulawesi Selatan dalam kegiatan olahraga bersama bersama koordintor LLI bidang olah raga, Dra.Hj.Sumiaty Sattar bersama Dra.Amirah Sambe.
Di antara gerakan tangan, ayunan kaki dan irama musik yang mengiringi senam, terpancar wajah-wajah penuh kegembiraan.
Mereka datang bukan sekadar untuk mengeluarkan keringat, tetapi juga merawat persahabatan, memperkuat kebersamaan dan membuktikan bahwa memasuki usia senja bukan alasan untuk berhenti bergerak.
Kolaborasi KSN dan LLI Sulsel ini menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan lanjut usia yang sehat, mandiri, aktif dan produktif.
Program pembinaan tidak berhenti pada aktivitas olahraga. Ada pula pembinaan keagamaan sebagai penguatan spiritual, serta langkah baru yang baru saja dirintis melalui pembentukan LANSIGANA (Lanjut Usia Siaga Bencana) di lingkungan LLI Sulsel.
Tiga pendekatan ini memiliki tujuan yang saling melengkapi: menjaga kebugaran fisik, memperkuat ketahanan mental dan spiritual, sekaligus menumbuhkan kesadaran serta kemampuan lansia menghadapi situasi bencana.
Ketua LLI Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Syafri Arief, M.Si., dalam arahannya mengajak seluruh anggota LLI untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mengambil tanggung jawab sosial di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Ia mendorong setiap anggota LLI agar melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap minimal dua orang lanjut usia di kelurahan tempat mereka berdomisili.
Pendampingan tersebut diharapkan disertai pendataan yang baik, termasuk melengkapi informasi Kartu Keluarga (KK) dan posisi desil kesejahteraan keluarga, sehingga kondisi sosial ekonomi lansia dapat dikenali dengan lebih jelas.
Dengan demikian, keberadaan LLI tidak hanya terlihat ketika berlangsung kegiatan senam, pertemuan organisasi atau acara seremonial.
Lebih dari itu, LLI harus hadir di tengah masyarakat, menyapa lansia yang membutuhkan perhatian, mengenali kondisi kehidupannya dan membantu menghubungkan mereka dengan pelayanan sosial yang diperlukan.
Inilah makna sesungguhnya dari gerakan lanjut usia. Bukan sekadar memperpanjang usia, tetapi memperbaiki kualitas kehidupan.
Bukan hanya membuat tubuh tetap bugar, tetapi juga memastikan tidak ada lansia yang merasa sendirian menghadapi perjalanan hari-hari tuanya.
Boulevard pagi itu menjadi saksi bahwa semangat hidup tidak mengenal batas usia. Irma dan Sigit menggerakkan tubuh melalui senam, sementara LLI Sulsel berupaya menggerakkan kesadaran sosial melalui pembinaan dan pendampingan.
Sebab, masa senja bukanlah masa untuk menunggu waktu berlalu. Ia justru dapat menjadi kesempatan untuk tetap berkarya, berbagi pengalaman dan menebarkan manfaat bagi sesama.
Lansia bukan beban pembangunan. Lansia adalah bagian dari kekuatan masyarakat yang perlu dihormati, diberdayakan dan didampingi.
Dan dari Boulevard, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan: selama masih ada kesempatan untuk bergerak, beribadah dan berbuat baik, maka kehidupan tetap memiliki arti.
Salam sehat, salam bahagia, dan salam Lansia Berdaya.
Langkah pagi menyusuri Boulevard, Bersama sahabat penuh ceria. Usia boleh terus bertambah, Semangat hidup jangan pernah sirna.