SYAKHRUDDINNEWS.COM– Jumat, 30 Oktober 2026, kembali hadir menyapa kehidupan kita. Hari yang istimewa bagi umat Islam, ketika langkah kaki menuju masjid menjadi bagian dari perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di antara kesibukan dunia, Jumat mengajak kita berhenti sejenak, menundukkan hati, merenungkan perjalanan hidup, serta menghitung kembali berapa banyak kebaikan yang telah kita tebarkan kepada sesama.
Jumat bukan sekadar pergantian hari dalam kalender. Ia menjadi momentum untuk memperbarui niat, memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan membersihkan hati dari iri, dengki, serta prasangka buruk.
Ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, meminta maaf kepada sesama, dan kembali menata langkah agar kehidupan kita semakin bermakna. Sebab, usia boleh bertambah, rambut boleh memutih, dan tenaga mungkin berkurang, tetapi semangat berbuat baik hendaknya tidak pernah surut.
Pesan Al-Qur’an tentang Hari Jumat; Allah SWT memberikan petunjuk yang sangat jelas mengenai keutamaan hari Jumat melalui Surah Al-Jumu’ah ayat 9:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jumu’ah: 9, petikan ayat)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa ketika panggilan salat Jumat telah dikumandangkan, urusan dunia hendaknya dikesampingkan sejenak demi memenuhi panggilan Allah.
Pekerjaan, perdagangan, jabatan, dan berbagai kesibukan tidak boleh membuat kita melupakan kewajiban kepada Sang Pencipta.
Namun, pesan ayat ini tidak berhenti ketika salat Jumat selesai. Pada ayat berikutnya, Surah Al-Jumu’ah ayat 10, Allah memerintahkan umat manusia untuk kembali bertebaran di muka bumi, mencari karunia-Nya, dan senantiasa mengingat Allah.
Inilah keseimbangan hidup yang indah: beribadah dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan jujur, dan mengabdi kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
Jumat sebagai Ruang Introspeksi Diri; Sahabat pembaca MoKa yang dirahmati Allah SWT, mari kita jadikan Jumat ini sebagai ruang introspeksi.
Sudahkah kita menghormati orang tua, menyayangi keluarga, membantu tetangga yang kesulitan, serta menjaga lisan agar tidak melukai perasaan orang lain?
Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi masih abai terhadap penderitaan sesama. Jangan sampai kita fasih berbicara tentang kebaikan, tetapi enggan mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam pengabdian sosial dan kemanusiaan, nilai-nilai Islam mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang bukan semata-mata diukur dari pangkat, kekayaan, atau kedudukan.
Kemuliaan juga tercermin melalui keikhlasan, kepedulian, dan kesediaan menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Maka, marilah kita isi Jumat Mubarak ini dengan memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW, membaca Al-Qur’an, bersedekah sesuai kemampuan, menjaga silaturahmi, serta mendoakan saudara-saudara kita yang sedang sakit, mengalami kesulitan ekonomi, maupun tertimpa musibah.
Sebuah pantun pembuka Untuk Anda;
Pagi cerah mentari bersinar,
Burung berkicau di atas dahan.
Jumat Mubarak kembali menyapa dengan sabar,
Mari beribadah, perbanyak amalan.
xxxxxxx
Dilaporkan bahwa dinamika politik Israel menghadirkan perkembangan menarik dengan munculnya partai yang mewakili warga Arab sebagai salah satu kekuatan yang berpotensi menentukan pembentukan pemerintahan.
Selama ini, politik Israel didominasi persaingan partai-partai Yahudi, sementara partai-partai Arab kerap menghadapi keterbatasan dalam menentukan arah koalisi.
Namun, dalam sistem parlementer Israel, perolehan kursi di parlemen atau Knesset menjadi faktor penting untuk membentuk pemerintahan.
Ketika persaingan antarkubu berlangsung ketat, dukungan dari partai yang mewakili warga Arab dapat menjadi faktor penentu dalam menentukan siapa yang mampu memperoleh dukungan mayoritas untuk menduduki kursi perdana menteri.
Perkembangan ini sekaligus memperlihatkan bahwa suara warga Arab Israel memiliki arti strategis dalam menentukan keseimbangan kekuasaan.
Apabila persaingan antara kubu Benjamin Netanyahu dan kelompok oposisi berakhir dengan perolehan kursi yang berdekatan, dukungan partai-partai Arab dapat menjadi kunci dalam proses pembentukan koalisi.
Meski demikian, menjadi penentu tidak otomatis berarti langsung menduduki jabatan perdana menteri, sebab pemerintahan tetap harus dibentuk melalui dukungan mayoritas di parlemen. Situasi ini menjadi catatan penting bagi demokrasi Israel: perhitungan politik tidak hanya ditentukan oleh besarnya partai, tetapi juga oleh kemampuan membangun dukungan lintas kelompok di tengah perbedaan identitas dan pandangan politik.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia mulai menyiapkan langkah besar menuju era transportasi ramah lingkungan dengan menyusun peta jalan elektrifikasi kendaraan hingga tahun 2060.
Sebagaimana diberitakan detikOto, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan bahwa lebih dari 170 juta kendaraan bermesin bensin dan diesel ditargetkan secara bertahap beralih menjadi kendaraan listrik yang diproduksi di dalam negeri. Program ini akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan.
Pada periode 2027–2030, prioritas diarahkan kepada sepeda motor yang digunakan oleh pengemudi ojek daring, kurir, armada perusahaan, kendaraan dinas, serta masyarakat di kota-kota besar.
Sementara itu, angkutan umum seperti bus listrik juga akan didorong penggunaannya di kota-kota yang telah siap dengan infrastruktur pendukung.
Memasuki periode 2031–2035, penggunaan sepeda motor listrik ditargetkan meluas ke seluruh provinsi di Indonesia. Pemerintah juga akan mendorong produksi mobil listrik keluarga dan kendaraan kompak agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Namun, ambisi besar ini bukan tanpa tantangan. Harga kendaraan, ketersediaan stasiun pengisian daya, ketahanan baterai, serta kemampuan masyarakat untuk membeli kendaraan listrik perlu menjadi perhatian serius.
Transisi menuju kendaraan listrik bukan sekadar mengganti mesin berbahan bakar minyak dengan baterai, melainkan membangun sistem transportasi yang lebih bersih, terjangkau, dan berkelanjutan. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada kesiapan industri nasional, dukungan pemerintah, dan kemampuan masyarakat untuk mengikuti perubahan tanpa terbebani biaya yang terlalu tinggi.
Perubahan agenda kehadiran Presiden Prabowo Subianto di GOR Sudiang, Makassar, Rabu 28 Oktober 2026, menyisakan pertanyaan tentang koordinasi dan komunikasi publik. Agenda peresmian Sekolah Rakyat permanen berubah menjadi peringatan satu tahun program tanpa kehadiran Presiden.
Bagi peserta dari berbagai daerah, kepastian informasi menjadi penting agar waktu, tenaga, dan biaya perjalanan tidak terbuang. Meski demikian, ketidakhadiran Presiden tidak serta-merta menunjukkan kegagalan program.
Di balik pembangunan sembilan lokasi Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, terdapat investasi negara sekitar Rp2,297 triliun dengan kapasitas rencana 11.340 siswa.
Besarnya anggaran menuntut transparansi mengenai kontrak, kualitas bangunan, progres terkini, dan kesiapan operasional. Pemerintah juga perlu menjelaskan ketersediaan guru, fasilitas belajar, pengelolaan asrama, serta pembiayaan pemeliharaan.
Progres fisik bangunan tidak otomatis menjamin seluruh fasilitas siap digunakan atau mutu pendidikan telah tercapai.
Pada akhirnya, keberhasilan Sekolah Rakyat bukan diukur dari megahnya gedung atau meriahnya seremoni, melainkan dari manfaat nyata bagi anak-anak keluarga kurang mampu.
Pemerintah perlu membuka data yang dapat diperiksa publik, memastikan anggaran dikelola secara bertanggung jawab, dan mengevaluasi hasil pembelajaran secara berkala.
Harapan masyarakat sederhana: anggaran negara benar-benar berbuah pendidikan bermutu, lingkungan belajar yang aman, dan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.
Sementara itu, Ada duka yang datang membawa sejuta tanya. Seorang mahasiswa berusia 23 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami dugaan pengeroyokan di Jalan Boulevard, Makassar.
Empat orang yang diduga terlibat telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini meninggalkan kesedihan sekaligus keprihatinan, sebab seorang anak muda yang semestinya masih merajut mimpi, menata masa depan, dan membanggakan keluarga, justru harus mengakhiri perjalanan hidupnya di tengah dugaan tindak kekerasan.
Sahabat MoKa, masa muda adalah ruang untuk belajar, berkarya, dan mengejar cita-cita, bukan arena untuk melampiaskan amarah.
Perbedaan pendapat, perselisihan, atau persoalan apa pun seharusnya diselesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan kepalan tangan.
Sebab, ketika emosi mengalahkan akal sehat, akibatnya bisa sangat menyakitkan, bahkan merenggut nyawa yang tak mungkin dikembalikan.
Kini, proses hukum harus berjalan secara adil dan transparan untuk mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi. Jangan biarkan kematian seorang mahasiswa hanya menjadi berita yang berlalu di tengah derasnya arus informasi.
Catatan MoKa: Satu nyawa terlalu berharga untuk dikorbankan oleh amarah sesaat. Di balik kepergian seorang anak muda, ada keluarga yang kehilangan harapan, ada orang tua yang mungkin masih menunggu kepulangannya, dan ada masa depan yang terhenti sebelum waktunya.
Mari kita belajar menahan diri, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan persoalan dengan hati yang jernih. Sebab, keberanian sejati bukanlah kemampuan untuk mengalahkan orang lain, melainkan kesanggupan mengendalikan diri sendiri.
Sahabat pembaca yang budiman, sampai di sini dahulu perjumpaan kita dalam Mozaik Kehidupan hari ini. Semoga setiap untaian kata dan informasi yang tersaji dapat menjadi tambahan wawasan, memperkaya pemikiran, serta menghadirkan makna dalam perjalanan hidup kita.
Insyaallah, esok hari MoKa kembali hadir menyapa Anda dengan aneka informasi menarik, kisah inspiratif, dan potret kehidupan yang patut kita renungkan bersama.
Sebuah pantun penutup untuk Anda;
Menyusun pantun memakai rima
Rima dibuat menjadi kisah
Bertahun-tahun sekantor bersama
Tibalah masa untuk berpisah.
Terima kasih atas kebersamaan, perhatian, dan kesetiaan Anda menjadi bagian dari perjalanan literasi ini. Tetaplah berkarya, tebarkan kebaikan, dan jangan pernah berhenti berbagi inspirasi. Semoga sukses senantiasa menyertai setiap langkah dan pengabdian kita.
Insya Allah besok pagi di halaman Kampus FDK Bermartabat akan diresmikan terbentuknya : Lansia Siaga Bencana (Lansigana) sebagai wadah partisipasi dalam kesiapsiagaan bagi anggota Lembaga Lanjut Usia Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, dirangkaikan dengan Pembukaan Pemantapan Tagana Kompi FDK UIN Tahun 2026.
Salam Inspirasi : Syakhruddin Tagana



