SYAKHRUDDINNEWS.COM – Akhir November 2024, Ananda Syawal Agus Sentosa memutuskan untuk membuka sebuah warung kopi (warkop) yang berlokasi di Jalan Andi Tonro I No. 6, Makassar. Warkop ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pengemudi lintas Makassar-Palopo yang bermarkas di Kost Hj. Nurlia.
Langkah Agus membuka Warkop yang diberi nama “Warkop Tetta” untuk mengabadikan almarhum Kakeknya “Tetta Nassa” seolah mendapat restu dari Sang Khalik.
Saat sedang memindahkan AC dari lantai dasar ke lantai atas, seorang teknisi bertanya, “Apakah warkop ini sudah memiliki personil yang mengelolanya?” Pertanyaan itu diajukan oleh Putra, seorang pemuda yang tinggal di Jalan Andi Tonro III, Makassar.
Agus menjawab dengan jujur, “Oh ya, belum ada.“
Tanpa ragu, Agus menawarkan, “Kalau kamu berminat, datang saja besok subuh dan mulailah menerapkan ilmumu di bidang layanan kopi sebagai barista.”
Seperti gayung bersambut, Putra menerima tawaran itu. Keesokan harinya, ia memulai pekerjaannya sebagai barista, melayani pelanggan dengan sepenuh hati, sekaligus menerapkan pengalamannya dua tahun jadi Barista di salah satu Warkop di Jalan Haji Bau Makassar.
Namun, perjalanan Agus tidak hanya berhenti di sana. Musim hujan yang tak kunjung reda menyebabkan rumah kontrakan Putra kebanjiran. Saat itu, istrinya, Nayla, yang merupakan juniornya di SMA Muhammadiyah Makassar, sedang hamil muda. Untuk mencari tempat tinggal yang lebih aman, mereka sepakat pindah ke sebuah kamar di Kost Hj. Nurlia Syakhruddin, menempati kamar bagian depan.
Tidak hanya Putra dan Nayla, ada pula Ronald, seorang pria asal Manado yang datang bersama istrinya, Wati, dari Palu, Sulawesi Tengah. Awalnya, Ronald bekerja sebagai pengantar galon air di tempat Mas Bambang. Namun, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dan melamar pekerjaan di tempat Agus, yang kebetulan sedang membuka bisnis pencucian mobil.
Keahlian Ronald dalam mengemudi dan keterampilan memasak istrinya membuat Agus langsung menerima mereka. Untuk kenyamanan pasangan ini, Agus membangun sebuah kamar lengkap dengan WC dan kamar mandi di lokasi pencucian mobil. Mulai 1 Januari 2025, Ronald dan Wati resmi menempati kamar tersebut dan meneruskan pekerjaan mereka sebagai operator pencucian mobil dan motor bersama rekannya Sanusi dan Alex.
Semua peristiwa ini seolah sudah diatur dengan sempurna oleh Sang Khalik. Kini, bisnis Agus terus berkembang, dan semua orang yang terlibat memiliki peran penting dalam menciptakan harmoni kehidupan. Selamat berkarya untuk, Putra, Ronald, Wati, dan Nayla, semoga di tahun 2025 menjadi memontum meraih kebahagiaan (sdn)




