Kenangan Sungai Kandilo
Di tepian Kandilo, angin berkisah,
Menari pelan di atas aliran sejarah,
Tanah Grogot, saksi bisu cinta dan luka,
Menyimpan masa yang tak lekang oleh masa.
Dulu aku berdiri, muda dan tak gentar,
Di bawah langit Paser yang biru bergetar,
Sungai berbisik, membawa harapan,
Membasuh jiwa dalam keheningan.
Setiap riak membawa cerita,
Tentang gelak tawa dan air mata,
Di perahu kecil aku mendayung,
Mengejar mimpi yang tak pernah lekang.
Sungai Kandilo penuh kenangan,
Alirannya merangkai ribuan impian,
Di sini banyak cerita terpendam,
Yang tak dapat terungkap dengan kata
Kini aku sendiri, dalam kemenangan,
Menggapai puncak tanpa perayaan,
Namun Kandilo tetap setia,
Menjaga kenangan dalam dadanya.
Oh sungai Kandilo, peluklah masa itu,
Saat hidup sederhana, namun penuh lugu,
Kuingat tawa, kuingat pelukan,
Dan semua janji yang kini hilang perlahan.
Kesendirian ini bukanlah luka,
Hanya ruang kosong yang penuh makna,
Aku mengenangmu, masa silam yang indah,
Di tepian Kandilo, hatiku berserah.
Paser, 25/12/2024
by.syakhruddin.dn
