“Jejak Air Mata di Tanah Rencong”
Hari ini, dua puluh tahun silam,
Aceh berbisik dalam dera pilu,
Tsunami, bencana yang datang tanpa salam,
Meluluhlantakkan segalanya, meninggalkan luka mendalam
Langit gelap, air bergemuruh,
Ribuan nyawa tersapu dalam sekejap,
Tangis dan doa bersatu,
Mengharu-biru dunia yang terpaku dalam ketakutan
Oh Aceh, tanah syahdu penuh doa,
Kesedihanmu menjadi luka kami bersama,
Namun dalam reruntuhan dan kehilangan,
Ada cahaya yang kembali menguatkan kehidupan.
Jangan lagi terulang, oh alam,
Cukuplah derita jadi pelajaran,
Biarkan Aceh menata masa depan,
Tanpa tangis yang kembali menggenang di lautan.
Hari ini, kita mengenangmu,
Dengan doa yang terus kami panjatkan,
Aceh, kau tetap teguh dan bermakna,
Meski badai telah lama berlalu dalam sejarah manusia.
Makassar, 26 Desember 2024
Relawan Aceh Tagana Syakhruddin.DN
