SYAKHRUDDIN.COM – Seorang ilmuwan komputer yang dijuluki “Godfather of AI” atau “Bapak AI” yaitu Geoffrey Hinton telah mengundurkan diri dari Google dan mengeluarkan peringatan tentang bahaya teknologi kecerdasan buatan (AI).
Hinton menciptakan teknologi dasar untuk sistem AI dan mengatakan bahwa kemajuan yang terjadi di bidang tersebut menimbulkan risiko besar bagi masyarakat dan kemanusiaan.
Ia menunjukkan bahwa persaingan antara perusahaan teknologi mendorong merilis teknologi AI baru dengan kecepatan yang berbahaya, mempertaruhkan pekerjaan dan menyebarkan informasi yang salah.
Hinton juga percaya bahwa sistem AI baru yang dikembangkan oleh Google dan OpenAI dapat melampaui kecerdasan manusia dalam beberapa hal karena jumlah data yang mereka analisis.
Namun, Hinton juga memberikan peringatan tentang potensi penyebaran informasi yang salah yang dibuat oleh AI dan bahwa penggunaan AI yang meluas seperti chatbot ChatGPT dapat membahayakan pekerjaan manusia.
Dia menekankan bahwa “AI menghilangkan kerja keras manusia dan mungkin menghilangkan lebih dari itu”.
Perusahaan teknologi seperti Google berkomitmen pada pendekatan AI yang bertanggung jawab dan terus belajar memahami risiko yang muncul sambil berinovasi dengan berani.
Namun, pada bulan Maret, Elon Musk dan sejumlah ahli menyerukan jeda dalam pengembangan sistem AI untuk memberikan waktu guna memastikan keamanannya.
Dalam kesimpulan, teknologi kecerdasan buatan memiliki potensi yang luar biasa untuk mengubah dunia dan membantu manusia dalam banyak hal.
Namun, seperti yang diperlihatkan oleh Geoffrey Hinton, kemajuan AI juga dapat menimbulkan risiko besar bagi masyarakat dan kemanusiaan.
Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dan upaya untuk mengembangkan teknologi AI dengan bertanggung jawab dan memastikan bahwa teknologi tersebut tidak membahayakan manusia (sdn)
