SYAKHRUDDIN.COM – Terompet diperkirakan sudah ada sejak 1500 sebelum Masehi. Awalnya, alat musik jenis ini diperuntukkan keperluan ritual agama dan juga digunakan dalam militer, terutama saat akan berperang. Kemudian terompet dijadikan sebagai alat musik pada masa pertengahan Renaisance hingga dewasa ini.
Perayaan tahun baru Masehi di berbagai belahan dunia, identik dengan berpesta menyalakan kembang api dan meniup terompet. Benarkah dengan meniup terompet dan menyalakan kembang api saat perayaan tahun baru adalah cara yang juga dilakukan orang-orang Yahudi dan Majusi sejak masa lalu?
Lalu apakah boleh umat Muslim merayakan tahun baru Masehi dengan cara demikian?
Pendakwah sekaligus Ketua Lembaga Peradaban Luhur (LPL) KH.Rakhmad Zailani Kiki mengatakan, orang-orang non-Muslim pada masa lalu, menggunakan terompet dan kembang api saat merayakan tahun baru.
Kaum Yahudi misalnya yang meniupkan terompet pada hari raya Rosh ha Shanah atau permulaan tahun. Pada hari tersebut orang Yahudi meniup terompet yang disebut Shofar sepanjang hari di Sinagog, sebagai tanda perayaan.
Karena itu hari tersebut juga disebut hari meniup Shofar atau Yom Teruah.
Dalam keyakinan orang Yahudi ada makna tertentu meniup terompet pada hari tersebut.
Di antaranya adalah keyakinan orang Yahudi bahwa Tuhan dinobatkan sebagai Raja pada hari itu dan kitab Taurat diberikan di Gunung Sinai dengan iringan terompet para malaikat pada hari itu.
Menyongsong pergantian tahun 2022 ke 2023, para penrajin terompet, kini sudah mulai mempersiapkan dagangannya. Dapat dibayangkan, berapa kali pembuat terompet akan mencoba suara terompetnya, kemudian setelah jadi, akan dicoba lagi oleh calon pembeli, terakhir adalah Anda membunyikannya dalam pergantian tahun 2002-2023, jadi bisa dibayangkan berapa ujung terompet berganti peniup dengan mulut yang tidak dijamin steril, wallahu alam.
Sebelum penggantian tahun, sekarang Presiden sudah membunyikan terompet awal dengan bunyi bahwa tahun 2023, Pemerintah akan melarang penjualan rokok batangan.
Jadi dapat dibayangkan, betapa merananya bagi perokok kalau uangnya hanya cocok untuk satu atau dua batang yang bisa di beli, sementara pemerintah menetapkan bahwa akan melarang penjualan batangan, dan keputusan ini dipastikan tidak populis adanya.
Bunyi terompet kedua, mulai tahun 2023, mobil atau sepeda motor yang tidak membayar pajak selama dua tahun, selanjutnya akan dinyatakan, mobil atau motor bodong. Negara akan mematikan keberadaanya dan selanjutnya akan menjadi barang rongsokan atau hanya bisa digunakan dihutan-hutan belantara IKN,
Kini banyak diprediksi sebagai proyek bakal mangkrak. Apalagi kalau terompet dari penguasa baru, pengganti rezim sekarang, tidak mau membunyikan terompetnya, makanya berbagai upaya dilakukan sekarang, termasuk bagaimana untuk bisa tiga periode.
Terkait dengan terompet yang telah lebih dahulu ditiup Nasdem. Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai, Presiden Joko Widodo menunjukkan gelagat tak biasa sejak Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) untuk Pemilu 2024.
Gestur ini diduga merupakan bentuk ketidaksukaan Jokowi atas manuver Nasdem mencapreskan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, apalagi KPK belum sukses menggaet Anies dari jeratan formula E,
Sementara dalam kunjungan Anies ke Papua untuk menguatkan posisi tawarnya sebagai kandidat presiden di Bumi Matahari Terbit, Anies diberi nama baru sebagai Yohanes, sebagai panggilan akrabnya.
“Setelah Nasdem mengusung Anies sebagai capres, Jokowi jelas-jelas menunjukkan gestur yang kurang nyaman. Sindiran-sindiran keras juga sering disampaikan di berbagai kesempatan,”
Namun demikian, karena terompet sudah didengar pada dunia persilatan di negara pewayangan, maka Presiden tentu berfikir cepat untuk melengserkan tiga menteri yang berasal dari Nasdem, termasuk didalamnya, putra terbaik kebanggaan Indonesia Timur, Prof.DR.H.Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si,MM
Menurut analisis Rock Gerung, pengganti Mentan adalah Tuan Guru Bajang, hal itu tidak mengherankan karena TGB berasal dari Perindo. Sementara Perindo merupakan partai yang didirikan Hary Tanoeseodibjo yang saat ini menjabat ketua umum.
Hary merupakan pemilik koorporasi media besar MNC Grup, bisa digunakan untuk mmbentuk opini sesuai keinginan pemerintah, Ucap Rocky Gerung, Selasa 27 Desember 2022.
Banyaknya terompet rezim oligarki untuk Presiden mendatang di Indonesia benar mendapatkan pengawalan super ketat. Macam macam rekayasa yang digunakan, sembilan jasa survey disewa, namun itu belum bisa memberikan jaminan, untuk mengiring opini rakyat seperti masa masa sebelumnya.
Bukan mustahil kedepan jasa survey akan diborong semuanya tanpa sisa. Kini semua mulai frustasi dan gagal total, kecil sekali dukungan rakyat. Sekalipun sudah dicoba model lama dan basi, dengan angka-angka elektabilitas tinggi berdasarkan survey abal-abal yang telah mereka sewa.
Pada saat bersamaan kemunculan Anies Baswedan diluar kendali oligarki busuk, memiliki energi magnet grafitasi sangat kuat dan alam seperti merespon sebagai simbol perubahan sedang terjadi, sembari menantikan trompet dibunyikan, tret….tet….tet…… silakan pilih presiden kelak tanpa menerima Susutante (Sumbangan Sukarela Tanpa Tekanan).
Akhirnya, mari kita menantikan saat berbunyi terompet penggantian tahun baru, bukan terompet dari Israfil yang membuat kita semua musnah di telan bumi ………………treeet……tet…..treeeet.
Namun sebelum kita mengakhiri ulasan hari ini, sebuah berita menarik dimana Andi Sudirman, Kakak Gubernur Sulsel, dipersiapkan untuk menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, menggantikan Abdul Hayat Gani yang dicopot jabatannya.
Demikian halnya dengan peti mati SAMBO seharga Rp10 juta, sesuai editan dari kanal tiktok, semua sudah disiapkan dengan baik, termasuk anggota Brimob yang secara fisik dan mental, sudah disiapkan sebagai regu tembak pilihan, kapan semua itu terlaksana, tunggu bunyi terompet-nya……tet…treet….tet …tet.
Begitu pula dengan Ahmad Dopiri bukan Achmad Bahari, Ketua Shelter PBB, yang memimpin pemecatan Sambo dan diprediksi menjadi Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo, sebagai Polisi Presisi.
Kabar duka juga menghiasi tanah air, dimana Abdul Hamid yang dikenal sebagai pengisi suara karakter Pak Ogah dalam serial si-Unyil meninggal dunia pada hari ini, Rabu 28 Desember 2022 sekitar pukul 19.30 Wita.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Yuyun, istri dari Abdul Hamid. “Iya betul, ini masih di kamar jenazah.
Sebelum semua tiba waktunya, mari kita bersama menikmati suguhan secangkir kopi di warkop sembari mengamini kabar gembira dari Sri Mulyani yang merencanakan akan mempercepat pencairan gaji ke-13 dan THR bagi PNS tahun 2023, termasuk untuk para pensiunan …… hidup pensiunan, Merdekaaaa !!!
Makassar, (Kamis) 29/12/2022
by. syakhruddin. DN
