SYAKHRUDDIN.COM – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya, Kamis 7 Juli 2022, setelah sejumlah menterinya ramai-ramai mundur dalam dua hari terakhir.
“Sudah jelas sekarang bahwa keinginan anggota parlemen Partai Konservatif harus ada perdana menteri baru, dan saya setuju,” ujar Johnson, sebagaimana dilansir dilaman CNN petang hari ini.
Ia kemudian berkata, “Proses pemilihan pemimpin baru akan dimulai sekarang. Terima kasih atas mandat luar biasa ini.”
Johnson mengundurkan diri usai 10 menteri dan 40 pejabat kabinetnya mundur massal di tengah serentetan skandal yang menyeret pemerintahan sang PM.
Setelah ini, Partai Konservatif harus menggelar pemilihan umum untuk menentukan pemimpin baru partai. Pemimpin itulah yang nantinya menjadi perdana menteri baru.
Partai Konservatif dijadwalkan menggelar pemilu pada Oktober mendatang. Namun, kini sejumlah pihak mendesak agar Johnson segera mundur (syakh/cnn)
