SYAKHRUDDINNEWS.COM – Sabtu kembali menyapa. Kalender menunjukkan tanggal 10 Oktober 2026, sebuah hari yang mungkin tampak biasa bagi sebagian orang, tetapi sesungguhnya menyimpan kesempatan luar biasa untuk memperbaiki diri.
Bagi kita yang telah melewati berbagai musim kehidupan, tanggal ini menjadi ajakan untuk berhenti sejenak, merenungkan perjalanan, serta mensyukuri nikmat kesehatan, keluarga, persahabatan, dan kesempatan berbuat baik.
Sementara bagi generasi muda, Sabtu dapat menjadi momentum untuk mengisi waktu dengan kegiatan produktif, memperkuat disiplin, dan menyiapkan masa depan. Sebab, ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa jauh seseorang melangkah, melainkan juga seberapa besar manfaat yang ditinggalkannya bagi sesama.
Pesan Al-Qur’an: Waktu Adalah Amanah; Allah SWT mengingatkan manusia tentang pentingnya waktu melalui Surah Al-‘Ashr:
“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr [103]: 1–3)
Hari Sabtu bukan hanya kesempatan untuk beristirahat dari rutinitas, tetapi juga waktu untuk mengevaluasi diri: apakah kehadiran kita telah membawa manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat?
10 Oktober 1970 — Fiji Merdeka Fiji memperoleh kemerdekaan dari Inggris. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah hasil perjalanan panjang suatu bangsa untuk menentukan masa depannya sendiri.
10 Oktober 2026: Hari Kesehatan Mental Sedunia; Ada satu momentum penting yang patut mendapat perhatian khusus pada Sabtu, 10 Oktober 2026, yaitu Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day).
Peringatan ini pertama kali dilaksanakan pada 10 Oktober 1992 atas prakarsa World Federation for Mental Health, kemudian menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental.
Sejarah mengajarkan arti perubahan; Al-Qur’an membimbing kita memaknai waktu dan ketenteraman. Sementara peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia mengingatkan kita untuk tidak menutup mata terhadap pergulatan batin sesama manusia.
Mari jadikan hari ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Jika ada yang sedang bersedih, dengarkanlah. Jika ada yang membutuhkan bantuan, ulurkanlah tangan. Jika ada kesalahan, bukalah pintu maaf.
Sebab, dunia tidak selalu membutuhkan lebih banyak orang yang pandai berbicara, tetapi sangat membutuhkan manusia yang bersedia mendengar, memahami, dan menolong.
Keluarga Besar Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 melalui kegiatan Senam Sehat Bersama yang berlangsung penuh semangat dan keakraban.
Kegiatan ini dipusatkan di ruang utama Kantor DPW Partai Perindo Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 9, Makassar, dan dirangkaikan dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan organisasi selama dua belas tahun.
Suasana perayaan semakin semarak dengan kehadiran para undangan, termasuk rombongan Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama anggota Srikandi Kartini Perindo. Gerakan senam yang dilakukan bersama menjadi simbol pentingnya menjaga kebugaran tubuh, terutama bagi para lanjut usia, sekaligus membangun semangat kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Koordinator Lapangan LLI Sulsel, Hj. Hasnah Sambaloge, menyampaikan bahwa undangan dari pengurus DPW Partai Perindo Sulsel untuk menghadiri peringatan HUT ke-12 tersebut merupakan kesempatan yang baik untuk mempererat tali silaturahmi.
Menurutnya, pertemuan itu bukan sekadar menghadiri seremoni ulang tahun, melainkan juga menjadi ruang perjumpaan yang hangat antara anggota LLI Sulsel dan para anggota Kartini Perindo Sulsel.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Perindo Sulsel, Dr. Abdul Hayat Gani, menyampaikan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan LLI Sulsel bersama anggota Srikandi Kartini dalam perayaan tersebut. Kehadiran mereka menambah semarak acara sekaligus memperlihatkan bahwa kebersamaan dapat tumbuh melalui perjumpaan lintas organisasi dan generasi.
Perayaan HUT ke-12 ini menjadi momentum untuk memaknai bahwa kesehatan, persaudaraan, dan kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat.
Senam sehat mengajak setiap orang menjaga kebugaran, sedangkan silaturahmi menguatkan ikatan persaudaraan yang tidak dibatasi oleh usia maupun latar belakang organisasi.
Pada akhirnya, perayaan ulang tahun bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah organisasi, tetapi juga tentang bagaimana kebersamaan terus dirawat dan manfaat kehadirannya dapat dirasakan oleh masyarakat. Dari Kantor DPW Partai Perindo Sulsel di Makassar, semangat itu terasa melalui gerak senam, pemotongan tumpeng, dan perjumpaan penuh keakraban antara keluarga besar Perindo dan LLI Sulsel.
Sementara itu, Kasus dugaan penyalahgunaan rumah dinas TNI Angkatan Darat di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, menjadi sorotan publik.
Pada Jumat, 9 Oktober 2026, TNI menahan Letkol (Inf) Arman untuk menjalani pemeriksaan di Polisi Militer Kodam Jaya. Rumah dinas yang semestinya digunakan sebagai fasilitas tempat tinggal prajurit tersebut diduga disewakan kepada pihak lain dan dimanfaatkan sebagai lokasi operasional judi online (judol).
Pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan warga terhadap aktivitas tidak biasa di lokasi tersebut. Dalam penggerebekan, aparat mengamankan 11 warga sipil yang diduga menjadi operator judi online, serta menyita 32 unit komputer dan 14 telepon seluler.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pemberantasan judi online harus dilakukan secara menyeluruh, tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.
Proses pemeriksaan diharapkan mampu mengungkap secara terang siapa saja yang terlibat, bagaimana aktivitas tersebut dapat berlangsung, serta apakah terdapat pelanggaran dalam pengelolaan fasilitas negara.
Pimpinan TNI AD juga menegaskan komitmen untuk menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran. Transparansi penyelidikan dan penegakan hukum yang adil menjadi penting untuk menjaga disiplin prajurit sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Sebab, fasilitas negara harus digunakan sesuai peruntukannya, sementara praktik judi online yang merugikan masyarakat tidak boleh dibiarkan berkembang di lingkungan mana pun.
Disisi lain; Wacana Presiden Prabowo Subianto untuk menambah personel Polisi Kehutanan dari sekitar 4.500 menjadi 70.000 orang memantik perdebatan di ruang publik.
Sebagian warganet memandang rencana ini sebagai langkah berani untuk memperkuat perlindungan hutan Indonesia dari pembalakan liar, perambahan kawasan, hingga eksploitasi sumber daya alam yang mengancam kelestarian lingkungan.
Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan kesiapan anggaran, sistem pengawasan, serta efektivitas penambahan personel dalam menjawab persoalan kerusakan hutan yang selama ini terus menjadi perhatian.
Sebab, menjaga hutan bukan sekadar memperbanyak seragam dan barisan petugas, melainkan memastikan hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu.
Pada akhirnya, keberhasilan kebijakan ini tidak cukup diukur dari angka 70.000 personel, tetapi dari seberapa luas hutan yang berhasil diselamatkan dan seberapa tegas negara menghadapi pelaku perusakan lingkungan.
Polisi Kehutanan harus dibekali kemampuan, integritas, sarana operasional, serta perlindungan dalam menjalankan tugasnya. Di sisi lain, masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan perlu dilibatkan sebagai mitra penjaga kelestarian alam.
Hutan bukan hanya warisan bagi generasi hari ini, melainkan titipan bagi anak cucu di masa depan. Sebab, sebesar apa pun kekuatan aparat, tanpa komitmen penegakan hukum dan kesadaran bersama, hutan tetap berisiko kehilangan kehijauannya.
Sementara itu, Kabar duka kembali menyelimuti masyarakat ketika pemberitaan lokal menyoroti tewasnya seorang pria bernama Akmal dalam peristiwa penyerangan yang melibatkan kelompok geng motor.
Aparat kepolisian dilaporkan telah menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat, sementara beberapa lainnya masih dalam pencarian.
Peristiwa tragis ini bukan sekadar berita kriminal yang menghiasi halaman pemberitaan, melainkan sebuah peringatan keras bahwa aksi kekerasan di jalanan dapat merenggut nyawa dan menghancurkan masa depan dalam sekejap.
Di balik nama Akmal, ada kehidupan yang terhenti, keluarga yang berduka, serta harapan yang tidak lagi dapat dirajut seperti sediakala.
Kasus ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keselamatan generasi muda dari pengaruh pergaulan yang mengarah pada kekerasan, tawuran, dan aksi brutal berkelompok.
Penegakan hukum harus berjalan tegas dan adil, sementara keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, serta pemerintah perlu bergandengan tangan membangun lingkungan yang aman bagi anak-anak muda untuk tumbuh dan berkarya.
Jangan biarkan keberanian disalahartikan sebagai kekerasan, atau solidaritas berubah menjadi tindakan yang mencelakakan sesama. Sebab, masa depan generasi muda bukan untuk dipertaruhkan di jalanan, melainkan untuk diperjuangkan melalui pendidikan, prestasi, dan karya nyata.
Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar tidak ada lagi nyawa yang melayang akibat tawuran dan permusuhan antarkelompok.
Sahabat pembaca Mozaik Kehidupan yang budiman, sampailah kita di penghujung narasi hari ini. Terima kasih atas perhatian, kebersamaan, dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Setiap untaian kata yang tersaji dalam MoKa semoga menjadi jembatan silaturahmi, menambah wawasan, serta menghadirkan renungan yang bermakna dalam menapaki perjalanan kehidupan.
Insyaallah, besok MoKa akan kembali menemui Anda, menyapa pagi dengan kisah-kisah aktual, menyelipkan pesan kehidupan, dan merangkai peristiwa menjadi bahan renungan bersama.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, memberikan kesehatan, ketenteraman hati, serta melindungi kita semua dalam setiap langkah dan aktivitas.
Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyajian. Sampai jumpa esok hari, tetaplah menjadi insan yang menebar kebaikan, menjaga persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Pantun Penutup Lancar kaji karena diulang, Pasar jalan karena ditempuh, Terima kasih sahabat tersayang, Semoga rahmat Allah melimpah penuh.