SYAKHRUDDINNEWS.COM – Hari Ahad kembali menyapa kita dengan cahaya pagi yang membawa harapan baru. Ahad bukan sekadar penanda pergantian hari dalam kalender, melainkan kesempatan untuk menata hati, memperbaiki niat, mempererat silaturahmi, dan mensyukuri nikmat kehidupan yang masih Allah SWT anugerahkan.
Di tengah kesibukan dunia, hari ini mengajak kita sejenak berhenti, merenungkan perjalanan yang telah dilalui, serta menyiapkan langkah yang lebih baik untuk hari-hari mendatang. Sebab, setiap hari yang kita lalui adalah amanah, dan setiap kesempatan merupakan karunia yang patut disyukuri.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, Surah Ibrahim ayat 7: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan, tetapi harus diwujudkan dalam perbuatan, kepedulian, dan manfaat bagi sesama. Mari menjadikan Ahad sebagai momentum memperkuat iman, menjaga kesehatan, membahagiakan keluarga, serta menebarkan kebaikan kepada lingkungan sekitar.
Apa yang Terjadi pada Tanggal 11 Oktober? Pada 11 Oktober 1138, gempa bumi dahsyat mengguncang Aleppo, Suriah, dan menjadi salah satu bencana gempa besar yang tercatat dalam sejarah.
Berabad-abad kemudian, tepat pada 11 Oktober 1899, pecah Perang Boer Kedua di Afrika Selatan. Pada tanggal yang sama tahun 1968, NASA meluncurkan Apollo 7, misi berawak pertama dalam program Apollo yang berhasil mengorbit Bumi.
Bagi kita di Indonesia, semangat tersebut sejalan dengan upaya melindungi anak, mencegah kekerasan, dan membangun keluarga yang penuh kasih sayang. Sebab, ketika anak-anak terlindungi dan memperoleh pendidikan yang baik, sesungguhnya kita sedang menanam benih bagi masa depan bangsa.
Sebuah pantun pembuka ;
Pergi ke taman memetik melati,
Melati disimpan di dalam peti.
Hari ahad menyejukkan hati,
Bersyukur kepada ilahi sepenuh hati.
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar akan menggelar sebuah forum diskusi yang menghadirkan sejumlah tokoh nasional, aktivis kepemudaan, dan akademisi pada Senin, 12 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, bertempat di Ruang Senat, Gedung Rektorat Lantai IV, Kampus II UIN Alauddin Makassar.
Tampil sebagai narasumber, Rudianto Lallo, S.H., M.H., Anggota Komisi III DPR RI; Hj. Vonny Ameliani Suardi, S.E., M.H., Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan; serta Prof. Dr. H. Firdaus Muhammad, M.A., Guru Besar Komunikasi Politik Islam.
Diskusi ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan yang konstruktif, memperkaya wawasan mahasiswa, sekaligus mendorong tumbuhnya pemikiran kritis terhadap dinamika politik, kepemimpinan, dan kehidupan kebangsaan.
Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Drs. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., bersama Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, M.Pd., M.Si., M.M. Jalannya diskusi akan dipandu oleh Muh. Izhar Attar Syach, S.Sos., sebagai moderator.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari HIPMA Gowa Pattallassang, PMII UINAM Gowa, HMJ IKOM, HMJ BPI, HMJ KPI, HMJ PMI, dan HMPS KESSOS, dengan dukungan media partner patakaeja.id dan spasiar.id.
Sementara itu, Penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian di sebuah kawasan yang dikenal sebagai kampung narkoba di Makassar menjadi perhatian serius masyarakat. Sebanyak 104 orang diamankan, dengan barang bukti berupa sekitar 10 gram sabu dan uang tunai senilai Rp49 juta.
Sebagaimana diberitakan Tribun-Timur.com dalam laporan Muslimin Emba yang disunting Sudirman, pengungkapan ini memperlihatkan bahwa peredaran narkotika masih menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan tegas, terukur, dan berkelanjutan.
Proses hukum terhadap orang-orang yang diamankan perlu dilakukan sesuai peran dan bukti yang ditemukan, sehingga penegakan hukum berjalan secara adil dan tidak mengabaikan hak-hak setiap orang.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan operasi kepolisian.
Dibutuhkan keterlibatan keluarga, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun lingkungan yang aman serta melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.
Makassar membutuhkan bukan hanya keberanian aparat dalam memberantas narkoba, tetapi juga kepedulian bersama agar kampung-kampung yang selama ini dicap rawan dapat tumbuh menjadi lingkungan yang sehat, produktif, dan bermartabat.
Sementara itu, Perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa awal musim hujan mengalami kemunduran di 529 zona musim atau 61,08 persen wilayah Indonesia menjadi peringatan penting bagi seluruh masyarakat.
Hujan yang datang lebih lambat bukan sekadar persoalan perubahan cuaca, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup jutaan orang, terutama para petani yang menggantungkan harapan pada ketepatan musim tanam.
Ketika hujan belum turun sesuai perkiraan, persiapan lahan dapat terganggu, kebutuhan irigasi meningkat, dan risiko penurunan hasil pertanian perlu diantisipasi. Di sisi lain, ketersediaan air bersih bagi rumah tangga juga menjadi perhatian, terutama di wilayah yang mulai mengalami kekurangan pasokan air.
Dalam situasi seperti ini, kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah perlu memperkuat informasi iklim, membantu petani menyesuaikan jadwal tanam, serta memastikan pengelolaan sumber daya air berjalan dengan baik.
Masyarakat pun perlu menggunakan air secara bijak dan tidak mengabaikan peringatan dini dari BMKG. Sebab, perubahan musim selalu membawa dampak yang berbeda bagi setiap lapisan masyarakat, tetapi kelompok kecil dan rentan sering kali menjadi pihak yang paling merasakan akibatnya.
Ketika hujan terlambat menyapa bumi, jangan sampai harapan petani ikut mengering dan meja makan rakyat kehilangan kecukupan pangan. Di sinilah pentingnya kebijakan yang tanggap, solidaritas sosial, dan kesiapan menghadapi perubahan iklim demi menjaga kehidupan bersama.
Pembaca setia MoKa yang budiman, setiap perjumpaan selalu menyisakan kenangan, dan setiap perpisahan menyimpan janji untuk kembali bersua.
Sampai di sini dahulu perjalanan kata-kata kita hari ini. Insyaallah, esok Senin, 12 Oktober 2026, kita akan kembali berjumpa dalam lembaran Mozaik Kehidupan dengan semangat juang yang membara, menyambut hari-hari baru dengan optimisme, keteguhan hati, dan tekad untuk terus menebar manfaat bagi sesama.
Karena itu, nikmatilah suasana hari Ahad yang indah bersama keluarga tercinta. Hangatkan kebersamaan, pererat tali silaturahmi, dan syukuri setiap detik yang masih Allah SWT anugerahkan kepada kita.
Jadikan hari libur ini sebagai ruang untuk menenangkan pikiran, menyegarkan jiwa, serta mengumpulkan energi untuk melangkah menuju pertengahan Oktober 2026. Sebab, hidup bukan sekadar tentang seberapa jauh kita melangkah, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita tinggalkan di sepanjang perjalanan.
Pantun Penutup untuk Anda Jauh berjalan banyak dilihat, Singgah sebentar di tepi telaga. Ilmu dicari membawa manfaat, Silaturahmi terjalin sepanjang masa.