SYAKHRUDDINNEWS.COM – Ramadan memasuki hari ke-28 ketika Rabu, 18 Maret 2026 menyapa para pembaca setia Mozaik Kehidupan. Udara pagi terasa berbeda. Di banyak tempat, suasana mulai dipenuhi hiruk-pikuk perjalanan pulang kampung.
Jalan-jalan dipadati kendaraan, terminal dan pelabuhan dipenuhi para perantau yang membawa rindu panjang menuju kampung halaman. Libur panjang seakan menjadi jembatan bagi jutaan orang untuk kembali memeluk tanah kelahiran, merajut kembali cerita yang lama terpisah oleh jarak dan kesibukan.
Di saat yang sama, Ramadan perlahan bersiap melambaikan salam perpisahan. Bulan yang penuh cahaya itu seperti tamu agung yang datang membawa berkah, lalu sebentar lagi akan beranjak pergi, meninggalkan kenangan ibadah, doa-doa yang lirih, serta harapan agar segala amal diterima oleh Yang Maha Kuasa.
Seiring mendekatnya hari kemenangan, perbedaan waktu penetapan Idulfitri kembali menjadi pembicaraan hangat. Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Sementara itu, warga Nahdlatul Ulama bersama pemerintah masih menunggu hasil rukyat yang diperkirakan menetapkan hari raya pada Sabtu, 21 Maret 2026. Perbedaan ini bukanlah hal baru dalam perjalanan umat Islam di Indonesia, melainkan lahir dari perbedaan pendekatan dalam menentukan awal bulan, antara hisab dan rukyat.
Bahkan para ahli falak memperkirakan, jika pola astronomi seperti saat ini terus berlangsung, kondisi perbedaan tersebut berpotensi terjadi dalam beberapa tahun ke depan. Barulah sekitar tahun kelima, kalender Hijriah kemungkinan kembali mempertemukan kedua metode pada hari yang sama.
Namun, di atas segala perbedaan itu, ada nilai yang jauh lebih penting untuk dijaga: ukhuwah. Perbedaan hari tidak seharusnya menjadi jarak dalam persaudaraan. Justru di sinilah kedewasaan umat diuji bahwa hari raya bukan semata tentang tanggal pada kalender, melainkan momentum mempererat silaturahmi dan saling memaafkan.
Maka ketika takbir berkumandang, entah pada Jumat ataupun Sabtu, ucapan yang sama tetap mengalir dari hati yang sama: Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Sebab pada akhirnya, kemenangan sejati bukan pada hari yang dirayakan, tetapi pada hati yang kembali bersih setelah ditempa oleh Ramadan.
Pantun Pembuka Pergi ke pasar beli ketupat,
Jangan lupa ambil barakka’na.
Lebaran datang penuh rahmat,
Maafkan kami lahir dan batin.
Memasuki ranah global, dinamika dunia juga tak kalah menyita perhatian. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding Amerika Serikat dan Israel menjalankan taktik licik dengan memalsukan drone tempur jenis Shahed milik Iran.
Menurutnya, pesawat nirawak yang menyerupai model Iran tersebut digunakan dalam sejumlah serangan ke negara-negara Arab, dengan tujuan mengarahkan kesalahan kepada Teheran serta memperkeruh hubungan di kawasan.
Di sisi lain, hubungan Rusia dan Iran kembali menjadi sorotan. Presiden Rusia, Vladimir Putin, disebut mengerahkan pesawat militer Kremlin untuk membawa Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menjalani perawatan medis di Moskow.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk dukungan politik sekaligus kemanusiaan, yang mencerminkan eratnya hubungan strategis kedua negara di tengah dinamika geopolitik global.
Sementara itu di dalam negeri, suasana mudik terus bergulir dengan penuh kehangatan. Di Kabupaten Gunungkidul, Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menyambut lebih dari 1.500 pemudik yang tiba di Terminal Semin.
Penyambutan ini menjadi simbol perhatian pemerintah daerah terhadap warganya, sekaligus pengingat agar momentum mudik dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan keluarga.
Namun di balik semarak mudik, tantangan juga muncul. Pemerintah tengah mengkaji berbagai langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM), di tengah meningkatnya konsumsi energi nasional.
Gagasan seperti penerapan work from home (WFH) bagi ASN, pembatasan kendaraan dinas, hingga usulan pemotongan gaji pejabat negara menjadi bagian dari upaya efisiensi yang masih dalam tahap pembahasan.
Lonjakan arus mudik juga berdampak pada kepadatan lalu lintas. Kemacetan parah terjadi di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, dengan peningkatan arus kendaraan hingga 33,8 persen. Antrean panjang mengular, sementara aparat kepolisian terus mengingatkan pemudik untuk tetap tertib demi menjaga kelancaran dan keselamatan bersama.
Di Sulawesi Barat, pemerintah daerah mengambil langkah berbeda dengan memberlakukan kebijakan WFH selama dua bulan bagi ribuan PPPK sebagai respons terhadap tekanan keuangan daerah.
Meski bekerja dari rumah, para pegawai tetap menerima gaji penuh sebagai bentuk komitmen menjaga kesejahteraan.
Dalam aspek keamanan pangan, aparat kepolisian juga menunjukkan keseriusan dengan mengungkap peredaran daging domba kedaluwarsa di Tangerang. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap produk konsumsi masyarakat, terutama menjelang hari raya.
Sementara itu, dari sisi cuaca, perayaan Idulfitri tahun ini diperkirakan berlangsung dalam kondisi yang cukup dinamis. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dominasi awan tebal yang berpotensi memicu hujan ringan hingga sedang di berbagai wilayah.
Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan memantau informasi cuaca, terutama saat melakukan perjalanan mudik dan silaturahmi.
Menutup rangkaian informasi, pelaksanaan Salat Idulfitri juga telah dipersiapkan dengan matang. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan menegaskan bahwa pelaksanaan salat akan tersebar di berbagai titik agar mudah diakses masyarakat.
Di Makassar, sekitar 30 lokasi telah disiapkan, mulai dari pelataran pusat dakwah, kampus, lapangan, hingga masjid-masjid di berbagai kecamatan. Salah satunya di pelataran Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar dengan khatib Dr. Ashabul Kahfi, M.Ag.
Sampai di sini dahulu jumpa kita. Besok, Mozaik Kehidupan hadir dalam nuansa Hari Nyepi. Selamat menyambut Idulfitri 1447 Hijriah, dan jangan lupa menunaikan zakat.
Pantun Penutup Jalan pagi ke Pantai Losari,
Singgah sebentar lihat nelayan.
Zakat fitrah kewajiban diri,
Sucikan hati di hari kemenangan.