SYAKHRUDDINNEWS.COM Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Alhamdulillah, Ahad, 1 Maret 2026, menjadi momentum yang indah untuk kembali merenungi hakikat kehadiran kita sebagai seorang Muslim di tengah kehidupan sosial.
Di awal Ramadan ini, kita tidak hanya diajak memperbanyak ibadah ritual, tetapi juga menghadirkan akhlak yang meneduhkan dalam setiap interaksi. Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum menyucikan jiwa, memperhalus budi, dan menebarkan manfaat bagi sesama.
Islam mengajarkan keseimbangan yang indah antara hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horizontal dengan manusia. Rasulullah ﷺ mencontohkan dakwah dengan kelembutan, keteladanan, dan kasih sayang.
Akhlak beliau adalah Al-Qur’an yang hidup. Dari tutur kata yang santun, sikap rendah hati, hingga kepedulian terhadap kaum lemah, semuanya menjadi pelajaran abadi tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim hadir di tengah masyarakat.
Kolom Mozaik Kehidupan, yang setia hadir di pagi hari bahkan selepas santap sahur, kembali mengisi relung-relung gawai Anda. Membawa kabar dari berbagai penjuru, dikemas dalam nuansa jurnalistik sastera, sebagai salah satu bentuk amaliah literasi.
Menyampaikan pesan yang meneduhkan tanpa memaksa, sebagai sedekah kata dari sang penulis, agar setiap paragraf menjadi doa dan setiap kalimat menjadi pengingat.
Pergi berdakwah menjemput fajar, Menyusur jalan penuh keikhlasan. Ramadan datang membawa sabar, Menautkan iman dalam kebersamaan.
Sementara itu berita duka datang dari Pemerintah Kota Makassar, Sabtu pagi, 28 Februari 2026, sekitar Pukul 06.55 Wita, telah berpulamg ke rahmatullah, Asisten I Pemkot Makassar, Drs.H.Andi Muhammad Yasir, M.Si, di RS Dadi Makassar, Innalillahi wa innailahi rajiun.
Safari Dakwah Ramadan: Menyemai Cahaya dari Masjid ke Masjid
Semangat Ramadan tercermin dalam gerak langkah sebuah tim safari dakwah Ramadan dari komponen Kerukunan Masyarakat Sinjai (KMS).
Di bawah koordinasi Dr. H. Ilham Hamid, M.Pd., selaku Sekretaris Jenderal DPP KMS, rombongan ini bergerak menuju Kabupaten Sinjai pada Sabtu pagi, menempuh perjalanan menggunakan sebuah bus yang dikawal mobil patroli kepolisian.
Tim ini membawa serta enam orang profesor dan total 25 mubalig serta akademisi, yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan. Rombongan akan disambut langsung oleh Dra. Hj. Andi Ratnawati Arief, M.Si.
Sebagai wujud sinergi dakwah dan intelektualitas. Selama berada di Sinjai, para mubalig disebar ke 25 masjid terpilih, bekerja sama dengan DPD Bakomubin Kabupaten Sinjai.
Masjid Nur di Jalan Anggrek Balangnipa mendapat kehormatan menghadirkan Prof. Dr. Munawir Kamaluddin, MA, MH. Di Masjid Al-Manar Kokoe Lappa, jamaah menyimak tausiah Prof. Dr. Syamsuddin AB, S.Ag., S.Sos., M.Pd.
Sementara Masjid Al-Irsyad Kaluara di Jalan Amanagappa Lappa menjadi tempat dakwah Ustaz Dr. H. Ilham Hamid, S.Ag., M.Pd.I., M.Pd.
Safari dakwah ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang menautkan ilmu, iman, dan ukhuwah. Dari mimbar ke mimbar, cahaya Ramadan disemai, menumbuhkan harapan, memperkuat persaudaraan, dan menghidupkan semangat keberagamaan yang santun dan inklusif.
Meluruskan Makna Zakat: Dari Polemik Menuju Kesadaran Sosial
Beberapa hari terakhir, publik diramaikan oleh potongan pernyataan Menteri Agama Prof. KH Nasaruddin Umar yang viral di media sosial.
Dalam tausiah pada Sarasehan 99 Ekonom Syariah, 24 Februari 2026, beliau mengajak umat Islam, khususnya kelompok aghniya, agar tidak berhenti pada standar minimal zakat 2,5 persen, melainkan meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah, infak, hibah, dan wakaf.
Dalam konteks itulah muncul kalimat, “Kalau kita ingin maju sebagai umat, kita harus meninggalkan zakat,” yang kemudian dipotong tanpa penjelasan utuh.
Padahal, maksud beliau bukan meninggalkan kewajiban zakat, melainkan meninggalkan cara berpikir minimalis yakni merasa cukup hanya dengan membayar zakat dan melampaui batas minimum itu dengan filantropi yang lebih luas.
Ramadan sejatinya mengajarkan kelapangan hati, kepekaan sosial, dan semangat berbagi tanpa pamrih. Zakat adalah fondasi, sementara sedekah dan wakaf adalah sayap-sayap kebaikan yang memungkinkan umat terbang lebih tinggi dalam solidaritas dan kemajuan.
Makan Bergizi Gratis: Merawat Lansia dan Penyandang Disabilitas
Di tengah ikhtiar spiritual, perhatian pada kelompok rentan tetap menjadi prioritas. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bahwa Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk mematangkan rencana program Makan Bergizi Gratis bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Program ini dirancang menyasar lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendirian. Sebuah langkah yang mencerminkan kehadiran negara dalam merawat warganya yang paling membutuhkan.
Di bulan Ramadan, ikhtiar semacam ini menjadi wujud nyata dari ajaran Islam: menguatkan yang lemah, mengangkat yang terpinggirkan, dan memastikan tak ada yang tertinggal dalam arus pembangunan.
Gudang Ilmu Gaza yang Hancur: Ketika Peluru Membungkam Cahaya
Dari belahan dunia lain, kabar duka kembali menyayat nurani. Di Gaza, Palestina, agresi brutal Israel tidak hanya menghabisi nyawa manusia, tetapi juga menghancurkan peradaban. Gudang-gudang ilmu, termasuk perpustakaan, luluh lantak oleh serangan yang tiada henti.
Data PBB tahun 2024 mencatat sedikitnya 13 perpustakaan umum di Gaza rusak atau hancur. Hingga kini, belum ada lembaga yang mampu menghitung secara pasti kehancuran lainnya.
Buku-buku, arsip sejarah, dan sumber pengetahuan musnah, seakan peluru dan bom tidak hanya menargetkan tubuh, tetapi juga ingatan kolektif dan masa depan generasi.
Di Ramadan ini, doa kita mengalir untuk Gaza, agar luka mereka lekas terobati, agar cahaya ilmu kembali bersinar, dan agar keadilan menemukan jalannya.
Menanti Keadilan: Dugaan Perselingkuhan di Lingkup TNI
Sementara itu, di tanah air, publik juga dikejutkan oleh kabar dugaan perselingkuhan yang melibatkan istri anggota TNI dengan 13 prajurit. Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto menyatakan bahwa pihak Pomdam tengah melakukan penyidikan atas informasi yang viral tersebut.
Proses hukum sedang berjalan, dan keterangan resmi hanya akan disampaikan oleh penyidik. Kasus ini menjadi pengingat bahwa integritas, etika, dan kehormatan diri adalah nilai fundamental yang harus dijaga, terlebih bagi mereka yang mengemban amanah besar sebagai penjaga kedaulatan bangsa.
Merajut Makna Ramadan
Ramadan mengajarkan kita untuk menata kembali hidup, menyelaraskan ibadah, memperkuat kepedulian, dan memperhalus akhlak.
Dari safari dakwah di Sinjai, polemik zakat yang perlu diluruskan, program sosial bagi lansia, jeritan Gaza, hingga dinamika hukum di negeri sendiri, semuanya menjadi mozaik kehidupan yang saling melengkapi, yang dibalut dalam pantun penutup :
Senja redup di ufuk barat, Angin lembut membawa doa. Ramadan hadir memperbaiki niat, Menjernihkan jiwa, menuntun takwa.
Semoga Ramadan ini menjadikan kita insan yang lebih sabar, lebih bijak, dan lebih peduli. Karena sejatinya, keberkahan Ramadan terletak pada sejauh mana kita mampu menghadirkan rahmat bagi semesta, Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.