SYAKHRUDDINNEWS.COM – Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pagi Jumat selalu datang dengan langkah yang lebih tenang. Ia tidak tergesa, seolah memberi isyarat agar manusia pun melambatkan langkahnya.
Di sela embun yang masih menggantung dan aroma kopi yang menguar dari sudut rumah, Jumat mengajak kita menundukkan kepala, bukan hanya dalam doa, tetapi juga dalam perenungan.
Ada yang menyebutnya Jumat Berkah, hari berbagi rezeki dan senyum. Ada pula Jumat Sehat, saat raga dirawat agar tetap setia menopang jiwa.
Sebagian memilih Jumat Bersih, membersihkan halaman, selokan, dan sudut-sudut rumah, seakan ingin menata ruang hidup sebelum menata ruang batin. Namun hidup, sebagaimana adanya, tak pernah benar-benar berhenti menguji.
Publik masih disibukkan oleh kabar runtuhnya sebuah rumah tangga yang dibina hampir tiga dekade. Ridwan Kamil, mantan orang nomor satu di Jawa Barat, akhirnya buka suara.
Perceraian dengan Atalia Praratya telah resmi diputus pengadilan. Ia meminta maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi, sekaligus mengakui adanya khilaf dan kesalahan dalam perjalanan panjang pernikahan itu. Pernyataan itu mungkin menuntaskan sisi hukum dan etika publik.
Namun di baliknya, ada kesunyian yang tak pernah muncul di layar kaca, Ketika jabatan telah berlalu dan rumah tangga runtuh, nama besar pun tak lagi menjadi tameng. Kemegahan dunia dapat luruh dalam sekejap, tanpa aba-aba. Dari sana, kita diajak bercermin.
Betapa nikmat yang kita genggam hari ini, rumah tangga yang utuh, tubuh yang sehat, rezeki yang sederhana, bukanlah kepastian abadi, melainkan titipan yang bisa diambil kapan saja.
Cermin berikutnya datang dari Kota Niaga Parepare. Seorang ASN Dinas Perhubungan, berinisial MUS (43), diduga mencuri sepeda motor milik warga. Proses hukum berjalan, ancaman pidana hingga lima tahun penjara menanti, dan sanksi kepegawaian berupa pemberhentian tidak hormat membayang di depan mata, Ironi itu terasa getir.
Di saat banyak orang memimpikan status ASN, jabatan yang identik dengan kehormatan dan jaminan hidup, ada yang justru mengkhianati amanahnya sendiri, Jabatan tanpa syukur hanyalah nama. Seragam tanpa nurani hanyalah kain. Dan ketika amanah dilanggar, dunia tak lagi berbisik, ia bersuara lantang: apa yang sebenarnya sedang kita kejar?
Belum sempat rasa miris itu reda, Makassar menghadirkan kisah yang lebih kelam. Seorang perempuan berinisial SI (39) bersama suaminya SO (22) ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual. Dengan dalih cemburu dan kecurigaan perselingkuhan, kekuasaan rumah tangga berubah menjadi alat penindasan.
Korban, seorang karyawan, dipanggil, disekap, dianiaya, dipaksa menuruti perintah yang mencabik martabat kemanusiaan. Bahkan peristiwa itu direkam, seolah penderitaan bisa dijadikan bukti kemenangan.
Di depan kamera konferensi pers, sepasang suami istri itu berdiri dengan rompi tahanan oranye. Sebuah potret tragis tentang bagaimana kecemburuan, kuasa, dan akal sehat yang runtuh mampu menyeret manusia ke jurang kejahatan terdalam.
Dari tiga kisah ini, Mozaik Kehidupan menarik satu benang merah: Nikmat, jabatan, rumah tangga, dan kekuasaan hanyalah titipan. Saat syukur menguap dan nurani dibungkam, manusia mudah tersesat, bahkan oleh tangannya sendiri.
Jumat mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, menata hati, meluruskan niat, mensyukuri apa yang masih kita miliki, sebelum semuanya diambil tanpa permisi.
Di tingkat negara, ujian itu hadir dalam angka-angka. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan APBN 2025 mengalami defisit Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari PDB, melebar dari target awal. Pendapatan negara Rp2.756,3 triliun belum mampu menutup belanja pemerintah yang mencapai Rp3.451,4 triliun.
Namun pemerintah menegaskan satu hal: defisit tetap dijaga agar tidak Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan pengingat bahwa negara pun harus pandai menyeimbangkan antara kebutuhan hari ini dan tanggung jawab masa depan.
Dari dunia akademik, Universitas Hasanuddin bersiap menentukan arah kepemimpinan. Pemilihan Rektor Unhas Periode 2026–2030 dijadwalkan berlangsung Senin, 12 Januari 2026, di Kampus Unhas Jakarta.
Keputusan itu lahir dari serangkaian konsultasi dan koordinasi antara MWA, panitia, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kepemimpinan, di mana pun ia berada; negara, kampus, rumah tangga—selalu bermuara pada satu soal: amanah.
Sementara itu, di Tanah Suci, langkah-langkah jangka panjang terus disusun. Danantara Indonesia melaporkan kemajuan pengembangan Kompleks Haji di Makkah, dengan kawasan Thakher sebagai fondasi awal.
Hotel, kawasan komersial, dan pusat layanan dirancang bukan semata sebagai proyek investasi, tetapi sebagai ikhtiar memberi kenyamanan bagi jutaan tamu Allah di masa depan.
Begitulah kehidupan. Ia hadir dalam potongan-potongan kisah, ada yang terang, ada yang gelap. Tugas kitalah merangkainya menjadi pelajaran, bukan sekadar tontonan.
Selamat menunaikan sholat Jumat. Semoga kita pulang dari hari ini dengan hati yang lebih jernih, syukur yang lebih utuh, dan nurani yang tetap terjaga. Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh (by.syakhruddin tagana)

Habis terang terbitlah gelap
Habis gelap terbitlah terang