SYAKHRUDDINNEWS.COM – Di tengah rindangnya pepohonan kawasan Permandian Alam Tanjung Bayang, suasana Baruga Yayasan Gau Madeceng siang itu terasa berbeda.
Bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi ruang perenungan, evaluasi, sekaligus penyemaian harapan menjelang berakhirnya tahun 2025.
Selasa, 30 Desember 2025, Pengurus Shelter Warga Kelurahan Pa’Baeng-Baeng kembali menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun—sebuah tradisi yang perlahan tumbuh menjadi budaya belajar dan berbenah.
Kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Bidang Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Hj. Hapidah Djalante, S.IP.
Di hadapan para pengurus shelter warga serta para ketua shelter se-Kecamatan Tamalate, ia menyampaikan penghargaan atas konsistensi Shelter Warga Pa’Baeng-Baeng yang secara rutin menjadikan refleksi akhir tahun sebagai sarana evaluasi dan perumusan arah pengembangan ke depan.
“Refleksi seperti ini sangat penting, bukan hanya untuk melihat apa yang telah dilakukan, tetapi juga untuk merancang langkah-langkah strategis di masa mendatang,” tutur Hapidah.
Menurutnya, praktik baik yang dilakukan Shelter Warga Pa’Baeng-Baeng layak menjadi role model dalam pembinaan shelter warga sebagai garda terdepan perlindungan perempuan dan anak di tingkat kelurahan.
Ia juga memaparkan bahwa dari total 153 kelurahan di Kota Makassar, saat ini telah terbentuk 103 shelter warga. Sementara itu, 50 kelurahan lainnya akan dibentuk secara bertahap pada tahun mendatang, dengan target awal pembentukan 10 shelter baru.
Angka-angka itu bukan sekadar statistik, melainkan cermin dari ikhtiar panjang membangun sistem perlindungan sosial yang semakin merata dan berkelanjutan.
Kegiatan refleksi ini turut dihadiri para pegiat shelter dari berbagai kelurahan, antara lain Ketua Shelter Warga Parangtambung Yusri Maliang, Ketua Shelter Warga Bontoduri Irham, Ketua Shelter Warga Maccini Sombala Rahmat Tumengkol, Ketua Shelter Warga Balang Baru Yusuf Sirajang, serta Ketua Shelter Warga Tanjung Merdeka.
Kehadiran mereka menghadirkan suasana dialog yang hangat, penuh tukar pengalaman, dan semangat kebersamaan.
Sementara itu, Pembina Shelter Warga Pa’Baeng-Baeng, Drs. H. Salehuddin Kr. Gau, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kabid PP DP3A Kota Makassar beserta rombongan.
Ia menegaskan bahwa kehadiran jajaran DP3A menjadi penanda kuat adanya komitmen bersama dalam memperkuat peran shelter warga.
Menurutnya, pengembangan shelter tidak semata berhenti pada penanganan kasus perlindungan perempuan dan anak, tetapi juga perlu diarahkan pada penguatan kemandirian.
“Ke depan, shelter warga diharapkan mampu mengelola unit usaha, sekaligus mengadaptasi pengembangan berbasis digital agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dialog yang dipandu oleh H. Syakhruddin, DN, selaku Sekretaris Pengurus Shelter Warga Kelurahan Pa’Baeng-Baeng, berlangsung cair dan partisipatif. Berbagai gagasan, pengalaman lapangan, serta harapan ke depan mengalir, menandai semangat kolektif untuk terus bertumbuh dan saling menguatkan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan santap siang bersama dalam suasana kekeluargaan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai penanda kebersamaan dan kenangan di penghujung tahun 2025.
Dari Pa’Baeng-Baeng, refleksi itu menjadi pesan sunyi namun kuat: bahwa kerja-kerja perlindungan sosial tumbuh dari kepedulian, dirawat dengan kebersamaan, dan diarahkan pada masa depan yang lebih berkeadilan bagi perempuan dan anak (sdn)




